Home Sikka Terapkan New Normal, Orang Tua dan Guru Siswa SDK Yos Sudarso Maumere Lakukan Hal Ini

Terapkan New Normal, Orang Tua dan Guru Siswa SDK Yos Sudarso Maumere Lakukan Hal Ini

Penulis: Wall Abulat/ Editor: Arsen Jemarut

747
0
SHARE
 Terapkan New Normal, Orang Tua dan Guru Siswa SDK Yos Sudarso Maumere Lakukan Hal Ini

Keterangan Gambar : Pelaksana Tugas (Plt) Kasek SDK Yos Sudarso Maumere, Ibu Maria Marselina Mai, S.Pd.SD (kanan) didampingi beberapa guru memimpin rapat dengan orang tua siswa dalam upaya penerapan new normal di lembaga pendidikan itu, Selasa (14/7/2020).

 


Maumere, Flores Pos — Orang tua siswa dan para guru SDK Yos Sudarso Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT  memberlakukan penerapan new normal untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah ini dengan menyepakati proses KBM berlangsung di rumah wali kelas dengan pengaturan jam pelajaran hanya berdurasi 1,5 jam dalam setiap pekan dan dilanjutkan dengan memberikan homework.

Kesepakatan untuk melaksanakan KBM di rumah guru wali kelas ini disepakati dalam pertemuan dengan orang tua siswa dan para guru yang berlangsung secara bertahap dalam tiga hari terakhir. 

Dalam tahap I yang berlangsung pada Senin (13/7/2020) pertemuan antara orang tua siswa kelas I dan kelas VI, dilanjutkan pertemuan orang tua siswa kelas II dan Kelas V dan para guru pada Selasa (14/7/2020), serta pertemuan tahap III antara orang tua/wali siswa kelas III dan Kelas IV dengan para guru SDK Yos Sudarso pada Rabu (15/7/2020).

Belum Bisa KBM di Sekolah

Pelaksana Tugas (Plt) Kasek SDK Yos Sudarso Maumere, Ibu Maria Marselina Mai, pada kesempatan ini menyampaikan beberapa hal penting terkait new normal yang berlaku di lembaga pendidikan itu di antaranya pihak Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka memastikan bahwa KBM  tidak bisa dilangsungkan di sekolah.

Karena itu, lanjut Ibu Maria, pihak sekolah menawarkan dua opsi untuk dipertimbangkan oleh para orang tua dan para guru yakni opsi siswa belajar dalam jaringan online (daring) atau luar jaringan (luring). 

Mengingat masih banyak siswa yang belum memiliki hp android, lanjutnya, maka opsi yang mungkin dilakukan adalah KBM melalui luring dengan dua pilihan yakni siswa mendatangi rumah guru atau guru yang menyambangi kelompok siswa di mana diatur dalam setiap kelompok bervariasi antara 6 hingga 8  orang.

Setelah dilakukan diskusi di kalangan orang tua, maka disepakati bahwa untuk sementara KBM berlangsung di rumah ibu wali kelas dan atau rumah salah seorang tua siswa yang disepakati oleh setiap kelompok.

Prioritaskan Sosialisasi Covid-19

Plt, Kasel SDK Yos Sudarso Ibu Maria Magdalena Mai pada kesempatan ini menggarisbawahi bahwa materi yang diberikan selama masa  new normal ini seputar pengetahuan covid-19 dan protokol kesehatan seperti pentingnya memakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan.

"Wali kelas atau pemilik rumah yang disepekati menjadi tempat pertemuan KBM untuk menyiapkan tempat cuci tangan, menyiapkan sabun, atau hand sanitizes, dan siswa diwajibkan untuk memakai masker dan duduk dalam jarak yang memenuhi protokol kesehatan," katanya.

“Diupayakan agar orang tua tepat mengantar anak-anak ke rumah wali kelas sebelum jam 8  dan tepat menjemput anak-anak pada jam 9.30. Dengan demikian tidak ada ruang bagi siswa untuk berkerumun,” kata Ibu Maria.

Sekali Pertemuan dalam Setiap Minggu

Sementara Wali Kelas V SDK Yos Sudarso Maumere Ibu Aloysia, pada kesempatan ini menyatakan kesiapannya untuk melangsungkan KBM selama masa new normal di rumahnya dengan pengaturan siswa kelas V yang berjumlah 28 orang dibagi menjadi 4 kelompok dan tiap kelompok masing-masing beranggotakan 7 orang.

“Kelompok I akan mengikuti KBM pada setiap Senin. Kelompok II pada setiap Selasa. Kelompok III pada setiap Rabum dan kelompok IV pada setiap Kamis. Dengan lamanya KBM setiap kelompok 1,5 jam yang dimulai tepat pukul 08.00 Wita,” kata Ibu Aloysia.

Prioritaskan Kesehatan Siswa

Perwakilan orang tua siswa Longginus Don pada kesempatan ini meminta pihak sekolah dan para guru untuk memprioritaskan kesehatan siswa-siswi selama masa new normal ini. “Kami orang tua minta agar pihak sekolah dan para guru lebih memprioritaskan kesehatan para siswa selama masa new normal ini. Kami siap bantu demi kesehatan anak-anak kami,” pinta Longginus.

Untuk diketahui, Kabupaten Sikka saat ini masih berstatus zona merah karena masih ada 6 warganya masih dinyatakan positif covid-19 dan mereka ini masih menjalani perawatan di Ruang Isolasi RSUD Maumere. Total warga Sikka yang menderita positif covid-19 selama periode Maret hingga 14 Juli 2020 ini sebanyak 27 orang, di mana ada 21 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh.*