Home Flores Timur Pengebom Ikan Kembali Beraksi di Solor Barat

Pengebom Ikan Kembali Beraksi di Solor Barat

Penulis: Frans Kolong Muda / Editor: Arsen Jemarut

797
0
SHARE
Pengebom Ikan Kembali Beraksi di Solor Barat

Keterangan Gambar : Alexius Wura Werang (53), nelayan Desa Lamawohong, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, sebagai pengguna alat tangkap bubu memperlihatkan ikan hasil tangkapannya pada awal Maret 2020.


Larantuka, Flores Pos — Aksi pemboman ikan yang dilakukan oknum nelayan dari luar kembali terjadi pada Sabtu (18/4/2020), tepatnya sekitar pukul 14.00 Wita di perairan utara Solor yakni di  Desa Balaweling II, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur.

Informasi yang diterima Flores Pos dari sumber warga  Desa Balaweling II, Sabtu (18/4/2020) sore menyebutkan, oknum pengebom memasuki tiga tahun terakhir tidak lagi mengebom ikan.

Pada Sabtu siang, warga dikagetkan satu dentuman bom menggelegar dan terdengar oleh penduduk lokal yang bermukim agak pedalaman dari pantai. Pelaku pengeboman ikan melempar botol bom, dentumannya mengagetkan warga desa yang saat itu sedang di rumah saja dalam situasi serangan virus corona saat ini.

Baca juga: Talut Abrasi dan Jalan di Lemanu Flotim Dibiarkan Menganga

Warga dikagetkan satu kali dentuman bom ikan yang terdengar keras. Setelah ledakan bom, selang 15 menti kemudian, sejumlah pemuda di Kampung Lamariang, Desa Balaweling II, berlari ke arah pantai dengan maksud mengusir pelaku pengeboman, tetapi sebelum mencapai pantai, pelaku sudah begerak dengan perahu motor mereka menuju arah timur.

"Sepertinya para pelaku merasa takut ketika mendengar deru sepeda motor yang dikendarai kelompok anak muda. Pelaku cepat-cepat hidupkan mesin perahu motor mereka dan bergerak ke arah timur. Aksi para pelaku sesaat setelah bom meledak, mereka cepat-cepat menyelam mengambil ikan-ikan yang mati."

"Lebih dari 30 menit dalam situasi lengang saat iru, pelaku memungut ikan-ikan yang mati. Mereka mungkin merasa ketakutan dipergoki warga kampung yang berlari ke pantai," ungkap Yun dan Viki, pemuda desa yang berupaya mengejar pelaku.

Baca juga: Warga Solor ke Larantuka Wajib Pakai Masker

Pelaku pengeboman datang dengan perahu dari arah barat. Diduga kuat, pelaku adalah nelayan dari wilayah timur yang sudah beberapa hari pergi mencari ikan di perairan Lamawohong, Lamaole, dan Tanalein di perairan selatan Solor Barat, kemudian bergerak terus menyisiri perairan utara Solor sembari mencari dan mengebom ikan mulai dari Riangsunge, Ritaebang, periaran Liko, terus ke Balaweling dan berlayar terus menuju Solor Rimur.

Warga Terusik

Sebelumnya, Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Perairan di Desa Sulengwaseng, Kecamatan Solor Selatan, Wilhelmus Wokadewa Melur (54), kepada media ini mengungkapkan, aksi nelayan pengebom ikan kembali menggerogoti perairan selatan Solor.  

Baca juga: Pasar di Solor Masih Ditutup

Masyarakat pesisir selatan Solor sejak Oktober 2019 hingga saat ini kembali terusik lantaran oknum nelayan luar yang menggunakan perahu motor dan alat tangkap pukat juga membawa serta bom ikan. Oknum nelayan luar membawa alat tangkap pukat sekadar mengelabui petugas bilamana ada operasi dan patroli laut.

"Sebagai Ketua Pokmaswas, saya mewakili masyarakat Solor Selatan mengharapkan agar Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Flotim  berkoordinasi dengan Satuan Polisi Air dan TNI-AL untuk melakukan patroli rutin dan memeriksa setiap kapal/perahu nelayan serta alat tangkap," katanya.

Nelayan Nakal

Sumber terpercaya Flores Pos yang ditemui belum lamai ini membenarkan, sejak Agustus lalu terjadi aksi pengeboman ikan di perairan Solor Selatan tepatnya di pantai Waibakang, masih dalam wilayah Desa Lamawalang (Lamawohong), Kecamatan Solor Barat.

Aksi nelayan nakal itu tidak hanya berhenti di situ. Diduga masih marak karena saban pagi, sejumlah perahu motor yang ditumpangi kelompok nelayan selalu bergerak dari perairan timur menuju perairan barat di ujung Pulau Solor. Pada Desember 2019 juga terjadi aksi pengeboman ikan di perairan Desa Titehena dan Desa Kalelu.

Baca juga: Tenaga Kerja Asal Flotim di Jakarta dan Solo Pulang Kampung, Pemda Lakukan Karantina Terpusat

"Aksi pengeboman pada Agustus 2019 tidak hanya mematikan ikan, tetapi juga mencedarai pelakunya yang adalah oknum nelayan asal Lamakera, Kecamatan Solor Timur," katanya.

Menurut sumber, korban saat itu sudah melempar dua botol bom dan meledak dahsyat serta mematikan banyak ikan. Tetapi karena masih banyak ikan yang belum mati dan masih sempoyongan, korban kemudian menggapai satu botol bom yang ada di sampingnya dan cepat-cepat menyulutkan api di sumbu detonator alat peledak itu.

Tetapi apa kuasa, pagi itu memang membawa petaka bagi pelaku karena sebelum botol dilambungkan ke dasar laut, bom di tangan pelaku keburu meledak dan menghancurkan lengan korban.

Korban terkapar di atas perahu, bersimbah darah, dan langsung dilarikan rekan-rekannya ke Lamakera dengan menggunakan perahu tumpangan mereka.

Curigai Perahu Motor

Mus Melur yang menetap di pondoknya di tepi lokasi objek wisata pantai "Nuba Gaza Wodong Gorek" Sulengwaseng mengaku bahwa dalam pantauannya, setiap pagi sekitar pukul 05.00-06.00 Wita sekitar 4-5 perahu motor nelayan bergerak dari arah timur menuju arah barat ke perairan Wewa, perairan Waibakang dan Pulau Tiga di ujung barat Pulau Solor.

Di dalam perahu nelayan terdapat peralatan tangkap pukat/jaring dengan tujuan mencari dan menangkap ikan di perairan sepi di ujung barat Pulau Solor.

Perairan ini termasuk sepi dan menjadi lokasi paling aman bagi para nelayan dari luar mencari ikan di situ. Jika mereka membawa alat tangkap illegal fishing pasti tidak terdeteksi karena jauh dari pantauan petugas.*