Home Manggarai Pasar Rakyat Puni di Ruteng Ditinggalkan Pedagang

Pasar Rakyat Puni di Ruteng Ditinggalkan Pedagang

47
0
SHARE
Pasar Rakyat Puni di Ruteng Ditinggalkan Pedagang

Keterangan Gambar : Pasar Rakyat Puni di Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Ruteng, Flores Pos — Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Manggarai, Venan Burhan, mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengevaluasi para pedagang yang berjualan di pasar rakyat.

Evaluasinya detail tentang aktivitas pedagang pada los dan kios di pasar tersebut. Hasilnya nanti memperlihatkan bahwa pedagang mana yang selama ini berjualan dan mana yang tidak. Kepada pedagang yang tidak berjualan, sudah pasti akan diberikan sanksi tegas.

Pernyataan ini tentu ada dasarnya. Dasarnya adalah banyak pedagang meninggalkan pasar rakyat yang dibangun tahun 2018 tersebut.

Baca berita terkait: Pedagang Pasar Puni di Ruteng Mesti Jaga Kebersihan

Bangunan gedung pasar tersebut terbilang megah dan modern, tetapi pemanfaatannya belum maksimal. Pantauan wartawan di Pasar Puni, Kelurahan Pau, Kecamatan Langke Rembong, Manggarai, Kamis (30/1/2020), suasananya sepi. Ratusan los tak berisi jualan. Kios yang ada pada bagian depan dan dalam bangunan tertutup rapat.

Bangunan besar sepi dari aktivitas berdagang masyarakat Kota Ruteng. Hanya ada beberapa pedagang yang setia berjualan dalam los dan kios, tetapi sepi pengunjung.

Aneka Alasan

Seorang warga, Lorens Batal, mengatakan, tidak tahu persis kenapa pedagang tidak lagi berjualan di pasar rakyat tersebut. Dulu banyak sekali pedagang berjualan, tetapi belakangan ini pedagang menghilang sehingga los dan kios pasar tersebut jadi kosong.

Apa yang terjadi, lanjutnya, merupakan kemunduran dan bukan kemajuan karena pasar malah tidak difungsikan secara maksimal sesuai dengan peruntukkannya.

"Bagi saya ini kemunduran. Mestinya pasar ini makin ramai dan penuh dengan aktivitas, bukan seperti sekarang malah sepi karena pedagang pergi. Mesti dicaritahu kenapa pedagang pergi," katanya.

Baca ulasan terkait: Pasar Rakyat Puni

Dikatakannya juga bahwa pedagang pergi apakah karena jualan tidak laku setiap hari atau ada masalah lain. Tetapi pada hakikatnya pedagang akan betah berjualan kalau jualannya laku, terjual.

“Kalau tidak, pedagang rugi dan sudah pasti akan pergi untuk mencari tempat jualan yang lebih baik. Apakah pedagang di pasar rakyat mengalami hal seperti itu? Hal itu yang perlu dicari tahu agar jalan keluar yang diambil tepat,” katanya.

Menurutnya, sebaiknya sekarang para pedagang diarahkan kembali berjualan di pasar rakyat. Perlu pendekatan-pendekatan lagi dengan memberi kemudahan kepada pedagang dalam berjualan.

“Keadaan ini tidak boleh dibiarkan karena hanya akan memberi kesan pasar ini mubazir,” katanya.

Sanksi untuk Pedagang

Sebelumnya, Kadis Perdagangan Kabupaten Manggarai, Venan Burhan, mengatakan, Pasar Puni dibangun untuk digunakan, bukan untuk tidak digunakan.

“Kita segera evaluasi detail semua pedagang di Pasar Rakyat Puni. Yang tidak berjualan dalam kurun waktu pasti akan dikenakan sanksi," katanya.

Masalah Pasar Rakyat Puni sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, Kadis Perindag Manggarai Venan Burhan memberikan pernyataan bahwa pedagang yang menempati los dan kios bisa diganti pedagang lain. Penggantian dilakukan bila   pedagang tidak berjualan dalam kurun waktu lama. Pengganti pedagang itu banyak karena daftar antre sangat banyak untuk menempati los dan kios yang ada.

Penulis: Christo Lawudin
Editor: Avent Saur