Home Manggarai Barat Kadis LHK Bantah Isu Pemecatan 98 TKD

Kadis LHK Bantah Isu Pemecatan 98 TKD

Penulis: Andre Durung / Editor: Arkian Biaf

605
0
SHARE
Kadis LHK Bantah Isu Pemecatan 98 TKD

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Manggarai Barat, Paulinus Panggul


Labuan Bajo, Flores Pos — Kapala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Paulinus Panggul membantah isu pemecatan 98 orang Tenaga Kontrak Dinas (TKD) pada Dinas LHK Mabar.

Hal ini disampaikan Panggul kepada Flores Pos di Labuan Bajo, Selasa (28/4/2020) terkait isu pemecatan 98 Tenaga Harian Lepas (THL) di Dinas LHK karena rasionalisasi anggaran.

Panggul menyampaikan, total TKD pada Dinas LHK Mabar 98 orang. Mereka terdiri dari tukang sapu dan pembersih rumput di sejumlah jalan utama dalam Kota Labuan Bajo, dan tenaga pengangkut sampah/pasukan kuning, termasuk 5 di antaranya yang bertugas di Kecamatan Lembor untuk tugas yang sama.

Ia menjelaskan, 98 orang itu diangkat dengan SK (Surat Keputusan) Kepala Dinas LHK Mabar. Gaji mereka bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Mabar sebesar Rp1,5 juta/bulan.

Selain itu, kata Pangul, di Dinas LHK juga ada Tenaga Kontrak Daerah yang diangkat berdasarkan SK Bupati Mabar dengan sumber gaji yang sama dari APBD Mabar sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni Rp1.950.000/bulan.

"98 TKD di Dinas LHK Mabar itu masih kerja seperti biasa. Tidak ada yang dipecat atau dirumahkan," tandas Panggul.

Ia menambahkan, rasionalisasi anggaran 2020 itu berlaku untuk semua instansi di lingkup Pemerintah Kabupaten Mabar terkait penanganan covid-19, bukan cuma di Dinas LHK. “Hal ini tidak berpengaruh pada gaji para TKD,” ujar Panggul.

Malah, lanjut Panggul, pihaknya berjuang untuk menaikkan gaji para TKD tersebut sebesar Rp250 ribu/bulan supaya sama dengan gaji para Tenaga Kontrak Daerah Mabar sesuai UMP.

"Tiap hari mereka (TKD) selalu ada di lapangan untuk urus kebersihan. Tahun depan rencana kenaikan gaji Rp250 ribu bagi mereka bakal direalisasikan,” kata Panggul.*