Home Nagekeo Ratusan Siswa SMPN 1 Aesesa Pungut Sampah di Kota Mbay

Ratusan Siswa SMPN 1 Aesesa Pungut Sampah di Kota Mbay

166
0
SHARE
Ratusan Siswa SMPN 1 Aesesa Pungut Sampah di Kota Mbay

Keterangan Gambar : Siswa-siswi SMPN 1 Aesesa membersihkan lingkungan di Mbay, Ibukota Kabupaten Nagekeo, Kamis (26/9).

"Kami berharap agar kegiatan ini dapat dicontohi masyarakat luas. Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab kita semua." — Guru SMPN 1 Aesesa, Usno Sasono.

Mbay, Flores Pos — Dalam rangka menyongsong dan menyukseskan Festival Literasi Kabupaten Nagekeo yang digelar pada 27-30 September 2019 di Kota Mbay, siswa-siswi SMPN 1 Aesesa, Kamis (26/9), membersihkan lingkungan di Mbay, Ibukota Kabupaten Nagekeo.

Pembersihan tersebut fokus pada lingkungan perkantoran, atau yang lebih dikenal dengan sebutan civic center, dan jalur menuju Penginanga.

Baca juga: Peringati World Clean Up Day, 601 Warga Bersihkan Kota Mbay

Lebih dari seratus orang siswa tampak membawa kantong dan karung plastik, sebagai wadah penampung sampah. Didampingi para guru, ratusan siswa memunguti sampah yang berserakan di pinggir jalan.

Guru SMPN 1 Aesesa, Usno Sasono, yang mendampingi para siswanya membenarkan bahwa selain untuk menyongsong literasi, pihaknya juga ingin memberikan pemahaman kepada para siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Melalui tindakan nyata memunguti sampah-sampah yang berserakan, siswa-siswinya akan secara langsung memperoleh pengalaman untuk menjaga kebersihan.

"Kami berharap agar kegiatan ini dapat dicontohi masyarakat luas. Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab kita semua," katanya.

Mesti Ada Tempat Sampah

Siswa kelas VII B SMPN 1 Aesesa, Thomas Arkiles Henuk, mengatakan bahwa dirinya senang terlibat dalam kegiatan tersebut.

"Saya senang bantu membersihkan lingkungan. Saya berharap agar masyarakat sadar untuk tidak buang sampah sembarangan di pinggir jalan. Masing-masing rumah harus ada tempat sampah," kata Henuk.

Baca juga: 2 Ton Sampah Kota Mbay, Lebih Banyak Sampah Plastik dan Puntung Rokok

Henuk juga menambahkan, jalan menuju Civic Center dilalui oleh cukup banyak orang.

"Jangan buang sampah di sini, nanti kota kita kotor. Kita malu kalau tamu datang dan lihat ada banyak sampah di pinggir jalan," katanya.

Menurut Henuk, sampah terbanyak yang dipungutnya adalah plastik bekas kemasan makanan ringan.

"Sampah paling banyak adalah sampah plastik seperti gelas minuman dan pembungkus biskuit. Padahal sampah plastik sangat sulit hancur," katanya.

Harus Sadar

Hal berbeda disampaikan, Fulgentius Padre Pio Sumbi, siswa SMPN 1 Aesesa.

"Saya memang tidak keberatan untuk bersihkan lingkungan. Tetapi ini kan sampah orang lain, kenapa kami yang harus bersihkan? Masing-masing orang harus sadar untuk buang sampah di tempat sampah umum. Atau kalau bisa, sampah-sampah dibakar saja supaya tidak bertambah banyak," katanya.

Pantauan Flores Pos, sampah yang dipungut siswa-siswi tersebut dikumpulkan di pinggir jalan untuk kemudian diangkut oleh pramu kebersihan dan dibuang ke tempat sampah yang ditentukan.

Penulis: Risa Roga
Editor: Anton Harus