Home Puisi Puisi-puisi Nesta Lamalewa

Puisi-puisi Nesta Lamalewa

495
0
SHARE
Puisi-puisi Nesta Lamalewa

Keterangan Gambar : ilustrasi puisi, Fansy Flores

  

Di Jalan Kampungku

di kampungku

di jalan berbatu itu

kulihat janji-janji berterbangan

menyatu dalam debu yang kian hinggap

lalu, di dahan-dahan mete yang nyaris mati itu

banyak warna bendera berkibar di sana

Sandosi, 2019

 

Vigili

pada sebuah vigili di kampung

riuh segala musik melayang-layang

di langit yang lengang,

iramanya bertabrakan dengan rintih hewan disembelih

pada malam vigili

tak kudengar teluh penuh syukur di sana

Lewoengat, 2019

 

Perempuan

pada pagi yang gegas

ia menenun teluh paling ikhlas

jari jemarinya menari menjemput pagi

di dadanya, ia menyusu hidup dengan gigih

tak ada keluh yang lahir di bibir

walau sekujur umur, ia menuai cibir

perempuan

nasib didua, tak semanis buih tuak

ia tahu, sewaktu-waktu tombak khianat siap menusuk tengkuk

Nelelamadike, 2019

 

Ina Burak

kunikmati buih ombak di bibirmu

pada kekar karangmu yang teguh

kusaksikan tabahmu mengekal nakalku

ina burak, ampuni tanganku yang lancang

telah kunodai wajahmu dengan plastik segala warna

lalu kureguk aroma asin lautmu dengan buas

kini, pergiku meninggalkan noda di putih pasirmu

Nihaone, 2019

 


Nesta Lamalewa, katekis dan guru kampung yang selalu jatuh cinta pada puisi. Saat ini, menjadi pelayan pendidikan di SMPN 1 Atap Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng.

 

Redaksi menerima puisi dan cerpen bertema bebas. Panjang naskah cerpen 800-1.200 kata dan 3-5 puisi. Kirim ke email:sastraflorespos@gmail.com dengan subjek: PUISI dan CERPEN. Sertakan dengan biodata diri secara singkat dan jelas