Home Manggarai Timur Menurun, Harga Sejumlah Komoditas Pertanian dan Perkebunan

Menurun, Harga Sejumlah Komoditas Pertanian dan Perkebunan

Penulis: Albert Harianto / Editor: Arkian Biaf

613
0
SHARE
Menurun, Harga Sejumlah Komoditas Pertanian dan Perkebunan

Keterangan Gambar : Toko Fajar Borong yang menerima hasil bumi dari masyarakat petani

Borong, Flores Pos — Harga sejumlah komoditas pertanian dan perkebunan di pasaran terus menurun.

Hal ini disampaikan Yohanes Eman dan Theresia Liman, warga Kecamatan Kota Komba kepada Flores Pos di Borong, Sabtu (18/4/2020) usai menjual kemiri di salah satu toko penerima hasil bumi di Kota Borong.

Menurut mereka, harga sejumlah komoditas pertanian dan perkebunan menurun drastis. Misalnya, harga kemiri dari Rp35.000/kg turun menjadi 18.000/kg, jambu mede dari Rp25.000/kg menjadi Rp10.000/kg, cengkih dari Rp85.000/kg menjadi Rp55.000/kg.

Kedua warga ini mengungkapkan, harga sejumlah komoditas yang terus menurun sangat merugikan masyarakat. Hal tersebut disebabkan oleh pandemi virus corona yang melanda dunia saat ini. Akibatnya, banyak toko penerima hasil bumi di Kota Borong yang ditutup dan hanya beberapa toko saja yang masih dibuka.

Karena itu, mereka berharap pemerintah mengecek harga barang-barang di pasar dan toko-toko agar mereka tidak mengambil keuntungan berlipat ganda di tengah situasi saat ini.

Ako Fajar, penerima hasil bumi di Kota Borong, kepada media ini mengatakan, di tengah wabah virus corona, ia tetap membuka tokonya karena masih banyak masyarakat yang menjual hasil bumi ke Kota Borong.

Mengenai harga sejumlah komoditas yang terus menurun, Fajar mengaku bahwa ia membeli hasil bumi dari masyarakat dengan harga yang sesuai dengan harga di pasaran.

Menurutnya, saat ini harga komoditas yang mengalami penurunan drastis adalah kemiri dan cengkih. “Harga kemiri turun dari Rp35.000 per kilogram menjadi Rp19.000 per kilogram. Sedangkan kemiri dari Rp85.000 per kilogram menjadi Rp55.000 per kilogram,” katanya.*