Home Nagekeo RSD Aeramo Butuh 140 Kantung Darah per Bulan, PMI Nagekeo Akui Kesulitan Dapatkan Pendonor

RSD Aeramo Butuh 140 Kantung Darah per Bulan, PMI Nagekeo Akui Kesulitan Dapatkan Pendonor

Penulis: Risa Roga / Editor: Elton Wada

360
0
SHARE
RSD Aeramo Butuh 140 Kantung Darah per Bulan, PMI Nagekeo Akui Kesulitan Dapatkan Pendonor

Keterangan Gambar : Ketua PMI Nagekeo Kristianus P. Jogo


Mbay, Flores Pos — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nagekeo mengalami kesulitan untuk mendapatkan pendonor darah sejak adanya pandemi covid-19. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PMI Kabupaten Nagekeo Kristianus P. Jogo kepada Flores Pos, Jumat (18/09/2020).

"Saat ini kebutuhan darah di RSD Aeramo mencapai 140 kantung per bulan. Namun stok darah di PMI sangat terbatas, sebab sejak adanya pandemi covid-19, PMI mengalami kesulitan untuk mendapatkan pendonor darah. Minat masyarakat untuk mendonorkan darahnya menurun secara drastis," katanya.

Kristianus menduga bahwa hal tersebut disebabkan oleh adanya protap pencegahan covid-19 yang harus dilalui, yang membuat masyarakat menjadi ragu-ragu untuk mendonorkan darahnya.

"Masyarakat menjadi ragu karena ada pemeriksaan tambahan dan juga karena PMI Nagekeo belum memiliki markas sendiri. UTD PMI untuk sementara masih berada di RSD Aeramo, jika telah memiliki markas sendiri, tentu pekerjaan kami lebih leluasa," jelasnya.

Kristianus menyatakan bahwa sesuai protap pencegahan covid-19, pendonor maupun petugas PMI harus berada dalam keadaan sehat.

"Pendonor harus lolos pemeriksaan darah lengkap untuk memastikan kelayakannya sebagai pendonor, demikian juga petugas PMI harus berada dalam keadaan sehat. Pendonor dan petugas wajib menggunakan APD. Untuk petugas harus menggunakan APD lengkap, sekali pakai, saat menjalankan tugas," ungkapnya.

Meskipun mengalami kesulitan, Kristianus menegaskan bahwa PMI Nagekeo tetap berupaya untuk mendapatkan donor darah.

"Saat ini kami bekerja sama dengan beberapa instansi seperti bank, KPU, Polres Nagekeo dan instansi pemerintah untuk melakukan donor darah. Sementara ini, untuk setiap golongan darah, ada cadangan sekitar dua sampai tiga kantung darah saja yang kami siapkan khusus untuk kasus-kasus emergency. Namun memang ada golongan darah yang sangat sulit ditemukan pendonornya, yaitu golongan darah AB," ungkapnya.

Baca juga: Penyebab Kebakaran Ruang Farmasi RSD Aeramo, Polres Nagekeo Menunggu Hasil Forensik

Kristianus meminta kesediaan keluarga pasien untuk bersama-sama PMI mencari pendonor darah bagi pasien yang membutuhkan.

"Kami mengharapkan kerja sama dari keluarga pasien untuk secara swadaya mencari donor darah bagi pasien yang membutuhkan. Keluarga mencari, PMI juga mengupayakan," harapnya.

Kristianus yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo berharap agar Pemda Nagekeo dapat membantu pembentukan Markas PMI Nagekeo dan dapat menyediakan gedung untuk PMI yang representatif di sekitar RSD Aeramo, karena kegiatan donor darah membutuhkan kenyamanan dan ketelitian ekstra.

Sementara itu, Direktur RSD Aeramo drg. Emerentiana Reni Wahyuningsih membenarkan bahwa kebutuhan darah bagi pasien di RSD Aeramo meningkat hingga 140 kantung per bulannya.

"Saat ini kebutuhan akan transfusi darah mengalami peningkatan hingga 140 kantung per bulan. Selain karena ada pasien rujukan, sebelumnya kebutuhan darah memang telah cukup tinggi. Menurut data kami, pasien di RSD Aeramo yang merupakan masyarakat Nagekeo, rata-rata memiliki Hb rendah sehingga butuh transfusi darah," ungkapnya.

Drg. Reni menyatakan bahwa penyebab Hb rendah pada pasien perlu diteliti lebih lanjut.

"Kenyataan ini perlu diteliti lebih lanjut, apakah penyebab anemia tersebut karena kekurangan asupan nutrisi atau ada penyebab lainnya," tutupnya.