Home Sikka Bupati Robi Idong Wajibkan Semua Sekolah di Sikka Beri Pelajaran Covid-19

Bupati Robi Idong Wajibkan Semua Sekolah di Sikka Beri Pelajaran Covid-19

Penulis: Wall Abulat / Editor: Elton Wada

642
0
SHARE
Bupati Robi Idong Wajibkan Semua Sekolah di Sikka Beri Pelajaran Covid-19

Keterangan Gambar : Bupati Kabupaten Sikka, Fransiskus Roberto Diogo (tengah) didampingi Kadis PKO Mayella da Cunha mendengarkan masukan dari Kepala SDI Wairklau Lud Anggraeni (kanan) saat pelaksanaan KBM Tatap Muka di SDI Wairklau usai Apel Launching KBM Tatap Muka di Sekolah untuk jenjang SD dan SMP Tingkat Kabupaten Sikka, di SDI Wairklau, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Selasa (1/9/2020).


Maumere, Flores Pos — Bupati Kabupaten Sikka Fransiskus Roberto Diogo mewajibkan semua sekolah, baik TK, SD maupun SMP di kabupaten yang dipimpinnya itu untuk memberikan pelajaran seputar covid-19 di hari pertama Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bertatap muka di sekolah yang dimulai pekan ini.

“Semua sekolah di Sikka mesti wajib beri pelajaran tentang covid-19 di hari pertama KBM tatap muka di sekolah,” kata Bupati Fransiskus Roberto Diogo dalam amanatnya ketika memimpin apel launching KBM di Sekolah untuk SD dan SMP tingkat Kabupaten Sikka, yang bertempat di halaman, SDI Wairklau, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Selasa (1/9/2020).

Bupati pada kesempatan ini meminta para kepala sekolah untuk mengawasi anak-anak secara ketat dan tidak boleh lengah selama KBM tatap muka di sekolah mulai diberlakukan.

"Pembelajaran hari pertama hanya tentang covid. Para Kepala Sekolah dan guru-guru tidak boleh lengah, tetap awasi anak-anak secara baik. Selalu ingatkan anak-anak untuk cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak. Para guru harus memberikan edukasi tentang covid- 19 dan pelaksanaan New Normal,” pinta Bupati

Pelaku Perjalanan Wajib Ikuti Karantina Mandiri

Bupati Fransiskus Roberto Diogo pada kesempatan launching tersebut juga mengimbau kepada semua pelaku perjalanan (PP) dari luar daerah, baik dari daerah Zona Hijau, Zona Merah dan Zona Hitam yang masuk di wilayah Kabupaten Sikka untuk wajib mengikuti karantina mandiri selama 10 hari, meskipun mengatongi dokumen hasil rapid dari daerah asal.

Baca juga: Bupati Sikka: 22 Kebijakan Strategis Sukseskan Pelaksanaan KBM di Sekolah Selama New Normal

" Saya imbau para pelaku perjalanan untuk wajib karantina mandiri, termasuk Bupati atau pun pejabat daerah lainnya. Kita harus jaga Nian Tanah Sikka agar tetap aman dan terkendali sehingga pertahankan di Zona Hijau, " kata Bupati Sikka.

Bupati pun mengajak semua warga masyarakat Kabupaten Sikka agar tetap membangun kerja sama yang baik untuk bersama melakukan pencegahan dan penanganan covid-19 di Kabupaten Sikka dengan baik, dengan taat dan patuh pada imbauan pemerintah dan menjalankan Protokol Kesehatan.

Setiap pelaku perjalanan yang tidak patuh dan tidak taat pada aturan protokol kesehatan dan tidak melakukan karantina mandiri, katanya, adalah pelaku kejahatan karena yang bersangkutan secara tahu dan mau serta sadar hendak menyebarkan virus di daerah ini.

“Meskipun pelaku perjalanan sudah ada hasil rapid test tetapi tidak menutup kemungkinan bisa tertular virus dalam perjalanan, bila lengah dan tidak menaati Protokol Kesehatan. Jadi, siapa saja yang datang dari luar daerah wajib karantina mandiri. Apabila tidak lakukan karantina mandiri apalagi bandel akan ditindak tegas. Kalau bandel maka dia adalah penjahat karena dengan sengaja mau sebarkan covid-19," tegasnya.