Home Opini Transparansi Pengelolaan Dana BOS

Transparansi Pengelolaan Dana BOS

1,397
0
SHARE
Transparansi Pengelolaan Dana BOS

Keterangan Gambar : Viktor S. Juru, Guru SDN Reweng Elar, Manggarai Timur

Pertanggungjawaban dana BOS dapat diterima manakala penggunaan dana BOS dilakukan secara tepat, sesuai perencanaan, tanpa manipulasi, dan diketahui oleh semua unsur sekolah.

Lembaga sekolah tidak terlepas dari komite sekolah yang terdiri dari para orang tua peserta didik, masyarakat partisipan sekolah, peserta didik, dan tenaga pendidik dan kependidikan. Subjek sekolah adalah semua stakeholder pendidikan.

Sekolah bukan sekadar menjadi urusan kepala sekolah dan para guru. Sekolah adalah urusan bersama setiap stakeholder pendidikan.

Dengan demikian, laju perkembangan sekolah adalah tanggung jawab bersama. Pengelolaan sekolah adalah pengelolaan bersama. Dana bantuan operasional sekolah (BOS) adalah salah satu hal yang perlu dikelola secara bersama untuk kemajuan sekolah.

Mengingat dana BOS sepenuhnya diperuntukkan kemajuan sekolah, maka setiap pihak yang berkaitan dengan sekolah (orang tua/wali peserta didik, peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan, serta kelompok peduli pendidikan), harus mengetahui alur penggunaan dana BOS.

Baca juga: Kelola Dana BOS: Antara Kecerdasan Manajerial dan Tabiat Personal

Perencanaan dan pengelolaan serta pertanggungjawaban realisasi dana BOS harus diketahui oleh semua pihak yang berkaitan dengan keberadaan sekolah. Pada titik ini transparansi pengelolaan dana BOS sangat diperlukan.

Dana bantuan operasional sekolah (BOS) merupakan bantuan yang diberikan pemerintah pusat dalam rangka mendanai kegiatan operasional sekolah.

***

Dana BOS adalah bentuk perhatian pemerintah dalam menunjang penyelenggaraan pendidikan sekolah. Melalui upaya pendanaan ini, diharapkan aktualisasi atas delapan standar nasional pendidikan dapat tercapai secara maksimal.

Dana BOS diperuntukkan mendanai upah/honorarium pegawai, gaji guru komite, pembelian barang dan jasa (alat tulis kantor, barang-barang kebersihan, makan minum rapat/kegiatan, fotokopi dan penggandaan, biaya kegiatan ekstrakurikuler, dan biaya perjalanan dinas), serta diperuntukkan pembelian modal atau aset tetap yang dibutuhkan sekolah sebagai lembaga (buku-buku pelajaran, peralatan mesin, peralatan elektronik, dan media-media pembelajaran yang bernilai aset).

Pendapatan dana BOS untuk setiap sekolah berbeda-beda. Setiap sekolah menerima kucuran dana BOS sesuai jumlah peserta didik dalam satu tahun pelajaran. Dana BOS pada sekolah dasar, Rp800 ribu per siswa, SMP Rp1 juta per siswa, SMA Rp1,4 juta per siswa, SMK Rp1,6 juta per siswa. Sedangkan untuk Sekolah Luar Biasa (SDLB, SMPLB, SMALB, dan SLB), Rp2 juta per siswa.

Baca juga: Ketimpangan di Balik Dana BOS

Penyaluran dana BOS dilakukan dalam empat triwulan. Triwulan pertama sebesar 20 persen dari total dana satu tahun. Triwulan kedua 40 persen dari total dana satu tahun. Pada triwulan II, maksimal 20 persen digunakan untuk pembelian buku-buku pelajaran. Triwulan III dan IV masing-masing sebesar 20 persen dari total dana satu tahun. Tentang petunjuk teknis (juknis) dana BOS, hal itu diatur dalam Permendikbud Nomor 3 Tahun 2019 dan Permendikbud Nomor 18 Tahun 2019.

Dana BOS yang diterima oleh sekolah dikelola dengan prinsip manajemen berbasis sekolah. Perencanaan, pengelolaan, dan pengawasan dana BOS dilakukan oleh sekolah dengan mempertimbangkan kebutuhan sekolah yang riil serta dikelola secara efisien dan efektif.

Efisiensi pengelolaan dana BOS dapat tercapai dengan cara membuat rancangan anggaran jangka menengah (4 tahunan), rancangan anggaran dan kegiatan tahunan, rencana anggaran dan kegiatan semesteran, dan triwulan. Sedangkan efektivitas pengelolaan dana BOS dapat tercapai dengan menerapkan prinsip kredibilitas, akuntabilitas, dan transparansi. Untuk menunjang efektivitas pengelolaan dana BOS, harus ada pengelola dana BOS di tingkat sekolah.

Sekolah harus menyiapkan tim pengelola dana BOS yang terdiri dari unsur kepala sekolah dan guru serta komite dan orang tua/wali peserta didik. Perencanaan penggunaan anggaran dan kegiatan sekolah adalah perencanaan bersama yang dipimpin oleh tim pengelola dana BOS. Tim pengelola dana BOS adalah tim yang dapat dipercaya (kredibel).

Pengelolaan dana BOS secara tim akan berdampak pada akuntabilitas laporan penggunaan dana BOS. Konsekuensi logis atas pengelolaan dana BOS yang dilakukan secara kredibel dan akuntabel adalah keterbukaan dalam perencanaan, penggunaan, dan pertanggungjawaban realisasi dana BOS. Tidak ada dusta di antara kita dalam pengelolaan dana BOS jika dilaksanakan secara efektif dan efisien.

Transparansi pengelolaan dana BOS tidak hanya melibatkan kepala sekolah, bendahara, pendidik, dan tenaga kependidikan di sekolah. Transparansi pengelolaan dana BOS mengharuskan komponen sekolah (kepala sekolah, bendahara, pendidik, tenaga kependidikan, dan komite) terlibat secara langsung dalam pengelolaan dana BOS.

Dengan demikian, perspektif lama masyarakat yang memandang sekolah adalah urusan dan tanggung jawab kepala sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan, harus ditiadakan.

Opini wajar tanpa pengecualian terhadap dana BOS di sekolah adalah opini bersama dalam pengelolaan dana BOS yang baik. Pertanggungjawaban dana BOS dapat diterima manakala penggunaan dana BOS dilakukan secara tepat, sesuai perencanaan, tanpa manipulasi, dan diketahui oleh semua unsur sekolah.

***

Transparansi pengelolaan dana BOS bukan merupakan pengendalian laporan yang baik. Pengelolaan dana BOS yang transparan adalah pengelolaan yang padat akan jaminan laporan yang baik. Pengecekan terhadap dana BOS pada umumnya adalah pengecekan pada laporan pertanggungjawaban dana BOS.

Jika sekolah menyediakan laporan pertanggungjawaban secara baik dan benar, maka sekolah dianggap wajar dalam pengelolaan dana bantuan untuk operasional sekolah. Tentu model pengendalian laporan yang baik bisa menjadi cela penyelewengan penggunaan dana BOS (pemalsuan kuitansi, misalnya).  

Lain hal jika pengelolaan dana BOS didasarkan pada logika jaminan laporan. Penggunaan dana BOS yang sesuai dengan perencanaan yang baik memiliki konsekuensi logis pada laporan yang baik.

Sebagai sebuah sistem, sekolah harus merencanakan anggaran dan kegiatan-kegiatan sekolah secara terjadwal dan sistematis. Perencanaan dan penggunaan dana-dana sekolah dalam sistem tidak bisa dilakukan hanya oleh kepala sekolah atau bendahara seorang diri. Perencanaan harus melibatkan semua unsur yang berkaitan dengan sekolah.

Baca juga: Manajemen Berbasis Sekolah

Keterlibatan unsur-unsur sekolah tidak berhenti pada tahap perencanaan. Penggunaan dana BOS harus diketahui oleh semua unsur sekolah. Jadinya, laporan dana BOS yang disampaikan kepada semua pihak di sekolah, lebih merupakan evaluasi dan refleksi atas pencapaian penggunaan anggaran, bukan perdebatan atas angka-angka fulus.

Sekolah terkadang menghadapi persoalan keterbatasan waktu (untuk pertemuan pelaporan penggunaan dana BOS). Namun sebetulnya sekolah dapat menyiapkan papan informasi perencanaan dan penggunaan dana BOS. Sekolah juga dapat melaksanakan kegiatan pertemuan bersama orang tua per triwulan. Kegiatan ini untuk pembahasan tentang tantangan, peluang, dan kemajuan sekolah.

Selain itu, sekolah juga dapat mengirim laporan pertanggungjawaban kepada dewan komite sekolah, atau sekolah-sekolah di kota dapat memublikasikan perencanaan dan penggunaan dana BOS di website resmi sekolah.

Sesuai namanya, dana opersional sekolah adalah dana yang diperuntukkan keberlangsungan dan kemajuan sekolah. Perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban dana BOS sejatinya dilakukan secara bersama. Transparansi pengelolaan dana operasional sekolah menuntut partisipasi optimal dari setiap unsur sekolah.

Oleh Viktor S. JuruGuru SDN Reweng Elar, Manggarai Timur