Home Sikka Pelajar SMP di Nita Tewas Gantung Diri

Pelajar SMP di Nita Tewas Gantung Diri

Korban Ke-16 Tahun 2019

479
0
SHARE
Pelajar SMP di Nita Tewas Gantung Diri

Keterangan Gambar : Ilustrasi jenazah.

Maumere, Flores Pos — Seorang pelajar pada salah satu SMP di Nita, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Emanuel Elfrando Mario Despito (15), ditemukan tewas gantung diri di rumah orang tua asuhnya di Dusun Tour Orin, Desa Nita, Kecamatan Nita, Senin (18/11) dini hari sekitar pukul 00.25 Wita atau pukul 24.25 Wita.

Apesnya, aksi nekat anak di bawah umur ini terjadi saat mama kandung masih berada di Hong Kong untuk mencari pekerjaan. Demikian rilis resmi yang diterima media ini dari Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang, Senin (18/11).

Baca juga: 600-an Orang, Jumlah Penderita Gangguan Jiwa di Kabupaten Sikka

“Pada Senin (18/11), sekitar pukul 24.25 Wita telah terjadi peristiwa gantung diri, bertempat di Dusun Tour Orin, Desa Nita, Kecamatan Nita. Korban bernama Emanuel Elfrando Mario Despito (15), seorang pelajar,” demikian Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang, Senin (18/11).

Kapolres mengakui bahwa korban sejak usia 2 tahun diasuh oleh saksi, Susana Sengsara. “Dua orang tua korban sudah lama berpisah, dan mama korban tinggal di Hong Kong, belum pernah pulang,” kata Kapolres.

Untuk mendalami kasus tersebut, lanjut Kapolres, penyidik telah meminta dan Mengembangkan keterangan dua saksi yakni orang tua asuh yang selama ini mengasuh korban Susana Sengsara (62), dan adik korban yakni Della Maria Anggriani (12).

Keterangan Saksi

Kapolres AKBP Rickson Situmorang menjelaskan kronologi kasus di mana awalnya sekitar pukul 23.30 Wita korban bersama saksi Susana Sengaraberjalan kaki membeli bensin di depan Kantor Desa Nita. Setelah membeli bensin, Susana bersama dengan korban kembali ke rumah dengan berjalan kaki dan tiba di rumah pukul 11.40 Wita.

“Namun setelah sepeda motor diisi dengan bensin oleh korban, sepeda motor korban tidak bisa hidup. Lalu korban marah-marah, kemudian korban mendorong sepeda motornya keluar rumah menuju jalan bersama Susana,” kata Kapolres.

Baca juga: Usai Minum Kopi, Kakek Warga Talibura Gantung Diri di Pohon Mete

Saat itu sudah malam, ketika keduanya mendorong motor tersebut di jalan menuju area depan Seminar Tinggi Ritapiret Nita. Karena sudah malam, Susana mengajak korban kembali pulang ke rumah, lalu korban dan Susana Sengsara kembali ke rumah sambil mendorong sepeda motornya.

“Setelah sampai di rumah, korban membanting dan membuang sepeda motornya sambil marah-marah dengan mengeluarkan kata-kata ‘saya bakar ini motor’, dan setelah korban masuk ke rumah, saksi kemudian memanggil adiknya di tetangga untuk membantu memasukkan sepeda motor ke dalam rumah,” kata Kapolres.

Setelah sepeda motor dimasukkan ke rumah, lanjut Kapolres, Susana melihat korban marah-marah sambil merebah. Karena korban marah-marah, Susana merasa takut, kemudian pergi bersama Dela Maria Anggraini menuju rumah tetangga.

Beberapa menit kemudian, lanjut Kapolres, Susana bersama saksi Dela Maria Anggraini pulang ke rumah, dan sampai di rumah saksi Dela Maria membuka pintu lalu melihat korban tergantung di depan pintu kamar, tepatnya di kosen pintu rumah dengan menggunakan tali (sabuk) warna hijau.

“Melihat hal itu, Susana melepaskan ikatan tali tersebut, dan kondisi korban sudah meninggal. Saksi meminta bantuan tetangga untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Nita,” kata Kapolres.

Kapolres menjelaskan pihak polisi telah melakukan beberapa tindakan terkait kasus itu di antaranya melakukan olah TKP yang dilakukan tim identifikasi bersama dengan Kanit Reskrim Nita.

“Dari hasil TKP terdapat jeratan di leher dan tidak terdapat kekerasan

di tubuh korban. Polisis membawa korban ke RSUD Maumere untuk divisum, visum et repertum,” katanya.

Kasus Ke-16

Media ini mencatat bahwa kasus bunuh diri merupakan kejadian yang ke-16 selama periode Januari hingga 18 November 2019 ini. Dari 16 kasus ini, 3 di antaranya merupakan anak di bawah umur.

Baca juga: Pelayanan Kesehatan Jiwa di NTT Belum Memadai

Media ini juga mencatat bahwa dengan kasus terbaru di Nita ini, maka dalam dua hari terakhir ada dua warga Sikka yang mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan diri.

Sebelumnya, pada Sabtu (16/11) lalu, warga Bratamenik, Dusun Blidit, Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Petrus Polus Pulang (59) ditemukan meninggal akibat gantung diri di pondok miliknya di Daenapan, Desa Natarmage, Sabtu (16/11) sekitar pukul 04.00 Wita.

Penulis: Wall Abulat
Editor: Avent Saur