Home Manggarai Pemkab Manggarai Raih Sertifikat Eliminasi Malaria dari Kementerian Kesehatan

Pemkab Manggarai Raih Sertifikat Eliminasi Malaria dari Kementerian Kesehatan

Penulis: Christo Lawudin / Editor: Anton Harus

125
0
SHARE
Pemkab Manggarai Raih Sertifikat Eliminasi Malaria dari Kementerian Kesehatan

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, dr. Yulianus Weng.


Ruteng, Flores Pos — Pemerintah Kabupaten Manggarai kembali meraih prestasi. Terkini prestasinya adalah mendapat sertifikat eliminasi malaria dari Kementerian Kesehatan.

Prestasi itu hanya didapat Kabupaten Manggarai dari 21 kabupaten dan kota di NTT dan satu kabupaten dari lima provinsi di Indonesia Timur seperti Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Barat, dan NTT dengan kasus malaria tertinggi.

Kepada wartawan di Ruteng, Kamis (2/7/2020), Bupati Manggarai Deno Kamelus mengatakan, pihaknya baru mendapat laporan dari Dinas Kesehatan Manggarai bahwa akan mendapat sertifikat bebas malaria dari Pemerintah Pusat dari Kementerian Kesehatan.

Penetapan untuk mendapatkan sertifikat eliminasi malaria ditetapkan secara nasional belum lama ini. Untuk sampai pada titik itu, prosesnya panjang dan rumit yang dilakukan Kemenkes RI bersama WHO untuk seluruh Indonesia dengan kasus malaria tinggi.

"Saya baru mendapat laporan dari Dinas Kesehatan bahwa Manggarai mendapat sertifikat eliminasi malaria. Nanti sertifikat diserahkan resmi ke Pemkab. Bagi saya ini kinerja positif yang merupakan hasil dari by desain dan by planning yang konsisten dilaksanakan," katanya.

Penuhi Aneka Indikator

"Prestasi ini merupakan penilaian atas kinerja positif dalam menangani malaria mulai dari tindakan preventif dan promotif hingga kuratif. Paling penting adalah tumbuhnya perilaku hidup sehat dari malaria," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, dr. Yulianus Weng mengatakan, untuk sampai pada titik mendapatkan sertifikat, ada banyak indikator penilaian seperti tiga indikator kunci dan sebelas indikator dokumen.

Dari pelbagai indikator itu, lanjutnya, Manggarai dinilai memenuhi semua syarat seperti dalam hal slide rate parasite (SRP) di bawah 5 persen, annual parasite incidence (API) satu per seribu penduduk, dan tidak ada penularan malaria selama tiga tahun berturut-turut.

"Tim Kemenkes tidak hanya menilai dokumen-dokumen, tetapi juga turun ke puskesmas-puskesmas. Yang dijadikan tempat penilaian adalah Puskesmas Reo dan Puskesmas Wangko serta RSUD Ruteng," katanya.

Menurut Weng, untuk tiga indikator utama, Manggarai berada di bawah standar yang ditentukan. Datanya, untuk SRP tahun 2016 dengan nilai 0,31, tahun 2017  nilai 0,12, tahun 2018 nilai 0,13, dan tahun 2019 nilai 0,13.

Untuk API, katanya, tahun 2016 nilai 0,19, tahun 2017 nilai 0,07, tahun 2018 nilai 0,08, dan tahun 2019 nilai 0,06. Pencapaian semua di bawah lima persen sehingga layak mendapat sertifikat eliminasi malaria.

Kadis Weng juga mengatakan, apa yang dicapai itu bukan hasil kerja satu orang, melainkan banyak orang mulai dari masyarakat, para petugas di puskesmas, Dinas Kesehatan, Pemkab, Pemprov, hingga pemerintah pusat.

"Tanpa kerja keras bersama dan dukungan nyata pelbagai elemen, kita sulit meraih keberhasilan ini. Yang paling penting Manggarai bisa bebas dari malaria," katanya.*