Home Sikka Gereja Thomas Morus Maumere Menjadi Model Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 di NTT

Gereja Thomas Morus Maumere Menjadi Model Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 di NTT

Penulis: Wall Abulat / Editor: Elton Wada

1,010
0
SHARE
Gereja Thomas Morus Maumere Menjadi Model Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 di NTT

Keterangan Gambar : Kadiskes Provinsi NTT Dokter Domi Minggu Mere (ke-4 dari kiri) didampingi RD Fransiskus Sare dan Dokter Ignasius Henyo Kerong (ke-3 dari kanan) berpose bersama beberapa pengurus DPS St. Thomas Morus dan petugas usai mengikuti misa di Gereja Santo Thomas Morus Maumere, Minggu (26/7/2020).


Maumere, Flores Pos — Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi NTT Dokter Domi Minggu Mere mengagumi keseriusan tim DPP dan para petugas Gereja Santo Thomas Morus Maumere yang menerapkan protokol kesehatan covid-19 secara lengkap baik bagi umat yang hadir, petugas liturgi, para imam dan suster yang melayani misa mingguan di gereja itu, Minggu (26/7/2020). Kadiskes Domi Mere pada hari Minggu itu menghadiri misa ketiga pada pukul 16.00 Wita yang dipimpin RD Fransiskus Sare.

“Penerapan protokol kesehatan covid-19 di Gereja Thomas Morus Maumere sangat lengkap. Penerapan protokol kesehatan di Gereja ini menjadi model untuk diterapkan di gereja-gereja serta rumah ibadah lainnya di NTT,” kata Kadiskes Domi kepada Flores Pos usai menghadiri misa, Minggu (26/7/2020).

Dokter Domi berkali-kali menyampaikan apresiasi kepada pastor paroki dan pastor rekan, DPP, DPS dan petugas gereja lainnya yang mematuhi semua protokol kesehatan terkait covid-19 sesuai standar organisasi kesehatan dunia/WHO dan Satgas Covid-19.

“Saya menyampaikan apreasi yang tinggi atas penerapan protokol kesehatan di Gereja St. Thomas Morus Maumere. Penerapan protocol kesehatan di Gereja Thomas Morus bisa menjadi model untuk diterapkan di gereja-gereja dan wilayah lainnya di NTT,” tegas Dokter Domi.

Sesuai pantauan dan pengalamannya saat itu, Kadises Domi mengakui bahwa selama mengikuti misa di Gereja St. Thomas Morus ditemukan sejumlah fakta penerapan protokol kesehatan yang sangat menggembirakan di gereja itu seperti semua umat yang hadir pada misa saat itu memakai masker, serta fakta-fakta lainnya seperti ada penempatan beberapa tempat cuci tangan di halaman gereja yang dibuat sistem buka hand soap dan kran air dengan menggunakan kaki.

Selain itu, katanya, setiap umat yang masuk gereja juga diukur suhu tubuh dengan menggunakan thermo gun. Umat duduk dalam gereja pun diatur. Antara umat yang satu dengan yang lain, duduk berjarak lebih dari satu meter.

Baca juga: Gubernur NTT Memuji Keberhasilan Sikka Terkait Penanganan Covid-19 dan Stunting

“Sebelum umat hendak menerima komuni ada petugas khusus yang menyemprotkan hand sanitizer ke tangan umat, dan petugas yang memberikan komuni mengenakan alat pelindung diri yang lengkap. Fakta lainnya yang diterapkan di gereja ini adanya upaya dari petugas untuk menyemprotkan disinfektan di tempat duduk dalam gereja. Sekali lagi, saya menyampaikan apresiasi kepada petugas dan pihak Gereja St. Thomas Morus yang menerapkan protokol kesehatan secara lengkap,” kata Kadiskes Domi.

Minta Buat Video

Sesuai pantauan media ini, Kadiskes Domi pada kesempatan itu meminta pihak Paroki melalui Ketua Pelaksana DPS Santo Thomas Morus Dokter Ignasius Henyo Kerong untuk membuat video penerapan protokol kesehatan di Gereja St. Thomas Morus. Video yang telah dihasilkan, katanya, akan segera dikirim ke Dinkes NTT untuk selanjutnya ditayangkan/disebarluaskan melalui media Medica Star Dinkes NTT dan saat rapat-rapat kesehatan untuk membahas penerapan protokol kesehatan yang benar dan baik, sebagaimana yang telah diterapkan di Gereja St. Thomas Morus, kepada seluruh wilayah NTT.

“Tolong Pak Dokter Henyo agar setiap tahapan penerapan protokol kesehatan di Gereja Thomas Morus dibuat dalam video. Apa yang diterapkan di Gereja Thomas Morus, kita akan tayangkan di media corong Dinkes NTT yakni Medica Star. Kita tayangkan penerapan protokol kesehatan di Gereja Thomas Morus Maumere di media ini, dan saat rapat penerapan protokol kesehatan di Tingkat Provinsi di seluruh wilayah NTT,” kata Kadiskes Domi.

Siap Mengirimkan Video

Ketua Pelaksana DPS St. Thomas Morus, Dokter Henyo pada kesempatan itu menyatakan kesediannya dan DPS untuk mengirim video-video penerapan protokol kesehatan di Gereja Thomas Morus ke Dinkes Provinsi NTT.

“DPS Paroki St. Thomas Morus Maumere siap mengirimkan video-video penerapan protokol kesehatan selama ini ke Dinkes Provinsi NTT,” kata Dokter Henyo.

Sesuai pemberitaan media ini, Uskup Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu menetapkan dan mengumumkan secara resmi penerapan new normal atau kenormalan baru di seluruh gereja-gereja di Keuskupan Maumere sudah mulai berlaku sejak Minggu 5 Juli 2020 lalu.

“Sambil memperhatikan situasi konkret di wilayah Keuskupan ini, maka terhitung sejak Minggu 5 Juli 2020, saya memutuskan untuk memulai kembali pelayanan ibadat dan sakramen di wilayah Keuskupan Maumere dengan jumlah peserta yang terbatas dan berpatokan pada pedoman umum protokoler pelayanan ibadat dan sakramen pada masa new normal Keusksupan Maumere yang telah ditetapkan. Jadilah pribadi yang menghargai kehidupan sendiri dan sesama dengan pemperhatikan standar kesehatan yang berlaku,” kata Uskup Edwaldus dalam pengumuman resmi di hadapan para wartawan di Lepo Bispu (Rumah Uskup) Maumere, Kamis (2/7/2020).