Home Flores Timur Maret-Juni 2020, Gugus Tugas Covid-19 Solor Selatan Karantinakan 36 Pelaku Perjalanan

Maret-Juni 2020, Gugus Tugas Covid-19 Solor Selatan Karantinakan 36 Pelaku Perjalanan

Penulis: Frans Kolong Muda / Editor: Anton Harus

753
0
SHARE
Maret-Juni 2020, Gugus Tugas Covid-19 Solor Selatan Karantinakan 36 Pelaku Perjalanan

Keterangan Gambar : Camat Solor Selatan, Yoseph Damian Klodor


Larantuka, Flores Pos Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di wilayah Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur (Flotim), yang dibentuk 27 Maret 2020 sampai dengan 24 Juni ini telah melakukan karantina mandiri di rumah keluarga pelaku perjalanan dan di rumah dinas Camat Solor Selatan terhadap 36 orang pelaku perjalanan asal Solor Selatan yang kembali dari luar Kabupaten Flotim.

Camat Solor Selatan, Yoseph Damian Klodor, yang dikonfirmasi Flores Pos pada Rabu (24/6), mengatakan bahwa Gugus Tugas masih aktif melakukan tugas penanganan covid-19.

Setiap pelaku perjalanan warga Solor Selatan yang selama ini berdomisili di desanya yang sesaat bepergian keluar Kabupaten Flotim dan perantau yang selama ini berdomisili di luar untuk belajar dan bekerja yang pulang kampung halaman wajib dikarantina oleh Gugus Tugas selama 14 hari efektif.

"Gugus Tugas yang terbentuk menjalankan tugas pengawasan dan pemantauan yang ketat mengikuti protokol kesehatan covid-19 yang berlaku."

'Sejak dibentuk akhir Maret 2020 Gugus Tugas telah melakukan karantina mandiri terhadap 36 orang pelaku perjalanan yang keluar kabupaten dan masuk di Solor Selatan."

"Para pelaku perjalanan sebanyak itu datang dari Kabupaten Sikka, Ende, Kupang, dan Malaysia. Semua mereka diberikan arahan, diperiksa, diawasi, dan dikarantina sesuai protokol covid-19," terang Yos Klodor.

Camat Yos melanjutkan, dari 36 orang pelaku perjalanan yang dikarantina, petugas penanganan covid-19 Solor Selatan menetapkan 3 orang yang berstatus sebagai orang dalam pemantauan (ODP). Tiga ODP itu berasal dari Desa Sulengwaseng 2 orang dan Desa Kenere 1 orang.

Gugus Tugas Covid-19 sesuai dengan protokol kesehatan sedang melakukan pemantauan terkait situasi dan kondisi kesehatan fisik ketiga orang ODP itu.

Masa ODP sedang berjalan status mereka akan ditetapkan kemudian apakah meningkat menjadi PDP atau tidak.

Tim Solid

Catatan media ini, Satgas Solor Selatan yang terbentuk terdiri dari unsur Pemerintah Kecamatan Solor Selatan, tenaga kesehatan, polisi, babinsa, Pol PP, pemimpin UPTD, pendamping program keluarga harapan (PKH), linmas, para kepala desa, dan tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK).

Tugas satgas melakukan pemantauan lalu lintas keluar masuk warga masyarakat atau pendatang di setiap desa se-Kecamatan Solor Selatan, larangan berkumpul masal atau kelompok warga masyarakat, memberikan sosialisasi dan imbauan pada warga agar tetap waspada dan mengatur jarak fisik/sosial antar orang perorangan saat berkomunikasi.

Pantauan Flores Pos, Satgas Covid-19 di Kecamatan Solor Barat juga bekerja ekstra setiap hari melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap aktivitas warga masyarakat khususnya perkumpulan massa atau kelompok warga.

Di pelabuhan laut Pamakayo sebagai pintu satu-satunya warga Solor Barat keluar masuk ke dan dari Larantuka, juga stand by petugas satgas melakukan penyemprotan desinfektan saat kapal tender di dermaga.

Pada saat ada kedukaan warga yang meninggal dunia di desa-desa di Solor Barat, pemerintah sudah melarang pihak keluarga melakukan seremoni adat kematian di rumah duka.

Warga yang melayat juga dibatasi jumlahnya serta waktu tidak boleh lama di rumah duka. Begitupun saat sembayang arwah setiap malam selama masa berkabung, hanya diizinkan khusus bagi anggota keluarga dekat atau tidak menyertakan banyak orang.

Imbauan Camat Solor Barat

Camat Solor Barat, Adirianus Kopong Herin, kepada Flores Pos mengatakan, masa isolasi mandiri menghindari penularan covid-19 di Solor Barat masih berlaku.

"Warga diharapkan tidak melakukan perjalanan keluar daerah. Bagi warga perantau yang berlibur atau pulang kampung diharapkan melakukan isolasi mandiri di rumah keluarga dalam waktu 14 hari efektif."

"Selama masa karantina mandiri yang bersangkutan dipantau gejala-gejala gangguan klinis pada dirinya. Jika menunjukkan gejala batuk, pilek, demam, dan sesak napas, segeralah berkonsultasi pada petugas kesehatan di Puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan medis."

"Saya mengajak warga Solor jaga diri, jaga keluarga, dan jaga Solor agar terhindar dari virus corona," harapnya.*