Home Sikka Dana BLT Wolodhesa Rp161 Juta Dicuri: Polisi Gencar Melacak Keberadaan Maling

Dana BLT Wolodhesa Rp161 Juta Dicuri: Polisi Gencar Melacak Keberadaan Maling

Penulis: Wall Abulat / Editor: Elton Wada

847
0
SHARE
Dana BLT Wolodhesa Rp161 Juta Dicuri: Polisi Gencar Melacak Keberadaan Maling

Keterangan Gambar : Kasubag Humas Polres Sikka AKP Petrus Kanisius


Maumere, Flores Pos — Tim Polisi Satreskrim Polres Sikka dalam beberapa hari terakhir gencar melacak keberadaan pelaku yang mencuri dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi warga miskin terdampak covid-19 di Desa Wolodhesa, Kecamatan Mego sebesar Rp161 juta. Dana BLT tersebut dicuri maling tak dikenal dari tempat penitipan barang Toko Rejeki Maumere, Jumat (7/8/2020) lalu.

Hal itu disampaikan Kapolres Sikka AKBP Sajimin melalui Kasubag Humas Polres Sikka, AKP Petrus Kanisius, Senin (24/8). Kanisius menjelaskan bahwa dalam upaya melacak pelaku, tim polisi menggali data yang terekam pada CCTV milik BRI dan CCTV milik Toko Rejeki yang merekam pergerakan pelaku saat mengambil uang di lokasi penitipan barang Toko Rejeki yang dititip Bendahara Desa Wolodhesa, Theresia Pio.

“Polisi sudah mengamankan dua CCTV yakni CCTV BRI Cabang Maumere, dan CCTV Toko Rejeki Maumere,” kata Petrus Kanisius.

Pelaku Buntuti Korban

Kanisius mengemukakan bahwa dari perkembangan penyelidikan sementara, diduga bahwa kasus raibnya uang BLT Desa Wolodhesa senilai Ro161 juta tersebut tak terlepas dari ulah pencuri yang sudah membuntuti pergerakan korban Theresia Pio mulai dari pengambilan uang di BRI Cabang Maumere hingga ke Toko Rejeki Maumere.

“Pelaku pencurian uang Rp161 juta itu diduga membututi korban mulai dari BRI Cabang Maumere hingga ke Toko Rejeki Maumere,” Kanisius.

Pergerakan pelaku yang membututi korban mulai dari Kantor BRI Cabang Maumere hingga Toko Rejeki Maumere, katanya, terekam dalam CCTV BRI Cabang Maumere dan CCTV Toko Rejeki yang sudah diamakan polisi pasca kejadian itu untuk dijadikan alat bukti.

“Dalam CCTV BRI Cabang Maumere dan CCTV Toko Rejeki terekam orang yang sama yang selalu membututi korban mulai dari BRI Cabang Maumere hingga ke Toko Rejeki Maumere. Orang itu mengendarai sepeda motor yang sama,” kata Kanisius.

Kanisius pun mengaku bahwa Tim Satreskrim Polres Sikka dalam beberapa hari terakhir secara intens melacak keberadaan orang yang terekam dalam dua CCTV itu yang diduga sebagai pelaku pencurian uang BLT Rp161 juta tersebut.

“Polisi sedang melacak keberadaan pelaku yang diduga mencuri uang BLT dari tempat penitipan di Toko Rejeki Maumere itu,” kata Kanisius.

Kanisius pada kesempatan itu juga menjelaskan bahwa Tim Satreskrim Polres Sikka telah memeriksa 4 orang saksi dalam upaya mengusut raibnya uang Rp161 juta itu.

Baca juga: Kematian Babi Meningkat, Distan Terapkan Protokol Kesehatan Pemotongan Babi di RPH Sikka

”Tim Satreskrim telah meminta keterangan 4 orang saksi, yakni pemilik Toko Rejeki, saksi korban Bendahara Desa Wolodhesa, dan 2 orang yang bertugas di tempat penitipan Toko Rejeki Maumere. Keterangan 4 orang saksi ini akan terus kita kembangkan,” kata Kanisius.

Untuk diketahui, uang BLT sebesar Rp161 juta untuk warga terdampak covid-19 miskin di Desa Wolodhesa, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka digasak maling dari tempat penitipan barang di Toko Rejeki Maumere, Jumat (7/8). Polres Sikka saat ini sedang menyelidiki kasus tersebut setelah pemilik toko Leny Mariani Leo melaporkan Tindak Pidana Pencurian yang dialami oleh Korban Theresia Pio ke Mapolres Sikka setelah kejadian terjadi.

Kapolres Sikka AKBP Sajimin melalui Kasubag Humas Polres Sikka, AKP Petrus Kanisius dalam rilis yang diterima media ini, menjelaskan bahwa korban dalam kasus ini adalah Bendahara Desa Wolodhesa Theresia Pio (30) warga Feondari RT 009/ RW 006 Dusun Wolomage, Desa Wolodhesa, Kecamatan Mego.

Kronologi

Kasubag Humas Polres Sikka AKP Petrus Kanisius pun menjelaskan kronologi kasus ini di mana pada Jumat (7/8) korban mendatangi Toko Rejeki untuk berbelanja.

“Namun sebelum berbelanja, korban menitipkan tas ransel warna biru miliknya di tempat penitipan barang. Setelah selesai membeli barang di dalam toko Rejeki, korban langsung mengambil tasnya pada tempat penitipan barang, namun tas tersebut sudah tidak berada pada tempatnya dan telah dicuri oleh pelaku,” kata Kanisius.

Sesaat setelah kejadian tersebut, lanjut Kasubag Humas, korban langsung menghubungi pelapor yang adalah pemilik Toko Rejeki, dan pelapor mencari tahu kejadian tersebut melalui rekaman CCTV.

“Hasil rekaman CCTV menunjukan bahwa, tas milik korban telah diambil oleh pelaku dengan cara salah seorang teman pelaku mengalihkan perhatian penjaga barang titipan dengan berpura-pura menawarkan karpet yang berada di luar teras toko dan yang satunya lagi masuk ke dalam untuk mengambil tas milik korban,” kata Kanisius.

Menurut korban, lanjut Kasubag Humas, uang yang tersimpan di dalam tas miliknya berjumlah Rp161.342.000.

“Saat ini, Polres Sikka sedang menyelidiki kasus raibnya uang sebesar Rp161 juta lebih itu,” Kanisius.