Home Nagekeo SMAS Santo Clemens Boawae Laksanakan Ujian Kenaikan Kelas secara Online

SMAS Santo Clemens Boawae Laksanakan Ujian Kenaikan Kelas secara Online

Penulis: Risa Roga / Editor: Anton Harus

353
0
SHARE
SMAS Santo Clemens Boawae Laksanakan Ujian Kenaikan Kelas secara Online

Keterangan Gambar : Para guru SMAS Santo Clemens Boawae di Kabupaten Nagekeo mengirimkan soal ujian dan memeriksa jawaban ujian para siswa sekolah tersebut. Gambar diambil, Selasa (9/6/2020).


Boawae, Flores Pos  SMAS Santo Clemens Boawae di Kabupaten Nagekeo dalam satu minggu terakhir melaksanakan ujian kenaikan kelas secara online. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Sekolah SMAS Santo Clemens Boawae, Marselus Koro pada Senin (8/6/2020).

"Sekolah kami saat ini sedang melaksanakan ujian kenaikan kelas secara online. Ujian dilaksanakan secara online karena pandemi covid-19. Siswa-siswi harus belajar di rumah," katanya.

Marselus menjelaskan bahwa selama ini, SMAS Santo Clemens Boawae, telah memiliki sarana dan prasarana pendukung untuk melaksanakan ujian secara online.

"Kami memiliki komputer dan jaringan internet yang cukup. Sebelumnya juga kami telah enam kali melaksanakan ujian akhir secara online yang berjalan dengan baik. Jadi tidak ada kesulitan dari pihak sekolah," jelasnya.

Marselus melanjutkan, soal-soal ujian dikirimkan para guru dalam format word dan kemudian para siswa mengirimkan jawaban ujian dalam format pdf.

"Selanjutnya jawaban diprint untuk dinilai dan menjadi portofolio para siswa. Kami gunakan berbagai aplikasi untuk mengirimkan soal dan menerima jawaban baik melalui WhatsApp dan Facebook maupun Messenger. Aplikasi-aplikasi tersebut adalah yang paling mudah diakses oleh siswa," urainya.

Kendala yang dialami selama ujian, jelas Marselus, berasal dari para siswa. Ada siswa yang tinggal di tempat yang signal internetnya kurang baik. Ada juga yang belum memiliki handphone. Demikian juga ada siswa yang tidak memiliki pulsa data serta kendala lainnya.

"Tetapi kami berupaya agar persoalan ini dapat diselesaikan sehingga semua siswa bisa mengikuti ujian," ungkapnya.

Marselus berharap agar kegiatan belajar-mengajar dapat kembali berjalan normal. Masa pandemi ini kiranya segera berakhir agar para siswa dan guru kembali melakukan kegiatan belajar-mengajar secara langsung.

Tidak Alami Kendala

Seorang siswa SMAS Santo Clemens Boawae, Greny mengaku tidak mengalami kesulitan dalam mengikuti ujian online sebab dirinya menggunakan aplikasi yang umum dipakai oleh masyarakat seperti Facebook dan WhatsApp.

Jadwal ujian online juga, lanjutnya, tidak berbeda dengan ujian manual pada waktu-waktu lalu. "Satu hari kami ikuti ujian dua sampai tiga mata pelajaran," katanya.

Greny juga mengatakan bahwa kendala yang paling dikhawatirkannya adalah jika listrik padam atau terjadi gangguan signal. Tetapi selama ini keadaan cukup aman sehingga ujian berjalan lancar.

Menurut Greny, dirinya telah sangat rindu untuk belajar di sekolah. "Saya sangat rindu belajar bersama para guru dan teman-teman," tuturnya.

Jika nanti sekolah telah dibuka kembali, lanjut Greny, dirinya pasti akan bersekolah dengan rajin dengan tetap menggunakan masker untuk melindungi diri dari penularan virus corona.

Orangtua Siswa Mengapresiasi Kebijakan Sekolah

Sementara itu, Ketua Komite SMAS Santo Clemens Boawae, Oscar Dapa, mewakili para orangtua siswa menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah dan guru SMAS Santo Clemens Boawae.

"Di tengah situasi sulit akibat pandemi covid-19, sekolah berkomitmen untuk melaksanakan ujian kenaikan kelas," katanya.

Oscar juga mengapresiasi pelaksanaan kelas online yang selama ini berjalan. Selama siswa belajar di rumah, pelajaran dan bimbingan tetap diberikan oleh para guru secara online.

Setiap saat, katanya, siswa dapat menanyakan kesulitan yang mereka temukan saat belajar di rumah. Tugas-tugas untuk dikerjakan di rumah juga diberikan secara rutin.

Menurutnya, hal ini menunjukkan komitmen sekolah untuk memastikan siswa-siswinya tetap belajar dan terdidik di rumah masing-masing. "Kami sebagai para orangtua siswa sangat menghargai langkah yang telah sekolah laksanakan ini," katanya.*