Home Nagekeo Penyebab Kebakaran Ruang Farmasi RSD Aeramo, Polres Nagekeo Tunggu Hasil Forensik

Penyebab Kebakaran Ruang Farmasi RSD Aeramo, Polres Nagekeo Tunggu Hasil Forensik

Penulis: Risa Roga / Editor: Elton Wada

306
0
SHARE
Penyebab Kebakaran Ruang Farmasi RSD Aeramo, Polres Nagekeo Tunggu Hasil Forensik

Keterangan Gambar : Kepala Satuan Reskrim Polres Nagekeo, Iptu Mahdi Dejan Ibrahim.


Mbay, Flores Pos  Pasca peristiwa kebakaran ruang farmasi dan ruang rawat jalan RSD Aeramo, Sabtu (9/5/2020) lalu, pihak Polres Nagekeo hingga saat ini masih menunggu hasil forensik dari Pihak Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri di Denpasar, Bali.

Seperti diberitakan Flores Pos 9 Mei 2020, peristiwa kebakaran yang terjadi pukul 03.30 Wita dini hari tersebut mengakibatkan persediaan obat-obatan rumah sakit terbakar habis, termasuk alat rapid test dan sejumlah obat-obatan emergensi.

Baca juga: Ruang Farmasi RSD Aeramo Terbakar, Alat Rapid Test Ludes

Terkait hasil forensik, Kepala Satuan Reskrim Polres Nagekeo, Iptu Mahdi Dejan Ibrahim, Kamis (17/9/2020) mengatakan bahwa sebelumnya, pihaknya telah melakukan olah TKP lanjutan pada Senin (18/5/2020) untuk mengumpulkan bukti-bukti yang akan dikirimkan ke Denpasar.

"Sampai saat ini kami masih menunggu hasil forensik dari Puslabfor Polri di Denpasar. Seharusnya hasilnya sudah dapat diambil, tetapi karena kendala biaya dan pandemi covid-19, maka sampai saat ini hasil tersebut belum kami kantongi," ujarnya.

Iptu Mahdi Dejan menyatakan bahwa jika kondisi telah memungkinkan, pihaknya akan segera mengambil hasil tersebut untuk kemudian ditindaklanjuti.

Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Nagekeo, Antonius Moti, mengharapkan agar dalam waktu dekat, hasil forensik tersebut dapat diperoleh Polres Nagekeo.

Baca juga: Polres Nagekeo Minta Keterangan Saksi Kebakaran RSD Aeramo

"Kami mengapresiasi kerja Polres Nagekeo dan percaya bahwa Polres Nagekeo bekerja profesional serta mampu mengungkapkan penyebab kebakaran pada RSD Aeramo. Namun kami harapkan agar persoalan ini segera menjadi terang. Sebab selama ini masyarakat bertanya-tanya tentang penyebab pasti kebakaran tersebut," ujarnya.

Anton Moti mengatakan bahwa karena kasus tersebut belum selesai, dua fasilitas berupa ruang farmasi dan ruang rawat jalan tersebut belum dapat dimanfaatkan kembali.

"Hingga saat ini, ruang-ruang tersebut belum dapat diperbaiki untuk dimanfaatkan kembali. Selain itu, suasana di sekitar TKP tersebut menjadi tidak kondusif dan tidak estetis sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan masyarakat yang berkunjung," katanya.

Anton Moti menegaskan bahwa pihaknya sangat berharap agar kasus tersebut segera terungkap.

"Sebagai wakil rakyat, kami memberikan dukungan kepada Polres Nagekeo dan pihak-pihak terkait lainnya untuk mengungkapkan penyebab pasti kebakaran tersebut. RSD Aeramo adalah milik masyarakat. Kita wajib bertanggung jawab kepada masyarakat. Masyarakat berhak mendapatkan jawaban dan jika terdapat hal-hal yang tidak benar, hal tersebut harus diungkapkan kepada publik," tutupnya.*