Home Nagekeo Pemda Belum Beli Beras Petani, Ketua DPRD: Kami Akan Panggil untuk Rapat Kerja

Pemda Belum Beli Beras Petani, Ketua DPRD: Kami Akan Panggil untuk Rapat Kerja

Penulis: Risa Roga/ Editor: Arsen Jemarut

240
0
SHARE
Pemda Belum Beli Beras Petani, Ketua DPRD: Kami Akan Panggil untuk Rapat Kerja

Keterangan Gambar : Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo, Marselinus F. Ajo Bupu.


Mbay, Flores Pos — Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Marselinus F. Ajo Bupu menyatakan bahwa DPRD Nagekeo akan kembali melakukan rapat kerja dengan Pemerintah Kabupaten Nagekeo untuk membahas rencana Pemda Nagekeo membeli beras petani seharga Rp 12.000.

Hal tersebut disampaikan Marselinus F. Ajo Bupu, Kamis (21/5/2020).

Baca jugaHujan Angin di Mbay Robohkan Tanaman Padi

"Setelah banyak menerima keluhan masyarakat  bahwa hingga saat ini rencana pembelian beras oleh Pemda Nagekeo seharga Rp 12.000 belum terrealisasi, sementara harga beras di pasaran hanya berkisar Rp 8.000 samapi Rp 9000 rupiah, maka DPRD akan kembali lakukan rapat kerja dengan pemerintah," katanya.

Seli Ajo menegaskan bahwa keputusan untuk mengamankan stok pangan daerah telah dibahas bersama dalam rapat bersama Forkompimda beberapa waktu yang lalu.

Baca jugaBeras Petani Mbay Menumpuk, Bulog Siap Beli Rp 8.300

"Saat itu, kami membahas cara mengantisipasi dampak sosial ekonomi dari pandemi covid ini. Salah satu cara yang disepakati adalah mengamankan stok pangan daerah. Anggaran hasil rasionalisasi sejumlah 30,5 miliar rupiah, termasuk untuk membeli beras petani, demi mengamankan stok pangan daerah," paparnya.

Seli Ajo melanjutkan bahwa pihaknya berkomitmen agar beras petani di Nagekeo tidak perlu dijual ke luar daerah demi menjaga ketersediaan pangan daerah. Karena itu disepakati bahwa Pemda Nagekeo akan membeli beras masyarakat.

Baca jugaHujan Angin di Mbay Robohkan Tanaman Padi

"Namun, berdasarkan kenyataan bahwa sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari kesepakatan tersebut, maka secepatnya DPRD Nagekeo akan kembali melakukan rapat kerja dengan pemerintah untuk membahas hal tersebut. Terlebih karena saat ini, harga beras di pasaran tidak menguntungkan petani," tegasnya.*