Home Nagekeo Nagekeo Mesti Mampu Mengekspor Hasil Bumi

Nagekeo Mesti Mampu Mengekspor Hasil Bumi

128
0
SHARE
Nagekeo Mesti Mampu Mengekspor Hasil Bumi

Keterangan Gambar : Peserta Focus Group Discussion (FGD) tentang Literasi Jagung Kabupaten Nagekeo, Sabtu (28/9).

Nagekeo memiliki potensi pertanian seperti jagung dan beras yang sangat baik. Nagekeo bisa mengekspor hasil produksi pertanian, bukannya mengimpor dari daerah lain.” — Staf Ahli Menteri Pertanian RI Bidang Infrastruktur pada Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Budi Indra Setiawan.

Mbay Flores Pos — Salah satu upaya meningkatkan hasil produksi pertanian di Kabupaten Nagekeo, terutama hasil produksi jagung, Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo, Sabtu (28/9), menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) tentang Literasi Jagung.

Kegiatan tersebut menjadi agenda penting dalam Festival Literasi Kabupaten Nagekeo yang diselenggarakan selama 4 hari, 27-30 September 2019.

FGD Literasi Jagung dilaksanakan di Keka (Pondok) Literasi Pertanian, yang berlokasi di Penginanga, Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa.

Baca juga: Digelar, Festival Literasi Kabupaten Nagekeo 2019

Hadir pada kesempatan tersebut, Staf Ahli Menteri Pertanian RI Bidang Infrastruktur Menteri Pertanian Republik Indonesia Budi Indra Setiawan, Peneliti dari Balai Penelitian Tanah Bogor Antonius Kasno, Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do, Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo Lukas YMP Boleng dan Lazarus Lasa.

Hadir juga Dosen Fakultas Pertanian Undana Kupang Noerman, Ketua Program Studi Ilmu Tanah Undana Kupang Mahmudin Nur, Camat Aesesa Pius Dhari, Pabung TNI AD Ngada-Nagekeo, Mayor Inf. Paulinus Rowa, dan Kapolsek Urban Aesesa AKP Ahmad.

Selain itu, hadir juga para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Aesea, Anggota Kelompok Tani Sumber Makmur, dan undangan lain.

Acara tersebut dimoderatori Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo, Wolfgang Lena.

Potensi Pertanian Nagekeo

Staf Ahli Menteri Pertanian RI Bidang Infrastruktur pada Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Budi Indra Setiawan, mengatakan bahwa Kabupaten Nagekeo memiliki potensi pertanian seperti jagung dan beras yang sangat baik.

"Karena memiliki potensi pertanian yang baik, saya harap Kabupaten Nagekeo dapat mengekspor hasil produksi pertanian, bukannya mengimpor dari daerah lain," katanya.

Setiawan melanjutkan bahwa untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Nagekeo perlu terus membangun kerja sama dan koordinasi dengan para petani.

"Harus terus melakukan inovasi serta meningkatkan sumber daya para petani, sehingga hasil produksi pertanian dapat meningkat," katanya.

Setiawan melanjutkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Nagekeo berada pada urutan 4 di Provinsi NTT.

"Orang Nagekeo hebat-hebat. Kenapa hebat, karena kalian ingin mandiri untuk berdiri sendiri. Sekarang merupakan era kedaulatan.”

“Kita berupaya agar kedaulatan kita tidak digoyang. Kita tidak boleh diintervensi oleh siapa pun. Termasuk produk pertanian kita tidak boleh diintervensi oleh pihak asing. Jangan paksakan petani menjual beras.”

“Ini pekerjaan rumah buat Pak Bupati dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo," katanya.

"Kita sekuat mungkin harus mampu memproduksi sendiri makanan kita. Jangan tergantung pada produk impor. Kita perkuat ekspor ke luar daerah, ke Kupang dan daerah-daerah lain," katanya.

Penulis: Risa Roga
Editor: Anton Harus