Home Sikka Atasi Penutupan Akses Jalan Negara, Bupati Sikka dan Wagub NTT Siap Pantau Perbatasan

Atasi Penutupan Akses Jalan Negara, Bupati Sikka dan Wagub NTT Siap Pantau Perbatasan

Penulis: Wall Abulat / Editor: Anton Harus

1,303
0
SHARE
Atasi Penutupan Akses Jalan Negara, Bupati Sikka dan Wagub NTT Siap Pantau Perbatasan

Keterangan Gambar : Bupati Kabupaten Sikka Fransiskus Roberto Diogo


Maumere, Flores Pos Bupati Kabupaten Sikka Fransiskus Roberto Diogo atau yang biasa disapa Bupati Robi Idong berjanji akan mengajak Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi untuk memantau beberapa daerah perbatasan antarkabupaten di Pulau Flores.

Pemerintah ingin melihat dari dekat masalah penutupan akses jalan negara di perbatasan antarkabupaten sebagaimana yang dikeluhkan pelaku usaha logistik ikan dalam beberapa waktu terakhir.

“Bapak Wakil Gubernur NTT akan kunjungi Kabupaten Sikka pada Rabu (3/6/2020. Saya akan ajak Bapak Wagub ke perbatasan-perbatasan,” kata Bupati Robi Idong saat menerima puluhan sopir mobil logistik ikan asal Kabupaten Sikka yang menjadi korban kebijakan petugas perbatasan Nagekeo-Ngada.

Dikabarkan bahwa petugas covid-19 di perbatasan Kabupaten Nagekeo dengan Kabupaten Ngada melarang para sopir melintasi perbatasan pada Minggu (31/5/2020). Para sopir akhirnya melakukan demonstrasi di halaman Kantor Bupati Sikka, Jalan El Tari Maumere pada Senin (1/6/2020).

Akses videonya di sini (Flores TV): Dianiaya Petugas Perbatasan Nagekeo-Ngada, Para Sopir Logistik Ikan asal Sikka Demo di Kantor Bupati

Bupati Robi menjelaskan bahwa upaya mengajak Wagub NTT ke wilayah-wilayah perbatasan antarkabupaten di Pulau Flores untuk melihat dari dekat kondisi di perbatasan dan supaya tidak boleh lagi ada pihak yang menutup akses di daerah perbatasan.

“Saya akan ajak Wagub supaya tidak boleh lagi ada penutupan jalan di daerah perbatasan,” kata Bupati Robi.

Kesepakatan Buka Akses Perbatasan

Bupati Robi juga menegaskan, Gubernur NTT dan Wagub NTT dalam video konferensi dengan para bupati dan walikota se-Provinsi NTT baru-baru ini sudah membangun kesepakatan bahwa tidak boleh ada penutupan akses di daerah-daerah perbatasan dan tidak ada larangan bagi kendaraan yang mengangkut logistik.

“Kesepakatan yang kita bangun bersama adalah tidak ada penutupan di perbatasan. Aktivitas perdagangan dan pengangkutan logistik tetap berjalan,” tegas Bupati Robi.

Petugas Covid-19 Aniaya Sopir

Diberitakan media ini sebelumnya, Juru Bicara para sopir mobil logistik ikan asal Sikka, Lambertus Sino, kepada Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo di Kantor Bupati Sikka menyampaikan protes keras atas perlakuan petugas covid-19 di perbatasan Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Ngada.

Para petugas melarang mobil ikan melaintasi jalur tersebut. Oknum-oknum petugas juga menganiaya beberapa sopir asal Sikka.

“Kami minta agar Bupati Ngada tidak menutup portal bagi kami. Kami merasa didiskriminasi sekali. Padahal kami sudah lengkapi semua dokumen seperti surat jalan dari Dishub, surat keterangan sehat dari Dinkes/Satgas Covid-19, dokumen-dokumen perjalanan lengkap, dan ada surat jalan ikan dari Dinas Perikanan Sikka,” kata Lambertus.

“Alasan apa kami tidak boleh melintasi jalan tersebut? Mengapa kami tidak diperbolehkan melintasi jalan tersebut, padahal dokumen sudah lengkap? Apalagi dalam surat jalan itu, tujuan kami ke Ruteng, bukan singgah di Bajawa,” kata Lambertus.

Lambertus juga menyesalkan perlakukan oknum-oknum petugas di perbatasan Nagekeo-Ngada yang melakukan lebih dari tiga kali perlakuan tak terpuji terhadap para sopir.

Dikabarkan, petugas menyuruh beberapa sopir melakukan push up, ada sopir yang diajak duel oleh oknum petugas Pol PP, ada perlakuan di mana telinga seorang sopir didekatkan pada knalpot racing kendaraan roda dua dan digas tinggi. Kasus terbaru adalah seorang sopir ikan bernama Anong dipukul beberapa kali oleh petugas.

“Harapan kami agar portal segera dibuka, dan persoalan ini diklirkan,” kata Lambertus.*