Home Lembata Pemda Lembata Akan Kaji Surat Edaran Gubernur NTT Jika Rapid Test Reaktif Meningkat

Pemda Lembata Akan Kaji Surat Edaran Gubernur NTT Jika Rapid Test Reaktif Meningkat

Penulis: Maxi Gantung / Editor: Avent Saur

138
0
SHARE
Pemda Lembata Akan Kaji Surat Edaran Gubernur NTT Jika Rapid Test Reaktif Meningkat

Keterangan Gambar : Bupati Lembata , Eliaser Yentji Sunur memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Desa Dulitukan, Kecamatan Ile Ape pada Sabtu (20/6/2020).


Lewoleba, Flores Pos — Pemerintah Kabupaten Lembata akan mengkaji kembali Surat Edaran Gubernur NTT tentang bukanya akses transportasi darat, laut, dan udara di seluruh wilayah NTT termasuk Kabupaten Lembata. Dalam surat edaran tersebut, para pelaku perjalanan tidak perlu melakukan rapid test.

Dengan adanya Surat Edaran Gubernur NTT, para pelaku perjalanan mulai berdatangan ke Lembata dan bepergian keluar Lembata.

10 Orang Reaktif

Belum lama ini, sejumlah 77 pelaku perjalanan yang menggunakan KMP Feri Ile Mandiri datang dari Kupang dan turun di Pelabuhan Feri Waijarang, Lembata. Setelah mengikuti rapid test, 8 orang dinyatakan reaktif.

Hal ini dikatakan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur kepada wartawan usai pembagian bantuan langsung tunai tahap 2 dan tahap 3 untuk warga di 16 desa, Kecamatan Ile Ape pada Sabtu (20/6/2020). Pembagian BLT dipusatkan di Desa Dulitukan.

Bupati Sunur mengatakan bahwa dari Lembata, KMP Feri Ile Mandiri melanjutkan perjalanan lagi ke Solor, Larantuka, dan kembali lagi ke Lewoleba.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Lembata, katanya, melakukan rapid test terhadap penumpang yang turun di Pelabuhan Waijarang di Lembata. Setelah rapid test, dua orang dinyatakan reaktif.

“Itu artinya sudah ada 10 orang reaktif dari klaster KMP Ile Mandiri,” tuturnya.

Karena itu, lanjut Bupati Sunur, Pemerintah Kabupaten Lembata akan mengkaji kembali Surat Edaran Gubernur N'IT jika hasil rapid test reaktif para pelaku perjalanan yang datang ke Lembata terus meningkat.

“Jika hasil rapid test reaktif terus meningkat, kita akan kaji kembali surat edaran tersebut. Kita akan rekomendasikan agar akses transportasi ada batasnya,” tegasnya.

Bupati Sunur juga meminta Pemerintah Provinsi NTT agar menyediakan anggaran untuk melakukan rapid test bagi para pelaku perjalanan.

Lembata, katanya, merupakan kabupaten yang masih hijau covid-19. Belum ada kasus positif virus corona. “Kita mesti jaga agar Lembata tetap daerah hijau,” katanya.*