Home Nagekeo Tembok Saluran Irigasi Jebol, Jalan Produksi Terancam Putus

Tembok Saluran Irigasi Jebol, Jalan Produksi Terancam Putus

Penulis: Risa Roga/ Editor: Arsen Jemarut

155
0
SHARE
Tembok Saluran Irigasi Jebol, Jalan Produksi Terancam Putus

Keterangan Gambar : Air mengikis badan jalan produksi di areal persawahan Mbay Pintu Tengatiba Kecamatan Aesesa.


Mbay, Flores Pos — Jalan produksi di areal persawahan Mbay Pintu Tengatiba Kecamatan Aesesa, terancam putus. Kondisi tersebut disebabkan oleh tembok saluran irigasi jebol sehingga air mengikis badan jalan. Keadaan tersebut membuat sejumlah petani dan pengguna jalan merasa cemas.

Hal itu diungkapkan oleh Hendrikus Kodo dan Nikolaus Ladjar kepada Flores Pos, Jumat (22/5/2020).

"Saya khawatir air akan semakin mengikis badan jalan, terlebih jalan tersebut adalah jalan tanah," kata Hendrikus Kodo.

Baca jugaBeras Petani Mbay Menumpuk, Bulog Siap Beli Rp 8.300

Dirinya melanjutkan bahwa selain karena desakan aliran air pada saluran irigiasi, keadaan jalan yang telah terkikis tersebut akan semakin berbahaya saat hujan tiba.

"Saya takut jika Kota Mbay kembali diguyur hujan deras seperti dua hari yang lalu. Jalan tersebut bisa longsor dan putus sewaktu-waktu, sebab saat ini keadaannya agak menggantung," ungkapnya.

Hendrikus berharap agar keadaan tersebut segera mendapatkan perhatian Pemerintah Kabupaten Nagekeo. "Kami tidak tahu masalah ini kewenangan siapa, tetapi yang pasti jalan ini sangat penting. Ini jalan produksi, kami mengangkut padi dan beras kami melalui jalan sempit ini," ujarnya.

Baca juga: Pemda Belum Beli Beras Petani, Ketua DPRD: Kami Akan Panggil untuk Rapat Kerja

Hal yang sama disampaikan Nikolaus Ladjar. Nikolaus menyatakan bahwa keadaan jalan yang telah terkikis tersebut dapat membahayakan pengguna jalan.

"Apalagi saat malam hari, keadaan gelap dan minim cahaya. Bisa-bisa kami terperosok ke dalam saluran irigasi," katanya.

Nikolaus berharap agar kerusakan tersebut dapat segera diperbaiki oleh Pemda Nagekeo. "Semoga segera diperbaiki, jangan dibiarkan sampai jalan semakin terkikis. Selain berbahaya bagi pelintas, juga demi kepentingan petani," harapnya.

Baca jugaHujan Angin di Mbay Robohkan Tanaman Padi

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo Kristianus P. Jogo menyatakan bahwa jalan tersebut adalah jalan produksi yang sangat dibutuhkan oleh petani.

"Karena itu, kami harapkan agar segera ada tindak lanjut dari Pemda Nagekeo untuk memperbaiki jalan dimaksud, demi keselamatan dan kenyamanan petani," ujarnya.

Kristianus menyatakan bahwa biaya perbaikan jalan tersebut dapat menggunakan anggaran hasil rasionalisasi APBD Tahun Anggaran 2020, untuk penanggulangan dampak sosial dan ekonomi dari pandemi covid-19 sebesar 30,5 miliar rupiah.

"Salah satu peruntukan dari anggaran tersebut adalah untuk peningkatan produktivitas pertanian," pungkasnya.