Home Flores Timur Papan Nama Proyek Kelor di Solor Tidak Dicantumkan Anggarannya

Papan Nama Proyek Kelor di Solor Tidak Dicantumkan Anggarannya

Penulis: Frans Kolong Muda / Editor: Elton Wada

405
0
SHARE
Papan Nama Proyek Kelor di Solor Tidak Dicantumkan Anggarannya

Keterangan Gambar : Papan Nama Proyek Pengembangan Tanaman Kelor di Solor


Larantuka, Flores Pos — Pemerintah Kabupaten Flores Timur (Flotim) mesti terbuka dalam pengelolaan proyek apa saja di daerah ini. Fakta lapangan, sejak dimulainya kegiatan Proyek Pengembangan Kelor di lokasi hamparan lahan kering (lahan tidur) di Kretentukan (wilayah Liko), Kecamatan Solor Barat, telah memicu "seribu tanya" masyarakat tentang berapa besar nilai proyek yang digelontorkan Pemkab Flotim.

Pantauan wartawan Flores Pos di lokasi proyek Pengembangan Kelor, Kretentukan/Liko di sela-sela lawatan kunjungan kerja perdana Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat di Solor Barat, Selasa (27/7/2020) lalu, papan nama proyek yang sudah dipampang instansi pengguna anggaran Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Flotim, tidak dituliskan nilai (rupiah) anggarannya.

Gubernur Laiskodat menilai langsung lokasi Kretentukan yang pada musim hujan 2020/2021 nanti siap ditanam anakan kelor di atas hamparan lahan kering seluas 13 Ha.

Baca juga: Gubernur Laiskodat Menilai Pulau Solor Mahal di Dunia

Sejumlah warga yang menyaksikan pemantauan gubernur di lokasi budidaya kelor kepada media ini sempat mepertanyakan besar anggaran negara yang ditetapkan pemerintah dalam membiayai proyek kelor tersebut.

Papan nama proyek yang dipancang di depan lokasi pembibitan anakan kelor di Kretentukan tertulis dengan terang dan telah dibaca masyarakat umum termasuk para pekerja pembibitan dan persiapan lahan yang berasal dari Desa Pamakayo.

Demikian tulisan pada papan nama proyek itu: "Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Dinas Perkebunan dan Peternakan. Kegiatan Padat Karya Pengembangan Tanaman Kelor (Moringa oleifera), Luas 13 Ha. Program Pemulihan Ekonomi Akibat Pendemi Covid-19." Tidak ditulis serta nilai anggarannya.

Warga masyarakat Solor menilai secara kritis bahwa kegiatan proyek padat karya pengembangan tanaman kelor di Solor Barat terkesan kurang transparan dalam konteks informasi publik terkait nilai anggaran negara yang dikucurkan dalam memuluskan kegiatan pemulihan ekonomi masyarakat Solor itu.

Komentar positif sejumlah sumber bahwa pelaksanaan kegiatan padat karya pengembangan tanaman kelor merupakan langkah maju dari pemerintah yang melibatkan kelompok masyarakat lokal dalam upaya budidaya tanaman endemik kelor Solor yang sudah masuk jenis kelor berkualitas di dunia. Di atas lahan dengam hamparan budidaya seluas 13 Ha itu, ke depannya Solor masuk sebagai sentra produksi kelor bermutu, laris di pasaran dunia, berikut mendongkrak ekonomi masyarakat petani.

Di samping pernyataan positif tersebut, ada warga masyarakat yang menilai miring, kok Pemkab Flotim cq Dinas Perkebunan dan Peternakan selaku instansi pengguna anggaran alih-alih tertutup, tidak terbuka memuat atau menuliskan besarnya anggaran pada papan nama proyek.

"Sekecil apa pun suatu proyek atau kegiatan pembangunan yang dibiayai sumber anggaran negara atau uang rakyat mesti ditulis dengan terang anggarannya. Kami sebagai masyarakat ingin agar kegiatan padat karya pengembangan tanaman kelor sebagai wujud tanggung jawab pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi masyarakat di tengah krisis virus corona ini harus dilaksanakan terbuka," tegas suatu sumber.

Sekretaris Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Flotim, Yohanes Mamu Muda kepada media ini, Sabtu (29/8/20) menyatakan bahwa sesuai informasi yang diperolehnya, anggaran proyek padat karya pengembangan tanaman kelor di Kretentukan, Solor Barat tahun anggaran 2020, nilainya sekitar Rp1 miliar.

Menurut Jhon Mamu, dalam pengelolaan keuangan negara membiayai kegiatan apa saja, trasnparansi anggaran harus diketahui publik.

"Kalau saat ini pada papan nama, pemilik proyek tidak tuliskan nilai anggarannya, maka segera tulis tambah atau cantumkan besarnya anggaran kegiatan tersebut supaya masyarakat tahu. Contoh kecil, kegiatan pembangunan fisik yang dibiayai Dana Desa saja harus ditulis serta anggarannya. Ini maksudnya agar masyarakat luas mengetahui dengan jelas," pungkasnya.

Perihal ketidakterbukaan informasi mengenai anggaran proyek kelor di Solor, sampai dengan berita ini dikirim ke redaksi, Sabtu (12/9/2020), pejabat Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Flotim belum berhasil dikonfirmasi.