Home Ngada 2 ODP dan 1 OTG di Ngada Dinyatakan Aman

2 ODP dan 1 OTG di Ngada Dinyatakan Aman

Penulis: Wim de Rozari / Editor: Avent Saur

640
0
SHARE
2 ODP dan 1 OTG di Ngada Dinyatakan Aman

Keterangan Gambar : Ilustrasi alat tes covid karya Roby Watowai.


Bajawa, Flores Pos — Sejumlah 2 orang dalam pemantauan atau ODP dan 1 orang tanpa gejala atau OTG yang selama ini dipantau di lokasi Karantina Terpusat Turekisa dinyatakan aman dari infeksi covid 19. Dengan demikian, di Ngada tidak ada lagi ODP dan OTG.

Hal ini dikatakan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Ngada, Marthinus P. Langa, yang juga Kepala Bagian Admas Setda Ngada, di sela-sela kegiatan penanaman perdana hortikultura organik di Late, Desa Turekisa, Senin (22/6/2020), pekan lalu.

Menurut Marthinus, berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir oleh dokter ahli dan tim medis, mereka dinyatakan sehat, serta sudah dipulangkan ke rumah masing-masing.

Hingga 22 Juni 2020, lanjutnya, jumlah ODP yang telah dipantau di Karantina Terpusat Turekisa 27 orang. Semuanya telah dinyatakan sehat. Sedangkan jumlah OTG 4 orang, semuanya juga telah dinyatakan sehat.

Menurutnya, Ngada tidak punya ODP dan OTG lagi. Ngada zona hijau, tetapi Tim Gugus Tugas tetap lakukan screening terhadap pelaku perjalanan yang masuk ke Ngada demi mencegah bahaya penyebaran covid-19.

"Kita harus pertahankan status Ngada zona hijau, bebas covid-19. Kita tidak ingin satu pun warga Ngada terpapar virus corona," katanya.

Terus Mengimbau

Selaku Jubir Gugus Tugas Covid, Marthinus meneruskan pesan Bupati Ngada Paulus Soliwoa. Menurutnya, Bupati Ngada mengingatkan bahwa untuk menghadapi new normal, apa pun imbauan pemerintah harus ditaati.

“Intinya Bupati minta masyarakat agar gunakan masker, jaga jarak, dan selalu cuci tangan. Hanya dengan hal ini Ngada akan tetap bebas virus corona,” tuturnya.

Dalam kaitan dengan pencegahan covid-19, Bupati Soliwoa juga meminta partisipasi masyarakat pada semua tingkatan untuk secepat mungkin menginformasikan kepada pemerintah jika ada pendatang dari luar daerah apalagi dari daerah zona merah.

Menurutnya, hal ini penting agar segera diperiksa di fasilitas kesehatan. Apabila dalam pemeriksaan tidak ada gejala, itu berarti aman. Apabila ada gejala batuk pilek, demam, dan suhu tubuh tinggi, maka perlu lakukan karantina mandiri.

“Pada kondisi tertentu kita bisa lakukan karantina terpusat di Turekisa. Kita berupaya secepat mungkin untuk putuskan mata rantai covid-19,” tambahnya.*