Home Lembata Warga Desa Holea di Lembata Sudah Bisa Menikmati Air Minum Weilain

Warga Desa Holea di Lembata Sudah Bisa Menikmati Air Minum Weilain

Penulis: Maxi Gantung / Editor: Avent Saur

600
0
SHARE
Warga Desa Holea di Lembata Sudah Bisa Menikmati Air Minum Weilain

Keterangan Gambar : Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur meninjau sumber mata air Weilain pada Sabtu (27/6/2020).


Lewoleba, Flores Pos — Air minum yang bersumber dari mata air Weilain di Kabupaten Lembata yang selama ini mendapat sorotan masyarakat karena belum bisa dinikmati masyarakat Kedang (Kecamatan Omesuri dan Kecamatan Buyasari), kini sudah bisa dialirkan ke wilayah Desa Holea, Kecamatan Omesuri.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur berkomitmen, pada Juli 2020 masyarakat Kedang sudah bisa menikmati air bersih dari sumber mata air Weilain.

Bupati Sunur pada Kamis (1/7/2020), meninjau bak penampung air minum yang ada di Desa Holea, Kecamatan Omesuri.

Sebelumnya, Bupati Sunur meninjau bak reservoir III di Desa Aramengi, wilayah Kecamatan Omesuri pada Sabtu (27/6/2020). Bak berkapasitas 200 meter kubik tersebut belum bisa mengalirkan air ke beberapa desa termasuk ke bak penampung di Desa Holea. Selain itu, ada banyak jaringan pipa yang sudah rusak.

Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lembata, selama beberapa hari terakhir berjuang memperbaiki jaringan pipa yang rusak. Kini air bisa dialirkan dari bak penampung III di Desa Aramengi ke bak penampung di Desa Holea.

Menurut Bupati Sunur, setelah air minum Weilain mengalir sampai ke Desa Holea, maka dalam waktu dekat, dinas terkait akan memperbaiki jaringan pipa menuju Desa Roma dan Leuwayang hingga Desa Mampir.

"Kita targetkan Juli 2020 ini, masyarakat Kedang sudah bisa menikmati air minum Weilain," tuturnya.

Proyek air minum Weilain menelan dana Rp23 miliar lebih. Proyek tersebut dimulai sejak 5 tahun lalu, dan saat ini baru bisa dinikmati masyarakat Kedang. Penyebabnya, masalah listrik dan jaringan pipa rusak di beberapa titik.

Kini masalah listrik sudah bisa diatasi sehingga air bisa dialirkan dari sumber mata air hingga bak penampung I, II, dan III.*