Home Feature Petani Desa Hewa Beralih dari Pertanian Lahan Kering ke Sawah (2)

Petani Desa Hewa Beralih dari Pertanian Lahan Kering ke Sawah (2)

Penulis: Wentho Eliando / Editor: Amandus Klau

618
0
SHARE
Petani Desa Hewa Beralih dari Pertanian Lahan Kering ke Sawah (2)

Keterangan Gambar : Petani sawah Kelompok Tani (Poktan) Rii Anak sedang memisahkan bulir padi dari jerami di lahan persawahan di Desa Hewa, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flotim. Gambar diambil pada Sabtu (18/7/2020).

Semangat petani Desa Hewa untuk membuka lahan sawah, mengolah, dan merawat hingga memanen kian menggebu. Bahkan, mereka mempunyai cita-cita besar untuk menjadikan Desa Hewa sebagai produsen dan penyuplai beras organik di wilayah Kecamatan Wulanggitang khususnya dan Kabupaten Flotim umumnya.

Kelompok tani Ayu Tani dan KRKP bergandengan tangan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Helero untuk menjadi penyuplai beras organik dari para petani sawah Desa Hewa. Para petani Ayu Tani dan KRKP membangun komitmen dan kerja sama jangka panjang terkait pengelolaan, pengembangan produksi padi berkelanjutan, dan pemasaran bersama.

“Kami sudah membicarakan pemasaran bersama beras hasil produksi persawahan ini. Saya adalah salah satu petani yang akan menjual langsung ke BUMDes Hewa,” kata Matheus Boli Uran, petani Poktan Rii Anak, diamini Yosef Benyamin yang adalah Ketua BUMDes Helero Desa Hewa.

Mengenai pemasaran bersama, beras yang dijual oleh para petani ke BUMDes nanti dikemas secara baik oleh BUMDes Helero, Desa Hewa, melalui pendampingan Ayu Tani dan KRKP. Segala sesuatu yang berkaitan dengan itu sudah disiapkan dengan baik oleh Ayu Tani, mulai dari model dan pola pemasaran hingga administrasi pembukuan petani dan pegawai BUMDes.

Baca juga: Petani Desa Hewa Beralih dari Pertanian Lahan Kering ke Sawah (1) 

“Sudah ada komitmen bersama dengan BUMDes Hewa untuk membeli dan memasarkan beras organik ini. Petani jual beras ke BUMDes dan BUMDes memasarkan keluar dalam bentuk kemasan dan lainnya. Kami sedang menyiapkan semua hal, termasuk kemasan,” kata Direktur Ayu Tani Kabupaten Flotim, Thomas Uran, saat ditemui di Desa Hokeng Jaya, Kecamatan Wulanggitang, Senin (20/7/2020).

Ketua BUMDes Helero Desa Hewa, Yosef Benyamin, mengatakan BUMDes tersebut dibentuk pada tahun 2018 dan mulai bergerak dalam kegiatan usaha pada tahun 2019 lalu. Kegiatan usahanya terdiri dari pertanian, pariwisata, pengadaan barang, dan perkiosan. Saat ini, BUMDes Helero lebih fokus di bidang pertanian, mengingat masyarakat setempat umumnya adalah petani.

Selain mayoritas masyarakat Desa Hewa adalah petani, BUMDes Helero juga melihat besarnya peluang pengembangan dan prospek usaha, terutama lahan tidur dan lahan kering yang belum digarap dan dikelola menjadi lahan sawah secara optimal.

“Yang kami bangun sekarang adalah pemasaran bersama para petani beras organik ke BUMDes Helero. Beras organik dari petani kami beli dengan harga Rp10.000 per kilogram. Kemudian kami kemas lagi secara baik dan kami pasarkan ke luar dengan nama ‘Beras Helero’. Beras produksi petani ini dipasarkan ke luar melalui satu pintu, yakni melalui BUMDes dengan harga Rp12.000 per kilogram,” katanya.

Selain memasarkan hasil produksi beras petani, kata Yosef Benyamin, BUMDes Helero membangun kerja sama dengan Ayu Tani dan KRKP melalui mitranya menjadi penyedia obat-obatan, pupuk, dan peralatan pertanian ramah lingkungan.

“Untuk sediakan pupuk, obat-obatan pertanian, dan benih, kami bekerja sama dengan PT. WISH Indonesia. Kerja sama yang dijalankan adalah BUMDes menjadi mitra pemasaran pupuk, obat-obatan, dan peralatan pertanian lainnya,” katanya.

Ke depan, kata Yosef Benyamin, BUMDes Helero akan membangun koordinasi dan komunikasi dengan petani dan pemerintah desa yang difasilitasi oleh Ayu Tani. Para petani dikoordinasi untuk menggarap lahan tidur dan lahan kering yang belum dikelola, agar mulai digarap oleh para petani serta oleh BUMDes sendiri.

Berbagai komitmen kemitraan petani, BUMDes Helero, Ayu Tani, KRKP tersebut mendapat respons baik dan dukungan dari Pemerintah Desa Hewa. Kepala Desa Hewa, Maria Herenggeka Niron, ketika ditemui di kediamannya, Senin (20/7/2020), mengatakan Pemerintah Desa Hewa mendukung rencana tersebut.

Terkait kemitraan tersebut, jelas Maria Niron, BUMDes Helero sudah berkomunikasi dengan Pemerintah Desa. “Pemerintah Desa Hewa mendukung dan merekomendasikan BUMDes menjadi pembeli beras petani untuk memasarkan ke luar dan menjadi penyedia obat-obatan pertanian. Sebagai pemerintah desa, kami berharap Ayu Tani dan mitra kerjanya membantu pemasaran ke luar daerah.”

Sekretaris Desa Hewa, Klaudius Lein Kei, menambahkan, unit usaha pertanian BUMDes Helero lainnya adalah penyediaan pupuk dan obat-obatan pertanian. BUMDes Helero membangun kerja sama dengan Ayu Tani menjadi pembeli beras organik dari para petani sawah Desa Hewa.

Selain itu, sedang dibangun pula BUMDes Helero menjadi penyedia atau penyalur obat-obatan dan pupuk pertanian dari PT. WISH Indonesia, mitra kerja Ayu Tani dan KRKP. “Kami upayakan agar semua lahan tersebut diolah, baik oleh petani maupun pemilik lahan. Desa Hewa siap menjadi produsen dan penyuplai beras di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flotim, dan daerah luar,” katanya.

Cerita dan komitmen kemitraan yang dibangun antara petani padi persawahan, BUMDes Helero Desa Hewa, Ayu Tani, KRKP dan mitra kerjanya PT. WISH Indonesia menjadi bagian penting dan mendasar dari berpikir dan bekerja cerdas. Cerita dan komitmen menjadi proses dan cara mumpuni membangun kesadaran kolektif; ketahanan, dan kedaulatan pangan.* (Habis).