Home Ngada 30 Sampel Swab sudah di Kupang: 131 Orang di Bajawa Menunggu Antrian

30 Sampel Swab sudah di Kupang: 131 Orang di Bajawa Menunggu Antrian

Penulis: Wim de Rozari / Editor: Elton Wada

2,111
0
SHARE
30 Sampel Swab sudah di Kupang: 131 Orang di Bajawa Menunggu Antrian

Keterangan Gambar : Theodosius Yosefus Nono, Ketua Pelaksana Satgas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Ngada


Bajawa, Flores Pos — Ketua Pelaksana Satuan Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Ngada Theodosius Yosefus Nono usai rapat bersama Bupati Ngada Paulus Soliwoa, Dandim Ngada, Kapolres Ngada AKBP Rio Cahyowidi, Ketua Pengadilan Negeri Bajawa, Herbert Harefa dan segenap pimpinan perangkat daerah Kabupaten Ngada, Sabtu (12/9/2020) di Posko Satgas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Ngada mengatakan bahwa sudah 30 sampel swab yang diangkut oleh helikopter dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ke Kupang pada Jumat (11/9/2020).

Sampel yang diantar ke Kupang menggunakan helikopter tersebut adalah sampel dari 15 orang. Sampel itu pun, katanya, bukan dari Pilkada. Sampel tersebut adalah sampel klaster Cireng, Manggarai dan pelaku perjalanan.

"Jadi tidak benar kalau 60 sampel yang dikirim; dan itu juga bukan dari sampel klaster Pilkada," ujarnya.

Tedy Nono sapaan akrab Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada ini juga menjelaskan bahwa ada juga klaster Pilkada. Pasien covid-19 asal Kabupaten Ngada yang saat ini berada di Kupang, katanya, sesuai hasil pelacakan pernah kontak erat dengan pasien konfirmasi positif. Aksi kontak erat itu terjadi beberapa kali di lokasi yang berbeda yang berada di wilayah Puskesmas Kota, Surisina, Langa, dan Radabata. Ada orang yang berasal dari dalam wilayah Puskesmas tersebut dan ada pula yang berasal dari luar wilayah tersebut seperti dari Soa, Mangulewa, dan Koeloda.

Baca juga: Salah Satu Bapaslon di Ngada Positif Covid-19: Ini Penjelasan Gugus Tugas Covid-19

Dari hasil pelacakan yang dimulai sejak Rabu 09 September sampai Jumat 11 September 2020 terdapat 131 orang yang telah berkontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif covid-19. Mereka yang kontak erat tersebut antara lain: dari wilayah Puskesmas Dadawea-Radabata 32 orang; Puskesmas Langa, wilayah Ubedolumolo dan Langa 23 orang; Puskesmas Koeloda 4 orang; Waepana 9 orang; Surisina 26 orang; Kota 23; Mangulewa 8; dan Puskesmas Lindi 6 orang.

Semua pasien yang kontak erat akan mengikuti pengambilan swab secara bertahap. Tahap I, sedianya, sejumlah 25 orang. Pengambilan selanjutnya akan dilakukan pada Senin dan Selasa (14-15/9 /2020) dan akan bertahap pada hari berikutnya. Namun karena hanya ada satu dokter ahli penyakit dalam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bajawa, pengambilan swab hanya dilakukan untuk 25 orang, 1 tahap.

Dari 131 orang tersebut sebagian besar sedang melakukan karantina mandiri tetapi ada beberapa yang harus melakukan karantina terpusat di Turekisa karena merupakan orang yang lebih banyak melakukan kontak dengan pasien positif covid-19. Jumlah tempat tidur yang disediakan di karantina terpusat juga hanya 25 sehingga banyak orang yang harus menjalani karantina Mandiri dengan pemantauan petugas kesehatan secara ketat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Agustinus Naru pada hari yang sama juga menjelaskan bahwa swab yang dijemput menggunakan helikopter BNPB di lapangan Kartini Bajawa sejumlah 30 sampel yang diambil dari 15 orang. Dari total 15 orang diambil 2 sampai 1 orang dan dilakukan pengambilan pertama dan pengambilan kedua. Mereka yang diambil swabnya, katanya, terdapat 11 orang yang kontak erat dengan pasien covid-19 asal Manggarai dan 4 orang pelaku perjalanan dari zona merah.

Direktur RSUD Bajawa drg. Maria W. Betu dalam rapat bersama melaporkan kepada Bupati Ngada bawa saat ini ada 2 pasien suspect covid-19 yang tinggal menunggu hasil swab. Satu dari pasien suspect tersebut merupakan bayi berumur 3 bulan yang kondisinya makin baik sedangkan yang lain seorang laki-laki dewasa, sedang dalam perawatan dan masih menunjukan gejala mirip covid-19 tetapi masih menunggu juga hasil swab.

Pihaknya meminta Satgas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Ngada untuk menyiapkan lagi Alat Pelindung Diri (APD) karena satu hari saja harus menggunakan 25 APD bagi petugas yang menjaga dan merawat kedua pasien tersebut.

Kristoforus Loko pasien terkonfirmasi positif covid-19 yang juga calon Bupati Ngada dari Paket Credo saat dihubungi Flores Pos, Jumat (11/9/2020) mengatakan bahwa dirinya saat ini sangat sehat dan aman. Pada pengambilan sampel swab berikutnya, ia yakin akan kembali negatif sehingga dapat lagi mengikuti proses Pilkada Ngada sesuai aturan KPU. Pengalaman yang dialaminya saat ini, katanya, tidak menyurutkan niatnya untuk berjuang menjadi pemimpin di Kabupaten Ngada.