Home Nagekeo Untuk Transfusi Darah, Pasien RSD Aeramo Tidak Perlu Dirujuk ke Rumah Sakit Lain

Untuk Transfusi Darah, Pasien RSD Aeramo Tidak Perlu Dirujuk ke Rumah Sakit Lain

400
0
SHARE
Untuk Transfusi Darah, Pasien RSD Aeramo Tidak Perlu Dirujuk ke Rumah Sakit Lain

Keterangan Gambar : Ketua PMI Nagekeo, Kristianus P. Jogo, bersama Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo Kabupaten Nagekeo, drg. Emerentiana Reni Wahyuningsih.

 

"Sebenarnya, sejak Juli 2019, RSD Aeramo tidak lagi merujuk pasien ke rumah sakit lain untuk transfusi darah. Kami telah menerima pasokan darah dari PMI Nagekeo. Namun untuk penandatangan perjanjian kerja sama baru dilakukan hari ini." — Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo Kabupaten Nagekeo, drg. Emerentiana Reni Wahyuningsih

Mbay, Flores Pos Sejak Juli 2019, pasien Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit lain untuk transfusi darah. RSD Aeramo telah memperoleh pasokan darah dari PMI Kabupaten Nagekeo.

 

Demikian pernyataan Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo Kabupaten Nagekeo, drg. Emerentiana Reni Wahyuningsih, Kamis (25/9).

Dokter Reni menyampaikan informasi tersebut usai menandatangani Perjanjian Kerja Sama antara Unit Transfusi Darah PMI Nagekeo dengan Rumah Sakit Daerah Aeramo tentang Pelayanan Transfusi Darah.

"Sebenarnya, sejak Juli 2019, RSD Aeramo tidak lagi merujuk pasien ke rumah sakit lain untuk transfusi darah. Kami telah menerima pasokan darah dari PMI Nagekeo. Namun untuk penandatangan perjanjian kerja sama baru dilakukan hari ini," katanya.

Pihak RSD Aeramo sangat bersyukur atas kerja sama tersebut. Rumah Sakit Daerah Aeramo menyambut baik kerja sama dengan UTD PMI untuk pemenuhan ketersediaan darah di Rumah Sakit Aeramo.

Sesuai regulasi, kata dokter Reni, pemerintah wajib memberikan pelayanan darah bagi masyarakat yang membutuhkannya. Perjanjian ini merupakan follow up dari kerja sama sebelumnya antara Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo, UTD PMI Nagekeo, dan RSD Aeramo di Kupang, yang difasilitasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan UTD PMI Provinsi NTT.

"Dengan adanya pelayanan darah yang sebenarnya telah beroperasi selama 3 bulan, RSD Aeramo sangat terbantu. Kerja sama ini sangat menekan jumlah kasus rujukan karena kekurangan darah atau anemia," katanya.

Dokter Reni mengapresiasi UPT PMI Nagekeo yang terus melaksanakan penggalangan darah sehingga kebutuhan Bank Darah Rumah Sakit dapat terpenuhi.

Darah Aman

Ketua PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus P. Jogo, mengatakan, penandatanganan perjanjian kerja sama antara UTD PMI Kabupaten Nagekeo dengan RSD Aeramo memuat objek perjanjian bahwa PMI Kabupaten Nagekeo akan menyediakan darah yang aman bagi pasien di RSD Aeramo selama 24 jam setiap harinya.

UTD PMI Nagekeo, lanjutnya, berkomitmen untuk menyediakan darah yang telah melalui pemeriksaan uji saring dan pihak rumah sakit berhak mendapatkan darah tersebut untuk kebutuhan pasien," katanya.

Untuk memastikan ketersediaan darah, lanjut Jogo, UTD PMI Nagekeo terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat berperan dalam aksi kemanusiaan yaitu mendonorkan darah.

”Kami terus dorong masyarakat, khususnya kaum muda untuk mendonorkan darah. Rencananya, Jumat (27/9) nanti, kami akan lakukan kegiatan donor darah di SMAN I Aesesa,” katanya.

Pelayanan Baik

Menanggapi kenyataan bahwa pasien RSD Aeramo tidak perlu lagi dirujuk untuk transfusi darah, Kristina Elu, warga masyarakat Kota Mbay mengatakan, hal tersebut sangat baik.

”Syukurlah kalau pasien tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit lain. Semoga keadaan tetap seperti ini, jangan sampai di tengah jalan harus dirujuk lagi ke Bajawa atau Ende,” katanya.

Penulis: Risa Roga
Editor: Anton Harus