Home Manggarai Sekalipun Terkena Denda, Kontraktor Tetap Lanjutkan Pengerjaan Tiga Gedung RSUD Ruteng

Sekalipun Terkena Denda, Kontraktor Tetap Lanjutkan Pengerjaan Tiga Gedung RSUD Ruteng

70
0
SHARE
Sekalipun Terkena Denda, Kontraktor Tetap Lanjutkan Pengerjaan Tiga Gedung RSUD Ruteng

Keterangan Gambar : Proyek pembangunan tiga gedung di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, belum tuntas sesuai masa kontrak.

Ruteng, Flores Pos — Walaupun pelaksana proyek terkena denda akibat tidak rampungkan proyek sesuai dengan kontrak, pengerjaan proyek pembangunan tiga gedung besar di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, terus dilanjutkan dengan intensitas tinggi. Progresnya kini hampir rampung karena realisasinya rata-rata telah mencapai 99 persen.

Data dan informasi yang didapat dari Sekretariat PPK di RSUD Ruteng, Jumat (17/1) menyebutkan bahwa berbagai proyes fisik untuk tiga bangunan tersebut bernilai puluhan miliar rupiah. Untuk bangunan gedung instalasi farmasi telah mencapai 100 persen, bangunan ruang rawat inap 95 persen lebih, dan bangunan instalasi radiologi 98 persen lebih.

Saat ini pengerjaan sedang dikebut dalam kurun waktu 50 hari untuk menyelesaikan pekerjaan hingga tuntas. Pada umumnya item-item pekerjaan utama sudah rampung dan para pekerja fokus pada finishing dan pembersihan.

Denda Setiap Hari

Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK), Gregorius Abdimun, mengatakan bahwa proyek yang belum rampung sesuai dengan kontrak, sesuai dengan ketentuan dibolehkan untuk melanjutkan pengerjaannya. Tetapi ada konsekuensinya, denda setiap hari.

Rekanan yang mengerjakan tiga proyek yang ada sudah pasti dikenakan denda. Namun, komitmennya adalah menyelesaikan pekerjaan hingga rampung pada waktunya.

"Tak ada istirahat bagi rekanan karena harus menyelesaikan pekerjaannya dalam kurun waktu 50 hari kerja. Kerja dalam masa adendum ini, rekanan dikenakan denda," katanya.

Baca juga: Angin Terbangkan Atap Rumah Warga Reo, Manggarai Utara

Dalam kurun waktu yang ada, lanjutnya, rekanan bekerja dengan tempo tinggi hari-hari belakangan ini. Hasilnya terlihat progres luar biasa dengan rata-rata persentase mencapai 99 persen lebih.

Pihaknya, kata Abdimun, mengawas secara ketat kerja di lapangan. Pengawasan detail perihal apa yang dikerjakan setiap hari dan dihitung secara cermat.

Evaluasi juga dilakukan setiap hari agar pengerjaan fokus pada setiap item agar bisa rampung. “Evaluasi ketat agar pada waktunya semua bisa rampung dalam waktu yang ada,” katanya.

Kenapa Tidak Selesai Sesuai Kontrak?

Ditanyakan tentang penyebab tiga proyek besar itu tidak rampung tepat waktu, Abdimun menjelaskan bahwa pada umumnya karena masalah nonteknis. Masalah nonteknis itu berkaitan dengan pekerja.

Pada Desember 2019, pengerjaan tidak maksimal karena pekerja umumnya pulang kampung untuk merayakan natal dan tahun baru. Setelah tahun baru tidak bisa segera ke lokasi proyek karena harus ke kebun dan sawah akibat musim bertani sekarang ini. “Maka sekarang ini, sebagian besar pekerja berasal dari Jawa,” katanya.

Baca juga: Bupati Deno Sampaikan Catatan BPK Terkait Pengelolaan Dana BOS

Sebelumnya, seorang rekanan bernama Manurung, menyatakan komitmennya untuk menuntaskan pekerjaan tersebut. Kalau tidak rampung sesuai dengan kontrak, maka harus dilanjutkan pada masa adendum. “Hal itu yang terjadi sekarang ini karena memang fisiknya belum rampung,” katanya.

"Kita sudah tahu bahwa kita kerja setelah masa kontrak selesai. Sudah pasti rekanan kena denda setiap hari dan itu risiko yang harus diterima. Saya berkomitmen agar bangunan ini segera rampung sehingga bisa segera digunakan masyarakat," katanya.

Penulis: Christo Lawudin
Editor: Avent Saur