Home Ende Tiga Kali Mangkir, Tersangka Kasus Mark Up di Kantor Pos Ende Akan Dipanggil Paksa

Tiga Kali Mangkir, Tersangka Kasus Mark Up di Kantor Pos Ende Akan Dipanggil Paksa

885
0
SHARE
Tiga Kali Mangkir, Tersangka Kasus Mark Up di Kantor Pos Ende Akan Dipanggil Paksa

Keterangan Gambar : Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Ende, Tony Aji.

Ende, Flores Pos — Kejaksaan Negeri (Kejari) Ende telah menetapkan seorang tersangka dalam kasus dugaan mark up pembayaran rekening listrik dari PDAM Ende melalui Kantor Pos Ende yang terjadi selama tiga tahun, yakni tahun 2015, 2016, dan 2017. Satu tersangka dimaksud berinisial HSH yang bertugas sebagai pengantar paket.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Ende, Tony Aji, kepada wartawan di Kantor Kejari Ende, Senin (9/12), mengatakan bahwa dalam penanganan kasus tersebut hingga saat ini, Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP) NTT sedang melakukan audit atau penghitungan kerugian negara.

Status kasus tersebut, lanjutnya, sudah dinaikkan ke tingkat penyidikan, dan saat ini jaksa sudah menetapkan seorang tersangka, berinisial HSH.

Jaksa Panggil Paksa

Tony Aji mengatakan, setelah menetapkan tersangka, jaksa telah tiga kali memanggil tersangka secara langsung dan satu kali melalui media. Namun hingga saat ini, tersangka belum memenuhi panggilan tersebut. Menurut informasi, tersangka saat ini sedang berada di luar Kabupaten Ende.

Karena itu, kata Tony, jaksa berencana akan melakukan upaya pemanggilan paksa setelah tiga kali tersangka mangkir. Jaksa juga akan menetapkannya dalam daftar pencarian orang (DPO) dan akan berkoordinasi dengan kejaksaan agung untuk memantau pergerakan tersangka.

Menurutnya, kerugian negara akan diketahui secara pasti usai audit yang sedang dilakukan oleh BPKP. Dalam perhitungan manual, kerugian negara mencapai Rp1,8 miliar.

Warga Ende, Ignas Dima, mengatakan bahwa kasus tersebut mesti dituntaskan demi memberikan kepastian hukum terkait dugaan tersebut.

Menurutnya, tindakan pidana korupsi mesti dituntaskan agar memberikan efek jera kepada orang yang lain. Selain itu, kasus ini menjadi salah satu kasus korupsi yang informasi proses hukumnya ditunggu-tunggu oleh publik.

Penulis: Willy Aran
Editor: Avent Saur