Home Flores Timur Talut Abrasi dan Jalan di Lemanu Flotim Dibiarkan Menganga

Talut Abrasi dan Jalan di Lemanu Flotim Dibiarkan Menganga

Penulis: Frans Kolong Muda/ Editor: Arsen Jemarut

693
0
SHARE
Talut Abrasi dan Jalan di Lemanu Flotim Dibiarkan Menganga

Keterangan Gambar : Camat Solor Selatan, Yoseph Damian Klodor.


Larantuka, Flores Pos — Dua tahun anggaran berlalu, talut penahan abrasi laut yang juga berfungsi sebagai penopang badan jalan raya hotmix di Desa Lemanu, Kecamatan Solor Selatan, sampai saat ini belum direnovasi oleh Pemerintah Kabupaten Flores Timur (Flotim).

Talut tersebut dihantam ombak besar pada Desember 2018 dan terjadi patahan panjang. Pemerintah Kecamatan sudah melaporkan bencana tersebut namun belum ditanggapi positif oleh Pemkab.

Baca juga: Warga Solor ke Larantuka Wajib Pakai Masker

Camat Solor Selatan, Yoseph Damian Klodor kepada Flores Pos, Selasa (14/4/2020) mengatakan, talut penahan abrasi laut dan badan jalan raya tersebut mesti cepat dibangun kembali Dinas PUPR Flotim. Dampak dari abrasi laut ini daerah pesisir yang berbatasan dengan bibir jalan raya secara perlahan terkikis dan menyebabkan badan jalan secara perlahan rusak  dan putus.

"Pemerintah Kecamatan sudah memberikan laporan tertulis kepada Bupati Flotim dengan tindasan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas PUPR Flotim. Dalam forum Musrenbangcam pada Mei 2019 pada dan musrenbangcam 2020 pada Maret baru-baru ini juga sudah diangkat tapi sampai saat ini belum ada realisasinya," katanya.

Baca juga: Pasar di Solor Masih Ditutup

Hal yang dikhawatirkan adalah talut yang sudah patah 100 meter lebih dari panjang talut 1 Km itu akan semakin panjang patahannya ketika terjadi gelombang besar. Talut mesti dibangun ulang supaya melindungi badan jalan raya.

Camat Yos Klodor melaporkan, sebelumnya, pembangunan talut sepanjang 1 KM tersebut dibiayai dana Pagu Wilayah Kecamatan (PWK) Solor Selatan pada tahun anggaran 2014 dan 2015. 

"Kalau ke depan terjadi abrasi meluas dan mengikis ke darat maka badan jalan akan putus dan transportasi selatan Solor, lumpuh," papar Camat Yos.

Baca juga: Tenaga Kerja Asal Flotim di Jakarta dan Solo Pulang Kampung, Pemda Lakukan Karantina Terpusat

Harapan senada datang dari Kepala Desa Lemanu, Sabinus Mubera Kolin kepada media ini, meminta pemerintah harus merspon cepat soal kerusakan talut pelindung abrasi dan badan jalan tersebut.

"Dinas PUPR seharusnya mengalokasikan anggaran pembangunan kembali talut pelindung abrasi laut yang patah tersebut. Pemerintah terlalu lama membiarkan kerusakan talut tersebut, padahal berfungsi sebagai pelindung badan jalan raya yang menjadi sumbu perekomomian masyarakat. Harus segera dibangun kembali," pinta Sabinus.  

Pantauan Flores Pos, Selasa (14/4/2020), puing-puing patahan tergeletak  sepanjang pesisir pantai mulaii dari lokasi sebelah timur Puskesmas Kalike sampai di depan tempat pemakaman umum (TPU) Desa Lemanu.   

Tokoh masyarakat Desa Lemanu, Paulus Sela Kolin dalam perbincangannya dengan wartawan media ini mengharapkan atensi cepat Pemkab Flotim untuk melakukan perencanaan ulang dan mengalokasikan anggaran pembangunan kembali talut tersebut.

"Talut patah karena galian dasar lubang fondasi tidak dalam. Jika ke depan talut dibangun kembali, maka galian dasar harus lebih dalam, sehingga lebih kuat saat dipukul ombak," harapnya.*