Home Ngada Siswi SD di Nagekeo Dinyatakan Reaktif dalam Rapid Test di Ngada

Siswi SD di Nagekeo Dinyatakan Reaktif dalam Rapid Test di Ngada

Penulis: Wim de Rozari/ Editor: Arsen Jemarut

8,316
0
SHARE
Siswi SD di Nagekeo Dinyatakan Reaktif dalam Rapid Test di Ngada

Keterangan Gambar : Ilustrasi rapid test, karya Roby Watowai.


Bajawa,Flores Pos — Seorang anak perempuan asal Kabupaten Nagekeo dan bersekolah di Nagekeo serta selama ini tinggal di salah satu  Kelurahan di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo terdeksi reaktif dalam rapid test.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Agustinus Naru yang  juga ditunjuk Bupati Ngada sebagai Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Ngada, Rabu (26/7/2020) di Bajawa membenarkan informasi tersebut.

Menurut Agustinus, anak perempuan berusia 8 tahun tersebut melakukan rapit tes di Puskesmas Laja pada Rabu (27/5/2020) bersama ibunya setelah keduanya tiba dari Kabupaten Nagekeo. Hasil rapit test menunjukkan anak usia 8 tahun tersebut dinyatakan reaktif, sedangkan ibunya non-reaktif.

Baca jugaDiduga, Ada Tersangka Lain dalam Kasus Peningkatan Jalan Dorarapu-Dhoki Matawae

Kronologi

Kronologi sehingga dilakukan Rapit Tes terhadap kedua pelaku perjalanan tersebut yaitu Ibu dari anak tersebut bekerja di Laja, Kecamatan Golewa Selatan sedangkan anaknya tinggal dengan paman kandungnya yang merupakan kakak kandung dari ayah anak tersebut di Mbay, Kabupaten Nagekeo sejak tahun 2014 hingga sekarang.

Saat ini, anak tersebut duduk di bangku Sekolah Dasar kelas 2 SD. Karena sekolah diliburkan akibat pandemi covid-19, anak tersebut berlibur di kampung ayah kandungnya di Nuanage, Desa Lokalaba, Kecamatan Mauponggo sejak April 2020. Anak tersebut juga pulang ke Nuanage karena mama dari paman yang memeliharanya di Mbay dan ayah kandungnya sedang sakit.

Selama di Kampung Nuanage, anak tersebut dua kali ke Mbay diantar oleh ayah kandungnya untuk mengumpulkan tugas di sekolah dan selalu pulang memang ke Kampung Nuanage.

9 Mei 2020, ayah dan tanta dari anak tersebut mengantarkan nenek dari anak tersebut atau mama dari ayah anak tersebut ke Maumere untuk dirujuk ke RSUD TC Hilers Maumere dan pada tanggal 11 Mei 2020, nenek dari anak tersebut meninggal dan diantar ke kampung Nuanage.

Baca juga: Bupati Soliwoa: Tim Gugus Tugas Gagal Jika Ngada Jadi Zona Merah

Karena meninggal, mama dari anak yang terdeteksi reaktif rapit test tersebut juga datang dari Laja untuk melayat, dan tinggal di Nuanage sampai 25 Mei 2020.

Tanggal 25 Mei 2020 malam sekitar pukul 18.00, ayah kandung dari anak tersebut mengantar ibu dan anak tersebut ke Maubawa hinggah di posko perbatasan Ngada dengan Nagekeo di Maumbawa. Selanjutnya dari Maumbawa ke Laja menggunakan motor ojek. Ditambahkan Gusti Naru bahwa ibu dari anak tersebut selama ini tinggal di kost di Laja sehingga ibu dan anak tersebut langsung ke kost.

Reaktif

Pada Rabu (27/5/2020), ibu dan anak tersebut ke Puskesmas untuk menyampaikan bahwa karena berasal dari Nagekeo yang sudah ada pasien positif maka diperlukan upaya karantina mandiri. Namun ibu dari anak tersebut meminta keduanya dilakukan rapid test. Hasilnya ibunya non reaktif sedangkan anak reaktif.

Karena anak reaktif maka pihak Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Ngada dengan menggunakan kendaraan ambulans dari karantina terpusat menjemput kedua orang tersebut untuk dikarantina terpusat di Turekisa.

Terkait dengan pengambilan swab terhadap anak yang dinyatakan reaktif rapit test tersebut pihaknya masih melakukan komunikasi dengan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo untuk berkoordinasi apakah rapit test diambil oleh petugas dari RSUD Bajawa atau RSUD Aeramo.

Baca juga: Kehadiran STIPER-FB Berkat untuk Masyarakat Ngada

Sementara itu dalam komunikasi dengan Flores Pos per telepon dengan ibu dari anak tersebut yang juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, diperoleh informasi bahwa anak tersebut dipelihara pamannya di Mbay sejak tahun 2014 dan bersekolah di Mbay.

Suaminya wiraswasta dan tinggal di Nuanage sehingga kartu keluarganya merupakan warga Nagekeo dan hanya dirinya yang ber-KTP Kabupaten Ngada karena tinggal di Ngada dan mantan suaminya ber-KTP Nagekeo. Anaknya ikut dengan dirinya ke Laja di tempat kerjanya hanya untuk berlibur.

Bupati Ngada Paulus Soliwoa saat ditemui Rabu (27/5/2020) malam mengatakan bahwa ibunya merupakan warga Kabupaten Ngada dan anak merupakan warga Nagekeo dan demi kepentingan kemanusiaan yang diutamakan adalah menyelamatkan kedua orang tersebut baik ibu maupun anaknya.

Pihaknya meminta masyarakat tidak memberikan stigma negatif kepada ibu dan anak tersebut karena walaupun anak tersebut dinyatakan reaktif rapit test, hal yang menentukan positif atau negatif terjangkit virus corona adalah hasil swab.

"Harus tetap tenang dan jelas anak tersebut adalah warga Kabupaten Nagekeo yang berlibur dengan ibunya di Laja, Kabupaten Ngada. Kita akan koordinasi dengan baik sehingga tidak menimbulkan persoalan," katanya.