Home Sikka Dinkes Sikka Mendampingi 2.000 Pelaku Perjalanan yang Menjalani Karantina Mandiri di Rumah

Dinkes Sikka Mendampingi 2.000 Pelaku Perjalanan yang Menjalani Karantina Mandiri di Rumah

Penulis: Wall Abulat / Editor: Elton Wada

340
0
SHARE
Dinkes Sikka Mendampingi 2.000 Pelaku Perjalanan yang Menjalani Karantina Mandiri di Rumah

Keterangan Gambar : Juru Bicara Satgas Covid-19 Sikka Petrus Herlemus


Maumere, Flores Pos — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus mengemukakan bahwa instansi yang dipimpinnya saat ini bersama Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka sedang mendampingi 2.000 pelaku perjalanan yang sedang menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing yang tersebar pada sebagian besar kecamatan di Kabupaten Sikka.

“Petugas sedang mendampingi 2.000 pelaku perjalanan yang menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing,” kata Kadis Petrus Herlemus ketika membawakan materi di hadapan peserta kegiatan bertajuk “Mari Kita Kreatif Agar Ikan Lestari (Mata Kail) Promosikan Produksi dan Konsumsi Berkelanjutan di Sektor Pengolahan Ikan Nusa Tenggara Timur” yang diselenggarakan Plan di Aula Dinkes Sikka Jalan El Tari Maumere, akhir pekan lalu.

Narasumber lainnya dalam kegiatan ini adalah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sikka, Paulus H. Bangkur. Hadir dalam kegiatan ini para kepala desa atau utusan dari 10 desa dampingan Yayasan Plan Internasional Indonesia di Kabupaten Sikka, para kader gizi, para kepala bidang di Dinas Kesehatan Sikka, dan beberapa aktivis.

Herlemus menjelaskan bahwa jumlah pelaku perjalanan yang masuk ke Kabupaten selama masa pandemi covid-19 sejak pekan terakhir Maret 2020 hingga saat ini sebanyak 18.000 orang.

Baca juga: Sampel Swab Siswa SMPK Watukrus Bola dan 26 Pelaku Perjalanan Dinyatakan Negatif Covid-19

“Total pelaku perjalanan yang masuk Sikka sebanyak 18.000 orang, dan saat ini yang sementara menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing ada 2.000 orang,” tegasnya .

Kadis mengakui pelaku perjalanan yang masuk Sikka datang dengan menggunakan transportasi laut, udara, dan darat dari pelbagai daerah di Indonesia di antaranya Jawa, Sulawesi, Bali, Kalimantan, Sumatera, Irian, dan dari beberapa daerah lainnya di Indonesia plus dari luar negeri.

28 Orang Positif

Kadis Herlemus pada kesempatan ini mengaku bersyukur karena meskipun Kabupaten Sikka awalnya tercatat sebagai Kabupaten tertinggi kasus positif covid-19 di NTT dengan jumlah kasus 27 orang, plus kasus terbaru salah seorang yang positif asal Lela yang merupakan pelaku perjalanan dari Kalimantan, tetapi semua mereka itu telah dinyatakan sembuh.

“Total kasus positif covid-19 di Sikka sebanyak 28 kasus. Dari 28 kasus yang dinyatakan positif ini semuanya sudah sembuh dan tidak ada yang meninggal. Ini kita syukuri,” katanya.

Baca juga: Bupati Sikka: 22 Kebijakan Strategis Sukseskan Pelaksanaan KBM di Sekolah Selama New Normal

Meskipun tidak ada yang meninggal dan saat ini Kabupaten Sikka dinyatakan zona hijau covid-19, Kadis tetap meminta agar elemen warga tetap mematuhi semua protokol kesehatan dan ketentuan yang berlalu seperti semua pelaku perjalanan mesti ikuti karantina mandiri, tetap memakai masker, tetap mencuci tangan dan tetap mematuhi jaga jarak.

“Warga harus mematuhi semua protokol kesehatan,” pinta Herlemus.

Waspadai Migrasi Penduduk

Sebelumnya, Ketua Tim Kerja Penyakit Infeksi Emerging (Covid-19, Sars dan Mers) RSUD Maumere, dr. Asep Purnama, Sp.D meminta elemen warga Kabupaten Sikka, khususnya; dan warga NTT umumnya, untuk mewaspadai migrasi penduduk dari zona merah dan zona hitam covid-19 di Indonesia yang hendak masuk Sikka.

“Warga diminta untuk terus mewaspadai migrasi penduduk dari zona merah dan zona covid-19,” kata Dokter Asep Purnama, Rabu (2/9/2020).

Menurut Doktor Asep, covid 19 sangat dinamis dan dengan migrasi penduduk yang cepat dan luas dengan mulai beroperasinya semua moda transportasi yang ada maka virus corona juga akan bergerak cepat dan luas mengikuti pergerakan manusia.

“Karena manusia adalah kendaraan virus conona bergerak menyebar ke seluruh dunia, termasuk Sikka,” kata Dokter Asep.

Dokter Asep mengingatkan bahwa kasus covid-19 di Indonesia terus menanjak bahkan menembus 3.000 per hari.

“NTT dikelilingi daerah yang kasus baru covid-19nya terus bertambah di atas 100 per hari; dan migrasi penduduk dari Jakarta, Surabaya, Bali dan Makassar ke NTT semakin terbuka lancar. Ini yang kita perlu waspadai,” kata Spesialis Penyakit Dalam RSUD Maumere ini.

Dokter Asep pun mengajak semua elemen warga Sikka untuk selalu siaga menghadapi kasus impor covid-19.

“Apa solusi kita? Kita perlu siaga menghadapi kasus impor. Bagaimana menghadapi warga yang masuk ke NTT?” tanya Dokter Asep retoris.

Menurut Dokter Asep ada dua hal penting untuk dilakukan. Pertama, bagaimana kita melakukan screening? Apa hanya dengan Thermo Gun? Atau dengan rapid test dan swab?

Kedua, bagaimana karantina mandiri pelaku perjalanan? Apa sudah bisa dilaksanakan dengan benar dan disiplin?

Wajib Lakukan Karantina Mandiri

Dokter Asep Purnama menegaskan bahwa pada prinsipnya setiap pelaku perjalanan yang masuk ke Sikka mesti melakukan karantina mandiri dengan benar dan disiplin.

“Jika muncul gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) segera lapor ke Puskesmas terdekat atau Call Center Gugus Tugas,” katanya.

Pembina IDI Kabupaten Sikka ini juga menambahkan bahwa petugas senantiasa mengedukasi dan memantau para pelaku perjalanan untuk memastikan bahwa mereka melakukan karantina mandiri selama 14 hari dengan disiplin.

“Memang idealnya, semua pelaku perjalanan diswab untuk memastikan apakah mereka tertular covid 19 atau tidak. Mengetahui status seseorang sangat penting, untuk memutus rantai penularan covid 19,” katanya.

Lakukan 3 M, Hindari 3 K, dan Upayakan 3 T

Kepada elemen warga Kabupaten Sikka, Dokter Asep meminta untuk selalu waspada terhadap covid-19 dengan melakukan 3 M yakni Memakai Masker, Menjaga Jarak, dan Mencuci Tangan; serta menghindari 3 K yakni Kerumunan, Kontak Erat, dan Kamar (ruang) tertutup (ber AC).

“Pemerintah juga senantiasa mengupayakan 3T yakni Test yakni pemeriksaan swab PCR sebanyak-banyaknya, Tracing yakni melacak kontak erat dan lain-lain, dan Treatment yakni pengobatan atau isolasi jika sakit.

“Silahkan berdoa dan berharap yang terbaik. Tapi jangan lupa tetap menghadapi lonjakan kasus yang terburuk. Tetap semangat, bersama kita bisa,” imbuhnya.