Home Sikka PMKRI Desak Polri Tangkap dan Adili Ustaz Abdul Somad

PMKRI Desak Polri Tangkap dan Adili Ustaz Abdul Somad

2,031
0
SHARE
PMKRI Desak Polri Tangkap dan Adili Ustaz Abdul Somad

Keterangan Gambar : PMKRI St. Thomas Morus Maumere, Kabupaten Sikka menggelar aksi demonstrasi, Senin (19/8/2019).

 

Puluhan anggota dan Pengurus PMKRI St. Thomas Morus Maumere, Kabupaten Sikka, mendesak Polri menangkap dan mengadili Ustad Somad yang dinilai menghina agama Katolik sebagai.

Desakan untuk menangkap dan mengadili Ustad Somad ini tertulis secara menyolok dalam sebuah poster yang dibawa serta PMKRI saat berdemonstrasi di beberapa ruas jalan di Kota Maumere dan di Mapolres Sikka.

Disaksikan media ini, dalam orasi sepanjang rute yang dilalui dan saat berunjuk rasa di Mapolres Sikka, yang disampaikan secara bergantian oleh Ketua Presidium PMKRI Marianus Fernandez, Koordinator Lapangan Yakobus Tonce Horang, dan Presiden Gerakan Kepramukaan Filipus Koko Pati, serta beberapa orator lainnya, PMKRI menyampaikan tiga tuntutan:

Pertama, mendesak Polres Sikka segera menetapkan Abdul Somad sebagai tersangka. Kedua, mendesak Polres Sikka segera menangkap dan menahan Ustaz Somad yang telah melakukan tindak pidana penistaan agama dengan melakukan pelecehan terhadap simbol umat Nasrani dan menyulut perepecahan keutuhan berbangsa dan bernegara. Ketiga, meminta Presiden RI konsisten dengan ucapannya, ‘tidak ada tempat untuk kaum intoleran’.

Bakar Ban

Sementara dalam pernyataan sikap, PMKRI menjelaskan bahwa aksi dan tuntutan mereka berkaitan dengan viralnya video pengajian Ustaz Somad yang tersebar di media sosial berjudul, “Hukum Meliat Salib” yang berdurasi 1 menit 54 detik, yang memuat materi hujatan dan penghinaan terhadap simbol keagamaan umat Katolik. Dalam video itu, Ustaz Somad bertanya (membaca pertanyaan di kertas):

“Apa sebabnya Ustaz, melihat salib menggigil hati saya? Jawab Ustaz Somad, ‘setan,’ pada detik ke-10 dari video tersebut. Kemudian, pada detik ke-38, Ustaz Somad menyebut, ‘jin kafir’ sedang masuk karena di Salib itu ada ada patung. Dari mana masuknya jin kafir? Karena ada patung, sembari bertanya kepalanya ke kiri atau ke kanan (sambil mencontoh dengan gesturnya). Ia lalu bertanya kepada audiens, ‘ada yang ingat?’ Sontak saja audiens merespons dengan tertawa. Kemudian, pada menit ke-1, detik ke-23, ia menggerakkan tangan untuk memanggil sambil melantunkan haleluyah…haleluyah.”

PMKRI Cabang Maumere menilai ada unsur kesengajaan dari Ustaz Somad dan dari oknum yang menyebarkan video ini lewat instagram. Ada unsur pidana ujaran kebencian antarumat bergama dalam video tersebut.

”Sebagai organisasi Katolik, kami merasa sangat tersakiti oleh ucapan yang disampaikan Ustaz Somad. PMKRI menilai bahwa menjelang HUT Kemerdekaan, ada oknum yang melakukan hal hina dan berpotensi merusak persatuan bangsa,” demikian PMKRI.

PMKRI Maumere, dalam laporannya, meminta Kapolres Sikka segera menetapkan Ustaz Somad sebagai tersangka dengan tindak pidana ujaran kebencian yang berpotensi mengganggu stabilitas negara.

Dalam aksi tersebut, PMKRI juga membakar ban di ruas jalan depan Mapolres Sikka sebagai bentuk ketidakpuasan mereka terhadap institusi polisi yang dinilai lamban merespons tuntutan mereka. Aksi pembakaran ban ini menyebabkan terjadinya kemacetan kendaraan di rute Jalan Ahmad Yani dan Jalan Raja Centis selama beberapa waktu.

Sekitar 2 jam lamanya, aktivis PMKRI berorasi. Dan usai pembakaran ban, Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang menemui para pengunjuk rasa untuk mendengarkan tuntutan mereka.

Kepada aktivis PMKRI, Kapolres berjanji akan menyampaikan tuntutan mereka secara berjenjang melalui Polda NTT. Kapolres Sikka juga meminta para aktivis PMKRI tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Sikka.

Adukan Laporan ke Polisi

PMKRI Cabang Maumere dan Forum Komunikasi Alumni PMKRI telah melaporkan secara resmi Ustaz Abdul Somad ke Polres Sikka akhir pekan lalu.

Disaksikan media ini, usai menyampaikan orasi di Mapolres Sikka, Senin (19/8), aktivis PMKRI dan Forkoma menemui pihak berwajib di Polres Sikka untuk menindaklanjuti kelengkapan laporan mereka.

Oleh Wall Abulat