Home Manggarai Perkembangan Covid-19 di Manggarai: 3 Positif dan 1 Meninggal

Perkembangan Covid-19 di Manggarai: 3 Positif dan 1 Meninggal

Penulis: Christo Lawudin / Editor: Elton Wada

723
0
SHARE
Perkembangan Covid-19 di Manggarai: 3 Positif dan 1 Meninggal

Keterangan Gambar : Pasien positif covid-19 yang meninggal di RSU Dokter Ben Mboi Ruteng ditangani sesuai protokol kesehatan hingga penguburannya.


Ruteng, Flores Pos — Perkembangan pandemi covid-19 di Manggarai cukup mengkhawatirkan. Sesuai data yang dihimpun wartawan di Sekretariat Satgas Penanganan Covid-19 Manggarai, Selasa (25/8/2020) diketahui bahwa terdapat tiga pasien positif covid-19 yang saat ini sedang berada dalam perawatan (asimtomatik).

Selain tiga pasien tersebut, terdapat satu pasien positif covid-19 hasil pemeriksaan swab di RSU Dokter Ben Mboi Ruteng yang telah meninggal dunia. Pasien itu termasuk kategori pelaku perjalanan dari Kalimantan Barat. Ia berasal dari Kampung Cureng, Desa Poco Likang, Kecamatan Ruteng.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai, Lody Moa mengatakan bahwa pasien positif covid-19 yang meninggal dunia telah ditangani sesuai protokol kesehatan hingga penguburannya. Pasien itu berinisial RJ (57) dan meninggal dunia di RSUD Dokter Ben Mboi Ruteng, 20 Agustus lalu. RJ merupakan pasien rujukan dari RS St. Rafael Cancar.

"Almarhum ditangani sesuai ketentuan protokol kesehatan. Dan, yang dilakukan juga adalah penelusuran yang berkontak erat dengan tuan RJ mulai dari pesawat, travel hingga keluarganya di Poco Likang. Hal itu penting guna memastikan keadaan dan penanganan selanjutnya,"katanya.

Baca juga: 8 Pelaku Perjalanan di Manggarai Dinyatakan Reaktif Covid-19

Moa pun menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi tersebut mesti membuat semua orang makin waspada terhadap penyebaran pandemi covid-19. Untuk menghindari diri dari penularan, masyarakat diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan terkait covid-19 seperti mengenakan masker, hidup sehat, tetap menjaga jarak dan menghindari diri dari perkumpulan dan kerumunan banyak orang seperti pada pesta-pesta.

Sebelumnya Bupati Deno Kamelus mengatakan bahwa kehidupan memang sudah kembali normal. Namun selama pandemi covid-19 ada syarat-syarat yang mesti ditaati oleh siapapun sesuai protokol kesehatan. Hal itu penting sekali guna menjauhkan diri dari penularan covid-19 pada diri setiap orang ke orang lain. Karena itu, warga atau siapapun terus diberitahu dan diingatkan untuk tidak meremehkan protokol kesehatan.

"Protokol kesehatan harus jadi pola hidup setiap hari baik di rumah maupun ketika beraktivitas di luar rumah. Hanya dengan itu kita bisa terhindar dari Corona," katanya.

Sesuai data yang diterima juga disebutkan bahwa satu pasien telah dinyatakan sembuh, tiga orang pelaku perjalanan reaktif berdasarkan rapid test dan saat ini sedang dalam masa Isolasi. Selain itu warga yang berkontak erat dengan pasien hingga reaktif rapid test sejumlah tiga puluh enam orang. Data juga menunjukan bahwa hingga 24 Agustus terdapat 5.533 pelaku perjalanan yang berasal dari pelbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri.