Home Ngada Pesta Malam Hari dan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Dilarang di Ngada

Pesta Malam Hari dan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Dilarang di Ngada

Penulis: Wim de Rozari / Editor: Elton Wada

5,858
0
SHARE
Pesta Malam Hari dan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Dilarang di Ngada

Keterangan Gambar : Bupati Ngada Paulus Soliwoa, Dandim 1625 Ngada Letkol Czi Luqman Nur Hakim, Kapolres Ngada, AKBP Rio Cahyowidi, S.I.K,M.I.K, Ketua Pengadilan Negeri Bajawa Herbert Harefa dan Sekda Ngada Theodosius Yosefus Nono ketika mengikuti rapat di Satgas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Ngada, Sabtu (12/9/2020)


Bajawa, Flores Pos — Satuan Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Ngada secara resmi melarang pelaksanaan acara pesta pada malam hari dan pembelajaran tatap muka yang sudah mulai dilaksanakan di sekolah-sekolah.

Hal tersebut disampaikan Satgas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Ngada yang juga Bupati Ngada Paulus Soliwoa dalam rapat bersama di Posko Satgas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Ngada yang berlokasi di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) Kabupaten Ngada, Sabtu (12/9/2020).

"Tidak ada pesta pada malam hari lagi dan siang hari pun harus ikut protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker. Bapak Kapolres juga tidak akan mengeluarkan izin keramaian pada malam hari dalam kondisi seperti ini," ungkap Bupati Ngada.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa jumlah sampel swab yang dikirim saat ini cukup banyak. Hasil negatif, tentu sangat diharapkan. Selain itu kewaspadaan, katanya, perlu menjadi hal utama. Karena itu, penerapan protokol kesehatan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh sehingga Kabupaten Ngada tetap menjadi kabupaten yang bebas dari covid-19.

Pelaksanaan Pilkada 2020 yang bertepatan dengan pandemi covid-19 mengharuskan pula koordinasi dengan penyelenggara pemilu dan pengawas Pemilu yakni KPU dan Bawaslu sehingga tidak ada lagi klaster Pilkada yang menimpa warga Kabupaten Ngada.

Selain dilarang melakukan pesta pada malam hari, bupati juga meminta agar pelaksanaan pembelajaran tatap muka di kelas diberhentikan sementara karena kondisi Kabupaten Ngada belum kondusif dari covid-19. Pasalnya banyak sampel swab yang sudah dikirim dan juga akan dikirim.

Baca juga: 30 Sampel Swab sudah di Kupang: 131 Orang di Bajawa Menunggu Antrian

"Jangan dahulu ada tatap muka di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Ngada ini. Nanti akan disampaikan kemudian bila sudah mulai aman,"katanya.

Posko-posko perbatasan, katanya, akan segera diaktifkan guna memantau dan mengawasi pelaku perjalanan. Namun hal itu, katanya. tidak berarti dilakukan penutupan atau lockdown.

ASN eselon 4 dan staf yang tetap bekerja dari rumah sejumlah 50% dan yang bekerja di kantor sejumlah 50%. Dalam bekerja mereka mesti mengikuti pedoman shift yang diatur oleh masing-masing pimpinan sampai waktu yang belum ditentukan. Sedangkan untuk eselon 2 dan 3 tetap masuk bekerja dengan tambahan tugas di Posko Satgas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Ngada.

Dalam rapat itu juga, Tedy Nono melaporkan bahwa pihaknya telah melakukan tracing dengan orang-orang yang melakukan kontak erat dengan pasien covid-19 asal Ngada yang saat ini dirawat di salah satu Rumah Sakit di Kupang, berkoordinasi dengan Forkopimda, dan menyampaikan informasi tentang protokol kesehatan.

Pengambilan sampel swab juga akan dilakukan untuk mereka yang melakukan perjalanan dari zona merah dan untuk mereka yang terlibat kontak erat dengan pasien covid-19 di Kabupaten Manggarai.

Hadir dalam rapat itu Dandim1625 Ngada Letkol Czi Luqman Nur Hakim, Kapolres Ngada, AKBP Rio Cahyowidi , S.I.K,M.I.K, Ketua Pengadilan Negeri Bajawa Herbert Harefa dan Sekda Ngada Theodosius Yosefus Nono serta segenap pemimpin perangkat daerah Kabupaten Ngada.