Home Ende SMAK Frando Juarai Unipa Science Competition

SMAK Frando Juarai Unipa Science Competition

62
0
SHARE
SMAK Frando Juarai Unipa Science Competition

Keterangan Gambar : Vira (kiri) dan Shelby (tengah) berpose bersama Rektor Unipa, Angelinus Vincentius, usai menerima piala dan piagam penghargaan Juara 1 USC 2019, Sabtu (26/10).

"UNIPA perlu menaikkan level USC menjadi seperti olimpiade sains. Model soal yang diberikan harus setara soal olimpiade, agar USC ini sekaligus menjadi ajang yang mempersiapkan para pelajar sedaratan Flores-Lembata menuju olimpiade nasional," - Andreas K.J. Hayon.


Dua siswa kelas XII MIPA 1 Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Frateran Ndao atas nama Shelby A. V. Tanusi dan Veronika A. A. Gudi berhasil meraih juara satu pada UNIPA Science Competition yang diselenggarakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nusa Nipa (UNIPA), Maumere. Shelby dan Vira, demikian sapaan untuk keduanya, tergabung dalam tim USC-30 SMAK Frateran Ndao.

UNIPA Science Competition (USC) merupakan kompetisi dalam bidang sains (Fisikia, Kimia, Biologi) yang diselenggarakan untuk pelajar SMA/SMK sedaratan Flores-Lembata, di Aula Nawacita Unipa, Jumat-Sabtu (25-26/10). USC tahun 2019 merupakan USC perdana dan diikuti oleh 10 sekolah. Masing-masing sekolah mengirimkan lebih dari satu tim.

Andreas K. J. Hayon, guru pendamping siswa-siswi SMAK Frateran Ndao, mengatakan, jumlah tim yang terlibat dalam USC 2019 adalah 30 tim. Ke-30 tim tersebut diseleksi melewati tiga babak untuk menentukan para finalis. Tim yang mengikuti babak final berjumlah lima tim, yakni USC-45 SMAK Frateran Podor, USC-10 SMA Seminari Bunda Segala Bangsa, USC-15 SMAK Frateran Maumere, USC-30 SMAK Frateran Ndao, dan USC-35 SMASK St. John Paul 2 Maumere.

Menurut Vira, meskipun dirinya dan Shelby kurang persiapan karena kompetisi tersebut bertepatan dengan masa ujian tengah semester di SMAK Frateran Ndao, mereka pada akhirnya berhasil keluar sebagai pemenang USC 2019. Kemenangan itu tidak terlepas dari manajemen pengerjaan soal dan kerja sama tim.

“Satu tim terdiri dari dua siswa, dan kami harus megerjakan soal-soal fisika, kimia, dan biologi sekaligus,” kata Vira.

Sedangkan, menurut Selby, soal-soal tersebut dapat dikerjakan dengan baik karena pada saat yang sama dirinya dan Vira sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian nasional. Menurut Shelby, tingkat kesulitan soal setara dengan soal-soal ujian nasional yang sudah biasa dikerjakan.

Menanggapi hal itu, Andreas sebagai guru pendamping berharap agar pada penyelenggaraan USC selanjutnya, UNIPA perlu menaikkan level USC menjadi seperti olimpiade sains. Model soal yang diberikan harus setara soal olimpiade, agar USC ini sekaligus menjadi ajang yang mempersiapkan para pelajar sedaratan Flores-Lembata menuju olimpiade nasional.

Senada dengan Andreas, Vira mengatakan bahwa dengan meningkatkan levelnya seperti olimpiade, USC dapat menjadi persiapan yang baik menuju olimpiade yang lebih bergengsi. Selain itu, Vira juga berharap agar penyelenggaraan USC selanjutnya tidak hanya diperuntukkan bagi pelajar SMA/SMK sedaratan Flores-Lembata, tetapi ditingkatkan menjadi ajang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Lanjutkan

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAK Frateran Ndao, Abdon Mae, mengaku sangat berbangga dengan keberhasilan anak-anak didiknya yang meraih juara pada USC tahun 2019. Setiap keberhasilan anak didik, katanya, patut diapresiasi.

“Mewakili pihak sekolah, saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Selby dan Vira. Sekolah juga berharap agar Selby dan Vira tidak cepat puas diri, tetapi tetap melanjutkan kerja kerasnya untuk bisa mengukir prestasi lagi pada saat mengikuti ujian nasional nanti,” harap Abdon.

Oleh Martinus Jemarut
Editor: Amandus Klau