Home Ngada Kehadiran STIPER-FB Berkat untuk Masyarakat Ngada

Kehadiran STIPER-FB Berkat untuk Masyarakat Ngada

Penulis: Wim de Rozari / Editor: Anton Harus

1,204
0
SHARE
Kehadiran STIPER-FB Berkat untuk Masyarakat Ngada

Keterangan Gambar : Ketua Pendiri STIPER FB, Niko Noy Wuli menyerahkan salinan SK Mendikbud terkait pendirian STIPER FB kepada Ketua Yasukda Ngada,  Romo Silverius Betu, Selasa (19/5/2020).


Bajawa, Flores Pos — Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik Ngada (Yasukda) Romo Silverius Betu mengatakan, kehadiran Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (STIPER-FB) di bawah asuhan Yasukda menjadi berkat bagi Masyarakat Ngada dan sekitarnya yang merindukan kehadiran perguruan tinggi di bidang pertanian.

Kepada Flores Pos di Bajawa,Selasa (19/5/2020), Master Jebolan Universitas Pertahanan Jakarta ini mengatakan, STIPER-FB menjadi berkat di tengah pandemi covid-19, karena anak-anak tamatan SMA atau sederajat tidak perlu keluar daerah untuk kuliah, apalagi sudah semakin banyak zona merah.

"Kampus baru ini juga menjadi kado istimewa dari Yasukda dan Panitia Pendirian STIPER FB untuk Uskup Mgr. Vincentius Sensi Potokota yg merayakan Panca Windu Imamat pada 11 Mei 2020," katanya.

Yasukda mengucapkan terima kasih kepada Uskup Agung Ende , Pemda Ngada, Pimpinan dan Anggota DPRD Ngada, para inisiator, panitia pendiri dan semua pihak yg telah bekerja keras dan bekerja sama sampai dengan pencapaian ini.

"Mari kita terus bekerja keras dan bekerja sama untuk perjalanan selanjutnya. STIPER FB ini milik kita semua dan menjadi tanggung jawab kita untuk membesarkannya," katanya.

Sementara itu, tokoh muda Kabupaten Ngada yang juga  pendiri STIPER FB, Gordius Woltman Tuga mengatakan, STIPER FB lahir dari rasa keprihatinan bersama akan situasi kebutuhan pendidikan bagi masyarakat, khususnya pendidikan tinggi.

Man Tuga, begitu sapaannya mengatakan saat ini tidak banyak perguruan tinggi yang ada di Flores.

Di lain pihak, dengan bertambahnya penduduk kebutuhan akan lembaga pendidikanpun bertambah. Karena itu, tidak heran banyak anak-anak kita harus keluar dari wilayah ini untuk melanjutkan kuliahnya, terutama jika mereka harus mencari PT yang berkualitas.

Dari hasil penelusuran, khusus pendidikan tinggi berbasis pertanian masih sangat sedikit jumlahnya, padahal secara stastistik ekonomi kita masih ditopang oleh kinerja pembangunan sektor pertanian yang hampir mendekati 50% dalam data ekonomi makro.

"Wilayah kita masih berada di peringkat miskin ke-3 dari belakang setelah Papua dan Papua Barat. Bagimana mungkin untuk meningkatkan SDM kita yg masih miskin ini harus membuang banyak energi lewat pendidikan tinggi di luar sana. Mari kita secara sederahana menghitung biaya yang harus dikeluarkan masing-masing keluarga untuk anak mereka yang kuliah di luar sana," katanya.

Inilah yg menjadi pendasaran utama tim bekerja all out untuk satu nazar sehingga harus menghadirkan satu perguruan tinggi yang menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat banyak.

Dirinya juga menyampaikan terima kasih berlimpah kepada harian umum Flores Pos yang selalu mempublikasikan kegiatan perjuangan untuk membentuk hingga berdirinya STIPER-FB. *