Home Nagekeo Memandang 1000 Puncak dari Desa Rendu Tutubhada, Nagekeo

Memandang 1000 Puncak dari Desa Rendu Tutubhada, Nagekeo

73
0
SHARE
Memandang 1000 Puncak dari Desa Rendu Tutubhada, Nagekeo

Keterangan Gambar : Seorang pengunjung sedang berpose di salah satu spot foto di objek wisata Tutubhada.

 

"Kami punya kampung adat Tutubhada dan event tinju adat atau etu. Dan parkiran wisata ini adalah wisata penyokong kampung adat, meskipun keunggulannya berbeda," - Faris Tiba, tokoh muda Rendu.


Mbay, Flores Pos - Sekelompok remaja putri berfoto di areal Parkiran Wisata di Desa Rendu Tutubhada, Kamis, 2 Januari 2020. Kepada Flores Pos, Tania, salah seorang dari mereka, mengatakan ia dan teman-temannya baru saja pulang berwisata dari Pemandian Air Panas Soa dan mampir sebentar untuk berfoto.

"Karena melihat pemandangan di sini sangat indah, kami mampir dulu untuk sekadar berfoto," katanya.

Maya, teman Tania, menyampaikan bahwa pemandangan yang disajikan Parkiran Wisata Desa Tutubhada ini sangat indah.

"Kami dapat melihat hamparan Kota Mbay yang dikelilingi oleh perbukitan. Orang bilang, dari sini kita dapat melihat 1000 puncak bukit yang mengelilingi dataran Mbay. Kalau malam hari juga sangat indah, kita dapat melihat kelap kelip lampu warna warni dari tempat ini," kataya.

Petrus Feto, Warga Dusun 1 RT 01, yang tinggal tepat di sebelah areal parkiran wisata tersebut menyampaikan bahwa cukup banyak masyarakat yang singgah di tempat tersebut untuk sekadar beristirahat dan menikmati pemandangan.

"Tempat ini memang view-nya sangat indah. Karena itu, banyak yang mampir di sini, terlebih setelah Pemerintah Desa Rendu Tutubhada membangun pelataran parkir ini. Banyak yang mengakui keindahan pemandangan yang dapat dilihat dari sini," katanya.

Menurut Petrus, sebagai anak muda sekaligus masyarakat Desa Rendu Tutubhada, dirinya tidak ingin melewatkan kesempatan emas ini, bahwa desanya memiliki potensi wisata.

"Melihat kunjungan yang semakin meningkat, saya berinisiatif membangun warung kopi dan menyediakan booth atau spot untuk berfoto di tempat ini. Saya juga menyiapkan busana tradisional Nagekeo berupa kain telopoi dan baju kodo, sehingga pengunjung yang ingin berfoto di tempat ini dalam nuansa tradisional, dapat menggunakan pakaian tersebut," jelasnya.

Petrus menyebutkan bahwa cara tersebut adalah bentuk partisipasi dirinya sebagai kaum muda untuk menunjang pertumbuhan sektor pariwisata di Desa Rendu Tutubhada.

"Objek wisata utama kami adalah Kampung Adat Tutubhada. Kehadiran Parkiran Wisata ini merupakan fasilitas bagi pengunjung kampung adat. Namun, parkiran ini juga memiliki keunggulannya sendiri, yaitu view yang indah dan kuliner lokal. Karena itu, saya putuskan untuk memberikan ornamen  berbeda, yaitu tempat berfoto, yang menjadi kesukaan kaum muda," lanjutnya.

Tokoh muda Rendu, Faris Tiba, mengatakan kaum muda di Kecamatan Aesesa Selatan sangat mendukung perkembangan sektor pariwisata.

"Kami punya kampung adat Tutubhada dan event tinju adat atau etu. Dan parkiran wisata ini adalah wisata penyokong kampung adat, meskipun keunggulannya berbeda," jelasnya.

Kampung adat, lanjut Faris, memiliki ciri khas tradisional yang masih alami dan lestari, sementara Parkiran Wisata menawarkan pemandangan yang indah serta spot-spot foto yang mampu menarik kaum milenial.

"Pengunjung yang akan ke Kampung Adat nanti dapat memarkirkan kendaraannya di sini, sementara pengunjung yang hanya singgah di sini dapat kami arahkan ke kampung adat. Jadi, kedua tempat ini akan saling mendukung," jelasnya.

Penjabat Kepala Desa Rendu Tutubhada, Yohanes Dedeo Wio, menyatakan bahwa Parkiran Wisata tersebut dibangun menggunakan dana desa.

"Parkiran ini dibangun dengan dana desa, sebagai fasilitas bagi pengunjung Kampung Adat Tutubhada. Baru-baru ini, kami tambahkan kursi, meja, dan lopo bagi pengunjung untuk beristirahat. Kami dan masyarakat sepakat untuk membangun tempat ini karena pemandangannya sangat indah, serta letaknya strategis, yaitu tepat di pinggir jalan," jelasnya.

Yohanes mengatakan bahwa objek wisata di Desa Rendu Tutubhada, termasuk Parkiran Wisata, akan dikelola oleh Bumdes Desa Rendu Tutubhada.

"Saat ini sedang dibangun lopo-lopo yang dapat digunakan oleh masyarakat setempat untuk berjualan. Harapan kami, pembangunan berjalan lancar, sehingga dapat segera digunakan," harapnya.

Yohanes mengharapkan seluruh masyarakat Desa Rendu Tutubhada untuk mendukung kemajuan sektor pariwisata di desa tersebut.

"Saya harap masyarakat turut mendukung perkembangan pariwisata di desa ini. Untuk kaum muda yang telah berpartisipasi dengan cara mendirikan warung kopi dan lainnya, saya harapkan usaha tersebut berjalan lancar demi peningkatan ekonomi masyarakat Desa Rendu Tutubhada," katanya.

Oleh Risa Roga
Editor: Amandus Klau