Home Manggarai Menurun, Debit Air pada Sejumlah Sumber Air Perumda Tirta Komodo

Menurun, Debit Air pada Sejumlah Sumber Air Perumda Tirta Komodo

Oleh Christo Lawudin

558
0
SHARE
Menurun, Debit Air pada Sejumlah Sumber Air Perumda Tirta Komodo

Keterangan Gambar : Sumber air Wae Rowang, satu dari 23 sumber air yang menjadi andalan Perumda Tirta Komodo Ruteng.


Ruteng, Flores Pos — Dampak musim kemarau sudah mulai dirasakan Perumda Tirta Komodo Ruteng saat ini. Dampak yang dirasakan adalah menurunnya debit air pada sejumlah sumber air baik di Kota Ruteng maupun beberapa kecamatan.

Kepada wartawan di Ruteng, Senin (31/8/2020), Dirut Perumda Tirta Komodo, Man Klemens, mengatakan bahwa pelayanan air minum untuk publik masih berjalan normal. Tetapi pada sejumlah wilayah, pelayanan air dilakukan bergilir karena pada debit air menurun cukup drastis pada musim kemarau.

Menurutnya, sejumlah wilayah di Kota Ruteng, Kecamatan Langke Rembong, diterapkan pelayanan air bergilir karena masalah debit tersebut.

"Pada musim kemarau terjadi penurunan debit air. Menurunya debit itu bervariasi. Di Kota Ruteng ada sejumlah sumber air yang debit airnya turun cukup jauh," katanya.

Baca juga: 48 Orang Berkontak Erat dengan Pasien Positif Covid-19 di Manggarai

Dikatakannya debit air menurun terjadi pada sumber air Wae Ces, Wae Lerong, dan Wae Watang. Hal ini berpengaruh pada pasokan air untuk para pelanggan air Perumda Tirta Komodo.

Solusi atas masalah tersebut, lanjutnya, pelayanan air dilakukan bergilir setiap hari agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Menurutnya, dalam situasi seperti itu, para pelanggan diharapkan menggunakan air sehemat mungkin. Yang paling penting adalah menyiapkan tempat tampung yang memadai.

“Saat air mengalir, itu bisa ditampung untuk penuhi kebutuhan beberapa hari ke depan,” tuturnya.

13 Sumber Air

Ditanya tentang jumlah sumber air Perumda Tirta Komodo untuk pelayanan masyarakat di Kecamatan Langke Rembong dan Wae Rii, Dirut Kemens menjelaskan, totalnya hingga kini 13 sumber air.

Pelbagai sumber air ini untuk melayani 14.000-an pelanggan atau 70.000-an jiwa. Dengan jumlah penduduk seperti itu, maka sudah pasti kebutuhan airnya sangat banyak.

Baca juga: Bukti Komitmen Pemkab, Bekas Jalan Provinsi Tetap Dikerjakan Tahun Ini

Yang harus dilakukan oleh Perumda Tirta Komodo, katanya, adalah pelayanan air yang maksimal guna memenuhi kebutuhan pelanggan. Airnya harus tersedia cukup pada sumber-sumbernya. “Maka mutlak sumber air harus dijaga dan hutannya harus dilindungi,” katanya.

Pelanggan Mengeluh

Sebelumnya, seorang warga Kelurahan Golo Dukal, Yosef Dadur, mengatakan, belakangan ini di wilayahnya pelayanan air dilakukan bergilir. Pelanggan kesulitan jika tidak memiliki tempat penampungan air yang memadai.

Karena itu, lanjutnya, tidak heran pelanggan mengeluh dengan adanya pelayanan air bergilir saat ini.

"Pelayanan bergilir sudah terjadi beberapa waktu belakangan ini. Kami minta pelayanan harus normal lagi seperti biasa karena Ruteng memiliki banyak sumber air yang bisa dimanfaatkan Perumda," katanya.*