Home Ngada New Normal di Ngada, Banyak Pelaku Pasar Mataloko dan Bobou Kurang Taati Protokol Kesehatan

New Normal di Ngada, Banyak Pelaku Pasar Mataloko dan Bobou Kurang Taati Protokol Kesehatan

Penulis: Wim de Rozari / Editor: Avent Saur

879
0
SHARE
New Normal di Ngada, Banyak Pelaku Pasar Mataloko dan Bobou Kurang Taati Protokol Kesehatan

Keterangan Gambar : Ketua IDI Cabang Ngada, dr. Aty Due dan sejumlah dokter berfoto bersama usai melakukan bakti sosial di Pasar Mataloko, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada pada Sabtu (27/6/2020).


Bajawa, Flores Pos — New normal pada masa pandemi covid-19 kurang ditaati oleh masyarakat terutama di tempat-tempat umum seperti pasar. Masyarakat melakukan kegiatan seperti sebelum pandemi covid-19.

“Ada yang mengira virus corona telah berakhir. Banyak warga tidak patuhi protokol kesehatan.”

Ketua Panitia Baksos IDI Cabang Ngada, dr. Apolonia Aurensia A. Waso, mengatakan ini kepada Flores Pos, saat melakukan baksos di Pasar Mataloko pada Sabtu (27/6/2020).

Baksos Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Ngada tersebut berupa pembagian masker dan vitamin, serta sosialisasi pencegahan covid-19.

Baksos peduli covid-19 di Pasar Mataloko, Kecamatan Golewa dilaksanakan pada Sabtu (27/6/2020), sedangkan di Pasar Bobou, Kecamatan Bajawa pada Minggu (28/6/2020).

Di Mataloko, kata dr. Apolonia, IDI membagikan 600 masker, sedangkan di Pasar Bobou ada 600 masker juga. Dalam baksos ini, IDI mengusung tema “IDI Ngada Berbagi.”

Dokter Apolonia yang kini bertugas di Puskesmas Inerie tersebut juga mengatakan, anggota IDI Cabang Ngada terdiri dari para dokter yang bertugas di RSUD Bajawa dan di 19 Puskesmas di Kabupaten Ngada.

“Kita ada 30 orang termasuk para dokter di RSUD Bajawa. Mereka tidak bisa turun ke lapangan karena sedang bertugas. Mereka berikan kontribusi dana untuk kegiatan ini,” tuturnya.

Edukasi Covid-19

Sementara itu, Ketua IDI Cabang Ngada, dr. Yovita Maria B.M. Due, dalam baksos di Pasar Bobou, Kecamatan Bajawa pada Minggu (28/6/2020), menjelaskan bahwa selain pembagian masker, baksos ini untuk mengedukasi masyarakat di wilayah Kabupaten Ngada supaya memahami cara mencegah penyebaran covid-19.

Menurutnya, keterlibatan para dokter di Ngada dalam pencegahan covid-19 juga dilakukan di posko, Puskesmas, dan rumah sakit termasuk di lokasi karantina terpusat di Turekisa.

Para dokter juga turut memantau perkembangan warga yang menjalani karantina mandiri.*