Home Sikka PNS yang Bekerja di Panti Jompo Padu Wau Sikka Tewas Gantung Diri

PNS yang Bekerja di Panti Jompo Padu Wau Sikka Tewas Gantung Diri

Penulis: Wall Abulat / Editor: Anton Harus

1,213
0
SHARE
PNS yang Bekerja di Panti Jompo Padu Wau Sikka Tewas Gantung Diri

Keterangan Gambar : Kapolres Sikka, AKBP Sajimin.


Maumere, Flores Pos — Seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang bekerja di Panti Jompo Padu Wau, Kabupaten Sikka, Ardianus Ade Nong (39), ditemukan meninggal gantung diri di rumahnya RT/RW 05/ 02, Dusun Higetegera, Desa Watumilok, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Selasa (23/6/2020) pukul 16.30 Wita. Polisi masih menyelidiki motif kasus gantung diri ini.

Demikian keterangan yang disampaikan Kapolres Sikka AKBP Sajimin yang dihubungi media ini pada Rabu (24/6/2020).

Baca juga: Buruh Bangunan asal Jawa Tengah Tewas Gantung Diri di Kebun Kakao di Nita

Untuk menggali keterangan dan data terkait kasus ini, lanjut Kapolres Sajimin, Tim Polres Sikka telah meminta keterangan dua saksi yakni Mia Dorcemia Nona Marni (36) yang juga istri korban dan Agustina Parera (38) warga Dusun Higetegera, RT/RW 05/02, Desa Watumilok, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka.

“Polisi telah menggali keterangan dua saksi ini untuk mendapatkan keterangan terkait kasus gantung diri ini,” katanya.

Kronologi Kejadian

Kapolres Sikka AKBP Sajimin menjelaskan kronologi singkat kasus gantung diri tersebut. Menurutnya, saksi Agustina Parera mendengar teriakan istri korban dari arah rumah korban pada Selasa (23/6/2020) pukul 16.30 Wita.

“Saksi Agustina Parera kemudian berlari mendatangi rumah korban. Sesampainya di depan rumah korban, saksi Agustina Parera melihat anak-anak korban sedang berada di depan rumah sambil menangis."

"Kemudian saksi memberanikan diri untuk masuk ke dalam rumah. Sesampainya di dalam rumah, saksi melihat korban sudah dalam posisi tergantung pada seutas tali,” katanya.

Pada saat itu, lanjut Kapolres Sajimin, korban tidak mengenakan baju, berlumur darah, dan hanya menggunakan celana pendek.

“Karena merasa takut, saksi kemudian lari keluar rumah meminta bantuan warga. Korban dibawa warga ke Rumah Sakit Santo Gabriel Kewapante. Sesampainya di rumah sakit, korban sudah meninggal dunia,” kata Kapolres Sajimin.

Ditanya motif kasus gantung diri tersebut, Kapolres Sajiminmenjelaskan bahwa polisi sedang menyelidiki motif kasus itu. “Polisi masih menyelidiki motif kasus ini,” katanya.

Kasus Gantung Diri Cukup Tinggi

Data resmi yang dilkeluarkan Polres Sikka tahun 2019 menyebutkan bahwa kasus gantung diri di Kabupaten Sikka cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Data kasus gantung diri sepanjang tahun 2019 lalu sebanyak 15 orang.

Mereka yang meninggal dengan cara menggantungkan diri ini berasal dari pelbagai profesi, di antaranya petani, ibu rumah tangga, pelajar, dan beberapa profesi lainnya.*