Home Flores Timur Pembangunan 3 RKB SDN Lamaole Belum Rampung, Masyarakat Lewotanaole Mengeluh

Pembangunan 3 RKB SDN Lamaole Belum Rampung, Masyarakat Lewotanaole Mengeluh

Penulis: Frans Kolong Muda / Editor: Elton Wada

716
0
SHARE
Pembangunan 3 RKB SDN Lamaole Belum Rampung, Masyarakat Lewotanaole Mengeluh

Keterangan Gambar : Ketua BPD Desa Lewotanaole, Yoseph Gawitena Gapun


Larantuka, Flores Pos — Pelaksanaan pembangunan 3 gedung ruang kelas baru (RKB) SDN Lamaole, yang sudah dimulai sejak Juli 2018 hingga memasuki Juli 2020 belum juga rampung. Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lewotanaole, Yoseph Gawitena Gapun sekaligus perwakilan orang tua/wali murid sekolah itu, kepada Flores Pos, Selasa (14/7/2020) pukul 14.22 WITA.

Melalui telepon seluler, Gawitena mengaku bahwa dirinya telah beranjak dari Lewotanaole menuju lokasi bukit komunikasi Heri Pigan yang berjarak 3 Km dari kampungnya hanya untuk mendapatkan signal Telkomsel. Upaya ini dilakukan Gawitena agar persoalan terkait pembangunan tersebut segera dipublikasikan media ini dan diketahui Pemerintah Kabupaten, dalam hal ini Dinas PKO Flotim.

Mewakili orang tua/wali murid, Gawitena mengeluh bahwa kegiatan pembangunan 3 RKB SDN Lamaole yang dibiayai Dana Alokasi Khusus Pendidikan, Tahun Anggaran 2018 berjalan molor. Bahkan hingga pemutasian Kepala SDN Lamaole, David Tukan menuju tempat tugas baru di SDK Lamawohong pada awal Juli 2020, pembangunan tersebut belum selesai 100 persen.

Baca juga: Aliansi Pemuda Progresif Flores Timur Gelar Demo di Kantor Bupati dan DPRD

"Sangat wajar kami mengeluh karena memasuki dua tahun terkahir, pembangunan fisik gedung baru SDN Lamaole belum juga rampung. Ada 3 RKB yang dibangun sekitar Juli 2018. Namun sampai Juli 2020 sejumlah item pekerjaan seperti pemasangan lantai keramik, daun pintu ruangan kelas, dan sejumlah daun pintu jendela belum juga selesai," katanya.

Gawitena pun mempertanyakan alasan di balik pembangunan RKB yang belum selesai dibangun tersebut. Pembangunan RKB, katanya, dikerjakan secara swakelola menggunakan dana bantuan pemerintah bernilai ratusan juta rupiah. Karena itu, masyarakat meminta Dinas PKO Flotim agar segera terjun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan terkait kemajuan pembangunan fisik tersebut.

Harapan Lain

Selain mengeluh soal pembangunan RKB tersebut, Gawitena juga mengharapkan agar Pemkab Flotim melalui Dinas PU segera melanjutkan proyek pembangunan jalan aspal dari Lamawohong-Lewotanaole. Pasalnya, proyek jalan sepanjang 5,1 Km menuju perkampung udik Lewotanaole itu belum selesai dikerjakan. Hal ini karena proyek jalan tersebut telah ditinggalkan kontraktor PT. Dirgahayu Maumere pada 2019 lalu.

Selain itu, katanya, Pemkab Flotim juga telah melalukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan perusahaan konstruksi jalan. Hal itu terjadi karena sudah memasuki 2 tahun anggaran, pekerjaan pengaspalan tidak mampu diselesaikan. Padahal progres fisik pengaspalan jalan, baru berlangsung sepanjang 3,5 Km dan berhenti karena alasan rumitnya medan terutama di lokasi tikungan Heri Pigan.