Home Sikka Yayasan Mardi Wiyata Gelar Ujian Dinas untuk Guru dan Pegawai Wilayah Flores

Yayasan Mardi Wiyata Gelar Ujian Dinas untuk Guru dan Pegawai Wilayah Flores

207
0
SHARE
Yayasan Mardi Wiyata Gelar Ujian Dinas untuk Guru dan Pegawai Wilayah Flores

Keterangan Gambar : Ketua Yayasan Mardiwiyata Pusat Malang, Fr. M. Polikarpus BHK (ke-2 dari kiri hadap lensa) membuka Ujian Dinas Guru dan Pegawai Wilayah Flores di Frateran wilayah Flores, bertempat di Frateran BHK Emaus Weri, Larantuka, Flores Timur, Jumat (1/11).

Seorang calon pegawai serta pegawai yang akan naik atau pindah golongan wajib mengikuti dan lulus ujian dinas sebagai syarat untuk dapat diangkat sebagai pegawai atau dinaikkan pangkatnya ke jenjang lebih tinggi.

Maumere, Flores Pos — Yayasan Mardi Wiyata Pusat Malang menyelenggarakan Ujian Dinas guna merekrut tenaga guru/pendidik dan kependidikan untuk sekolah-sekolah Frateran wilayah Flores yang berlangsung di Frateran BHK Emaus Weri, Larantuka, Jumat-Minggu (1-3/11). Ujian Dinas tersebut dibuka oleh Ketua Yayasan Mardi Wiyata, Frater M. Polikarpus BHK.

Ketua Yayasan Mardi Wiyata Pusat Malang, Fr. M. Polikarpus BHK kepada media ini, Selasa (5/11), menjelaskan bahwa ujian dinas untuk wilayah Flores diikuti 59 peserta tenaga pendidik dan kependidikan di mana mereka berjuang untuk meraih tiket menjadi guru dan pegawai.

Frater Poli menyebut secara perinci peserta yang mengikuti ujian dinas kali ini berasal dari satuan Pendidikan SMAK Frateran Podor-Larantuka ada 13 orang, SMAK Frateran Maumere ada 11 orang, SMPK Frater Maumere ada 19 orang, SMAK Frateran Ndao-Ende ada 13 orang, dan SMPK Frateran Nado-Ende ada 3 orang. “Pelaksanaan ujian dinas berlangsung aman dan lancar,” kata Frater Poli.

Baca juga: Kasek dan Guru SMPN 2 Nita Jarang Masuk Sekolah

Frater Poli mengakui bahwa pada tahun 2019 ini, Yayasan Mardi Wiyata menggelar ujian dinas yang dipusatkan  pada 5 wilayah di mana yayasan ini berkarya di seluruh Indonesia yakni di  Palembang, Malang, Weetabula Sumba Barat Daya, dan Nunukan, Kalimantan Utara.

Sesuai PP Nomor 101 Tahun 2000

Frater M. Polikarpus BHK dalam sambutannya saat membuka ujian dinas antara lain mengemukakan bahwa setiap lembaga berwenang menetapkan, mengangkat dan memberdayakan pegawai sesuai peraturan yang berlaku.

Menurutnya, pelaksanaan ujian dinas ini juga  mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Pegawai Negeri Sipil.

“Pokok-pokok Kepegawaian Yayasan Mardi Wiyata telah mengatur pelaksanaan ujian dinas secara tegas. Pokok-pokok kepegawaian tersebut secara perinci mengamanatkan bahwa ujian dinas dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dalam rangka pembentukan wawasan kebangsaan, kepribadian, etika serta loyalitas pegawai Yayasan Mardi Wiyata.”

“Hal itu dilakukan selain pengetahuan dasar tentang bidang tugas serta budaya organisasi agar mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sebagai pegawai Yayasan Mardi Wiyata,” kata Frater Poli.

Aneka Tes

Frater Poli mengakui bahwa pada hari pertama, para peserta mengerjakan tes berupa uji kompetensi sesuai bidang tugas mereka masing-masing, dilanjutkan dengan tes Kemardiwiyataan dan Katolisitas, dan pada hari kedua dilaksanakan tes Assesmen yang diberikan oleh tim independen dari Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPSDM) Serva Minora Malang.

Untuk mewujudkan pegawai yang memiliki kompetensi sesuai Peraturan Pokok-pokok Kepegawaian Yayasan Mardi Wiyata, lanjut Frater Poli, maka seorang calon pegawai serta pegawai yang akan naik atau pindah golongan wajib mengikuti dan lulus ujian dinas sebagai syarat untuk dapat diangkat sebagai pegawai atau dinaikkan pangkatnya ke jenjang lebih tinggi.

Baca juga: Sikka Siap Bentuk Sekolah Siaga Kependudukan Tingkat SMA dan SMP

Standarisasi materi mulai dari keseluruhan aspek kurikulum yang meliputi rumusan kompetensi serta administrasi sesuai bidang tugas masing-masing.

“Dalam kegiatan ini, peserta diberikan informasi tentang tujuan dan sasaran ujian dinas agar implementasi tugas pokok dan fungsi masing-masing dapat dilakukan dengan baik.”

“Peserta ujian dinas, terdiri dari rekruitmen tenaga baru, tenaga pendidik (guru) dan tenaga kependidikan yang telah bekerja pada satuan-satuan pendidikan minimal dua tahun dan yang bersangkutan wajib mendapatkan rekomendasi dari kepala satuan pendidikan terkait dengan penilaian prestasi selama menjadi guru pegawai tidak tetap,” katanya.

Informasi yang diterima media ini menyebutkan bahwa rangkaian ujian dinas ini diakhiri dengan interviu perorangan antara Ketua Yayasan dengan peserta.

Penulis: Wall Abulat
Editor: Avent Saur