Home Nagekeo Petani Tagih Janji Pemda Nagekeo terkait Pembelian Beras, Ini Sikap DPRD Nagekeo

Petani Tagih Janji Pemda Nagekeo terkait Pembelian Beras, Ini Sikap DPRD Nagekeo

Penulis: Risa Roga/ Editor: Arsen Jemarut

172
0
SHARE
Petani Tagih Janji Pemda Nagekeo terkait Pembelian Beras, Ini Sikap DPRD Nagekeo

Keterangan Gambar : Salah satu titik di areal persawahan KM 1.6 Tengah Aeramo yang roboh dihantam hujan angin yang melanda Kota Mbay, Senin-Selasa (18-19 /05/2020).


Mbay, Flores Pos — Emanuel Tema, salah seorang petani di Aeramo menyatakan bahwa petani di Mbay sedang berada dalam dillema, hendak menjual berasnya dengan harga murah dengan resiko tidak mendapatkan untung atau malah merugi, atau menahan padinya agar kelak dibeli pemerintah seharga Rp 12.000, seperti janji yang diucapkan di berbagai media.

Baca jugaHujan Angin di Mbay Robohkan Tanaman Padi

"Tetapi baru-baru ini, kami mendengar kabar bahwa waktu pembelian beras petani tersebut belum pasti, sebab pemda masih memiliki cadangan beras sejumlah 180 ton. Perlu sistem yang berbelit untuk kemudian membeli beras petani. Kalau memang benar kenyataannya, mengapa harus dibicarakan, seolah-olah memberikan janji manis yang tak ada isinya bagi petani," katanya getir.

Emanuel berharap agar DPRD Nagekeo tidak tinggal diam menyikapi hal tersebut. "Para wakil rakyat tolong bersuara. Pertanyakan kapan beras kami dibeli atau bagaiman caranya agar kami tidak merugi. Sebab semua harga barang melambung tetapi harga beras milik rakyat malah menurun harganya," ungkapnya.

Baca jugaCamat Aesesa Selatan Jelaskan Soal Perdebatan P2T2 dengan Petugas Posko Desa

Menaggapi hal tersebut, Anggota DPRD Nagekeo Syarif Karangaseng menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan rapat kerja dengan Pemda Nagekeo untuk membahas hal tersebut.

"Kami sudah mempertanyakan soal rencana pembelian beras tersebut dan pihak pemerintah menyatakan bahwa mereka perlu membentuk tim dan menunjuk OPD yang menangani pembelian beras tersebut yaitu Dinas Pangan. Selanjutnya soal harga beli juga harus dianalisis, dengan mempertimbangkan Harga Pokok Produksi," ungkapnya.

Namun demikian Syarif menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nagekeo untuk memastikan terwujudnya hal tersebut.*