Home Puisi Puisi-puisi Martinus Meli

Puisi-puisi Martinus Meli

109
0
SHARE
Puisi-puisi Martinus Meli

Keterangan Gambar : ilustrasi puisi, Suban Koten

 

Lenyap

aku dan puisi malam

sama-sama menderita

saat ujudku terkandas pada

rangkaian kata-kataku begitu panjang

melupakan kehendak yang sesungguhnya

“Bapa Kami”

aku diam, puisiku menggigil

sepi bertabur senyap

aku mati termakan ujudku sendiri

 

September Abadi

saat daun-daun berguguran bersama musim

anak-anak dengan sukacita mendengar

petuah-petuah bijak dari pemimpin

membacakan kisah menarik dan bermakna

sebagai penyelamatan hidup

menjadi baik di bumi dan kelak akhirat

menyambut penuh sukacita dan sorak-sorai

 


Martinus Meli, mahasiswa semester III STFK Ledalero. Berasal dari Magepanda, Kabupaten Sikka, NTT. Alumnus SMA Seminari BSB-Maumere.

 

Redaksi menerima puisi dan cerpen bertema bebas. Panjang naskah cerpen 800-1.200 kata dan 3-5 puisi. Kirim ke email:sastraflorespos@gmail.com dengan subjek: PUISI dan CERPEN. Sertakan dengan biodata diri secara singkat dan jelas