Home Sikka Sembunyikan Kematian Bayi Hasil Hubungan Gelap, Pasangan Selingkuh di Waiblama Diamankan Polisi

Sembunyikan Kematian Bayi Hasil Hubungan Gelap, Pasangan Selingkuh di Waiblama Diamankan Polisi

Penulis: Wall Abulat / Editor: Elton Wada

349
0
SHARE
Sembunyikan Kematian Bayi Hasil Hubungan Gelap, Pasangan Selingkuh di Waiblama Diamankan Polisi

Keterangan Gambar : Polisi melakukan olah TKP kasus pembunuhan dan tindakan menyembunyikan kematian bayi di Tuabao, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Rabu (16/9/2020).


Maumere, Flores Pos — Polisi Sektor (Polsek) Waigete, Polres Sikka pada Rabu (16/9/2020) mengamankan Nyonya MN (35 tahun) warga Tuabao, Desa Tuabao, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka dan selingkuhannya berinisial PP yang juga berasal dari Tuabao, usai keduanya diduga melakukan pembunuhan bayi perempuan hasil hubungan gelap mereka dan upaya keduanya menyembunyikan kematian jabang bayi tersebut.

Demikian data yang diterima Flores Pos dari Kapolres Sikka AKPB Sajimin melalui Kasubag Humas Polres Sikka, AKP Petrus Kanisius, Rabu (16/9/2020) malam.

AKP Petrus Kanisius menjelaskan bahwa kasus hubungan terlarang MN dan selingkuhannya PP dan kasus kematian bayi tersebut diketahui polisi setelah menerima laporan dari salah seorang warga Tuabao bernama Patrisius Nong Pit (38 tahun) tentang kasus pembunuhan bayi/menyembunyikan kematian bayi ke SPKT Polsek Waigete pada Rabu (16/9/2020).

“Pada Rabu 16 September 2020, telah datang di SPKT Polsek Waigete seorang laki-laki atas nama Patrisius Nong Pit alamat Tuabao, Desa Tuabao, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka dan melaporkan kasus pembunuhan/menyembuyikan kematian bayi yang terjadi pada Sabtu 12 September 2020,” kata AKP Petrus Kanisius.

Baca juga: Usai Menenggak Miras di Kota Uneng, Pelaku Menganiaya Rekan Minumnya Hingga Tewas

Adapun korban, urai Petrus Kanisius, adalah janin bayi berjenis kelamin perempuan yang dilahirkan oleh pelaku berinisial MN. Untuk mendalami kasus ini, lanjut Petrus Kanisius, polisi telah meminta keterangan tiga saksi warga Tuabao yakni Maria Nona Once (39 tahun), Nikolaus Goleng (40 tahun), dan Thomas Tota.

Kronologi

Kasubag Humas Petrus Kanisius pun menjelaskan kronologi kasus ini berawal dari hubungan terlarang antara MN dan selingkuhannya. Sekitar enam bulan lalu, katanya, pelaku bertemu dengan PP, dan menjalin hubungan asmara (perselingkuhan ).

“Pelaku dan selingkuhannya sudah sering melakukan hubungan badan layaknya suami istri hingga pelaku hamil sekitar 6 bulan. Pada Sabtu 12 September 2020, sekitar pukul 22.00 Wita, pelaku merasa sakit perut dan melahirkan seorang anak/bayi perempuan. Anak/bayi tersebut langsung meninggal dunia, sehingga pelaku bersama selingkuhannya langsung memasukan bayi tersebut di dalam kantong plastik warna biru dan hitam. PP kemudian keluar dari rumah pelaku menuju kebun saudara Patrisius Nong Pit dan menguburkan anak/bayi yang sudah meninggal tersebut. Setelah PP menguburkan bayi itu, ia kemudian kembali ke rumahnya,” kata AKP Petrus Kanisius.

Pada Senin (14/9/2020), lanjut Kasubag Humas, pada saat Patrisius Nong Pit/pelapor bersama saksi I pergi memilih jambu mete di tempat pembuangan bayi itu, pelapor bersama saksi Maria Nona Once melihat tempat tumpukan batu dan gemburan tanah yang mencurigakan, sehingga pelapor melaporkan hal itu pada Pospol Talibura.

“Atas kejadian tersebut, pelapor mendatangi SPKT Polsek Waigete dan melaporkan kejadian tersebut. Kejadian itu telah dituangkan dalam Laporan Polisi Nomor: LP /218/IX/2020/NTT/Res. Sikka/Sek. Waigete, tanggal 16 September 2020,” kata Petrus Kanisius.