Home Ngada Wakil Ketua MPR RI Menyosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Stiper-FB

Wakil Ketua MPR RI Menyosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Stiper-FB

Penulis: Wim de Rozari / Editor: Elton Wada

266
0
SHARE
Wakil Ketua MPR RI Menyosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Stiper-FB

Keterangan Gambar : Wakil Ketua MPR RI Dr. Jazilul Fawaid, Anggota DPR RI N.M. Dipo Nusantara Pua Upa, Sekda Ngada Theodosius Yosefus Nono dan Ketua DPRD Kabupaten Ngada Bernadinus Dhey Ngebu saat kegiatan sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Stiper-FB


Bajawa, Flores Pos — Wakil Ketua MPR RI Dr. Jazilul Fawaid didampingi Anggota DPR RI N.M. Dipo Nusantara Pua Upa, S.H.,M.Kn melakukan kegiatan sosialisasi empat (4) pilar kebangsaan di Aula Yayasan Persekolahan Umat Katolik Ngada (Yasukda) yang juga Rektorat Kampus Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (Stiper-FB), Jumat (30/7/2020).

Kehadiran Wakil Ketua MPR tersebut diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Theodosius Yosefus Nono, Ketua Yasukda RD Silverius Betu, Ketua Stiper-FB Dr. Nicolaus Noywuli. Diawali dengan penyematan Tas adat Ngada (Bere-red) serta parang Bajawa, rombongan langsung menuju aula kegiatan dengan diiringi tarian adat Jai di bawah pimpinan Wakil Ketua Stiper-FB Gerardus Reo serta pelajar SMAK Regina Pacis Bajawa.

Kegiatan Sosialisasi yang dimoderatori oleh Ketua DPRD Kabupaten Ngada Bernadinus Dhey Ngebu sekaligus menjabat sebagai Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Stiper-FB tersebut, dihadiri oleh seluruh pengurus Stiper-FB, para dosen, karyawan/karyawati, pengurus Yasukda, utusan sekolah-sekolah yang bernaung di bawah Yasukda serta perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Ngada.

Usai melakukan kegiatan sosialisasi tersebut, Dr. Jazilul Fawaid, SQ., MA dalam sambutannya mengatakan bahwa Ngada adalah kabupaten yang dingin tetapi hangat karena kebiasaan masyarakatnya yang selalu mengkonsumsi Kopi Bajawa yang mampu membangkitkan energi. 

Lebih lanjut ia pun mengatakan bahwa saat ini Indonesia dan dunia sedang menghadapi problem besar pandemi covid-19. Pandemi ini memengaruhi seluruh dimensi kehidupan manusia termasuk ekonomi bangsa-bangsa. Pada masa pandemi ini pun, katanya lagi, Pancasila diuji dan ketahanan pangan menjadi fundasi yang sangat baik untuk dikelola. 

Ia pun kagum dan terpesona dengan keindahan Flores dan berharap agar promosi dan marketing harus gencar dilakukan. Selain itu ia menegaskan pentingnya toleransi dan silahturahmi karena membawa berkat bagi perkembangan kehidupan bersama. Dukungan serta apresiasi tinggi juga diberikan politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini kepada Pemda, Yasukda dan Stiper-FB karena telah memulai dan menjawabi kebutuhan pertanian dan peternakan.

Baca juga: Hadirkan Dosen PTS Bina Nusantara, STIPER-FB Gelar Kuliah Umum

"Stiper-FB harus menjadi target bagi semua orang untuk belajar menimba ilmu di tempat ini," tambahnya.

Ketua Stiper-FB, Dr. Nicolaus Noywuli, SPt.,M. Si pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa kehadiran ketua MPR dan anggota DPR Dipo Nusantara di Stiper-FB merupakan suatu kehormatan yang luar biasa.

Ia pun menjelaskan bahwa Stiper-FB merupakan perguruan tinggi baru di Kabupaten Ngada. Stiper-FB, katanya, hadir untuk menjawabi potensi Kabupaten Ngada. Karena itu, ia mengharapkan agar Stiper-FB dapat menghasilkan para intelektual yang mampu menjadi kekuatan yang dapat diandalkan dalam mengembangkan pertanian dan peternakan di Kabupaten Ngada.

Selain itu Niko pun berharap agar kegiatan sosialisasi tersebut memberi kontribusi positif bagi penghayatan 4 Pilar Kebangsaan di tengah pandemi covid-19. Melalui kampus Stiper-FB, katanya, terlahir pula insan yang memahami dan mengamalkan pilar-pilar kebangsaan demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Atas nama Stiper-FB, Niko menyampaikan rasa hormat yang mendalam kepada semua pihak yang mendukung kegiatan tersebut.

Anggota DPR RI partai PKB, Bpk N.M.Dipo Nusantara Pua Upa pada kesempatan itu juga mengatakan bahwa Flores adalah tempat awal permenungan Pancasila.

"Dari Flores, Soekarno merefleksikan pancasila. Nilai-nilai keutamaan pancasila telah hidup dan berkembang di Flores sejak dahulu kala. Oleh karena itu Flores adalah laboratorium pancasila," katanya.

Stiper-FB pun diminta agar dapat menghadirkan intelektual muda Ngada di bidang pertanian agar alam Flores yang indah tidak dieksploitasi untuk kepentingan orang perorangan yang dapat merusak tatanan kehidupan yang ada di Flores terutama dalam kehidupan dengan alam yang indah dan lahan pertanian yang subur.