Home Manggarai Pemkab Manggarai Mendapat Bantuan Mesin Tes TBC dan Virus Corona

Pemkab Manggarai Mendapat Bantuan Mesin Tes TBC dan Virus Corona

Penulis: Christo Lawudin / Editor: Anton Harus

137
0
SHARE
Pemkab Manggarai Mendapat Bantuan Mesin Tes TBC dan Virus Corona

Keterangan Gambar : Bupati Manggarai, Deno Kamelus.


Ruteng, Flores Pos — Pemerintah Kabupaten Manggarai berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur karena tahun 2020 ini atas pemberian bantuan mesin tes cepat penyakit TBC dan virus corona. Mesin tersebut akan diberikan ke RSUD Ruteng.

Hal itu disampaikan Bupati Manggarai Deno Kamelus dalam laporan resminya kepada Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam kunjungan kerjanya di Reo pada Rabu (24/6/2020).

Gubernur Lasikodat berada di Reo dalam rangkaian kunjungan kerja di Manggarai raya dalam beberapa hari belakangan ini.

Bupati Deno mengatakan, pihaknya telah mendapat informasi dari Dinas Kesehatan Pemprov NTT bahwa Manggarai mendapat satu mesin canggih.

Mesin ini berfungsi untuk mengetes secara cepat penyakit TBC dan virus corona. Bantuan itu sudah pasti sangat dibutuhkan di Manggarai.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Pemprov atas bantuan mesin tes TBC dan virus corona. Alat itu akan diberikan ke RSUD Ruteng," katanya.

Adanya mesin tes tersebut sangat membantu masyarakat Manggarai. Untuk tes akurat TBC dan virus corona, sampel tes tidak harus dibawa ke Kupang atau tempat lainnya guna memastikan penyakit yang diderita warga. Pengetesan bisa dilakukan di RSUD Ruteng dan hasilnya bisa cepat diketahui, tidak menunggu waktu lama seperti terjadi selama ini.

Penderita Jantung Tinggi

Selain masalah TBC dan virus corona, Bupati Deno juga melaporkan tentang penyakit jantung yang terbilang cukup tinggi diderita masyarakat Manggarai.

Menurutnya, tiada hari tanpa pasien sakit jantung masuk dan keluar RSUD Ruteng. Datanya paling sedikit 10 orang masuk rumah sakit dengan keluhan sakit jantung.

Pemkab Manggarai berencana akan melengkapi pelbagai sarana di rumah sakit untuk pelayanan penderita sakit jantung sehingga bisa menjadi tempat rujukan di Flores. Program itu telah didukung dengan adanya dua dokter spesialis jantung di RSUD Ruteng.

Merespons laporan Bupati Deno, Gubernur Laiskodat mengatakan bahwa program harus fokus dalam perencanaan dari waktu ke waktu. Tidak perlu terlalu banyak, tetapi hasilnya tidak maksimal nanti.

Kalau mau urus sakit jantung, lanjutnya, maka fokus ke situ dahulu sampai tuntas sehingga RSUD Ruteng menjadi satu-satunya menjadi tempat rujukan di Flores.

"Kita urus satu-satu dahulu. Tidak perlu kita ambil semua. Kalau urus jantung, fokus dahulu ke sana. Jangan terlalu banyak seperti mau urus juga sakit orang dengan gangguan jiwa, nanti kita bisa pusing sendiri," katanya.*