Home Manggarai Barat Rusak Total, Dermaga di Pulau Longos, Kabupaten Manggarai Barat

Rusak Total, Dermaga di Pulau Longos, Kabupaten Manggarai Barat

48
0
SHARE
Rusak Total, Dermaga di Pulau Longos, Kabupaten Manggarai Barat

Keterangan Gambar : Dermaga kayu di Desa Pontianak, Pulau Longos Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, yang rusak total. Gambar diambil beberapa waktu lalu.

Labuan Bajo, Flores Pos — Dermaga kayu dan jalan setapak di Desa Pontianak, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) rusak total karena termakan usia. Keduanya adalah aset Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Mabar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Desa (Kades) Pontianak, Syarifudin, kepada Flores Pos di Labuan Bajo, Ibukota Mabar, Kamis (16/1/2020).

Menurut Syarifudin, dermaga dan jalan setapak tersebut dibangun DPKP tahun 2005 silam. Namun dalam perjalanan waktu, dermaga dan jalan setapak tersebut pada tahun-tahun terakhir tidak dimanfaatkan karena kondisinya sudah rusak total.

"Pokoknya kita tidak pakai lagi karena sudah rusak sama sekali, baik dermaga maupun jalan setapak. Khusus dermaga, kayu-kayunya memang masih baik dan kuat, termasuk tiang-tiang karena kayu ulin, tetapi lain-lainnya rusak parah," tandas Syarifudin.

Baca juga: 110 Paket Proyek di Manggarai Barat Tidak Dikerjakan

Syarifudin meminta Pemkab Mabar, dalam hal ini DPKP Mabar agar aset-aset tersebut diserahkan kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Pontianak untuk dijadikan aset desa. Terkait ini, Pemdes Pontianak beberapa waktu lalu sudah menyurati Pemkab Mabar cq DPKP Mabar.

“Hingga kini kami belum mendapat jawaban,” ujar Kades yang bekas anggota DPRD Mabar periode 2004-2009 itu.

Akan Tata Kembali

Apabila dua aset itu diserahkan, demikian Syarifudin, Pemdes Pontianak akan melakukan penataan kembali sesuai regulasi/aturan yang berlaku. Masyarakat setempat akan berinovasi sesuai kebijakan dan kearifan lokal setempat.

Khusus dermaga peninggalan DPKP sepanjang 100 meter lebih itu, misalnya, mungkin bangkai-bangkai kayu yang masih baik akan digunakan untuk membangun tiga dermaga baru pada tiga dusun setempat.

“Ukurannya yang mesti disesuaikan lagi nanti. Panjangnya barangkali cuma sekitar 30 meter atau beberapa meter untuk satu dermaga,” kata Syarifudin.

Baca juga: Dinas PUPR Tempati Posisi Buncit dalam Realisasi PAD Manggarai Barat

Ditambahkannya bahwa jumlah penduduk Desa Pontianak 1.254 jiwa atau 343 kepala keluarga. Mereka tinggal tersebar pada 7 rukun tetangga pada tiga dusun, yaitu Dusun I, II, dan III.

“Sebagian besar penduduk setempat adalah nelayan, sisanya pegawai seperti guru dan lain-lain,” katanya.

Mesti Kirim Surat kepada Bupati Mabar

Kepala DPKP Mabar, Yeremias Ontong, mengatakan bahwa pihaknya belum menerima surat dari Pemdes Pontianak, Pulau Longos, terkait permohonan pengalihan aset dermaga dan jalan setapak di desa tersebut.

"Kita senang sekali kalau lakukan pengalihan aset itu. Semuanya baik jalan setapak maupun dermaga dan lain-lain. Soalnya kita tidak ada dana untuk pemeliharaan," kata Ontong.

Menurut Ontong, belakangan banyak desa di Mabar yang datang ke kantornya di Labuan Bajo, Ibukota Kabupaten Mabar untuk meminta pengalihan aset dermaga dan lain-lain ke Pemdes, misalnya Desa Komodo di Kecamatan Komodo.

Pihaknya meminta agar para kepala desa membuat surat pengalihan aset-aset dimaksud langsung kepada Bupati Mabar. Nanti bupati yang akan perintahkan dinas terkait untuk eksekusi.

Penulis: Andre Durung
Editor: Avent Saur